<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG PAJAK INDONESIA &#187; tarif pajak</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/tag/tarif-pajak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 09:35:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>PPh Pasal 21 Bagi Wajib Pajak Non NPWP</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 03:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[pph pasal 21 karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[


&#160;Powered by Max Banner Ads&#160;<p style="text-align: justify;">Kebijakan umum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 adalah adanya disinsentif kepada Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP. Bentuk disinsentif ini adalah berupa dikenakannya tarif pemotongan pajak yang lebih tinggi kepada Wajib Pajak yang tidak berNPWP.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan ketentuan Pasal 21, tarif yang lebih tinggi bagi Wajib Pajak <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html">PPh Pasal 21 Bagi Wajib Pajak Non NPWP</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:5px 0 5px 0; text-align:left; float:left;"><span style="padding:4px 4px 4px 4px;border:0;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-9865336210085934";
/* 300x250, created 12/5/09 */
google_ad_slot = "6745667831";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></span><br />&nbsp;<span style="font-size:9px">Powered by <a style="color:#0000ff;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:9px" href="http://www.maxblogpress.com/go.php?offer=niceart&pid=12" target="_blank" onmouseover="self.status='MaxBlogPress.com';return true;" onmouseout="self.status=''">Max Banner Ads</a></span>&nbsp;</div><p style="text-align: justify;">Kebijakan umum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 adalah adanya disinsentif kepada Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP. Bentuk disinsentif ini adalah berupa dikenakannya tarif pemotongan pajak yang lebih tinggi kepada Wajib Pajak yang tidak berNPWP.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan ketentuan Pasal 21, tarif yang lebih tinggi bagi Wajib Pajak yang tidak berNPWP diatur dalam Pasal 21 ayat (5a) yang berbunyi “besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tataran pelaksanaan,  masalah tarif yang lebih tinggi bagi Wajib Pajak yang tidak ber-NPWP ini diatur dalam Pasal 20 Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-57/PJ/2010 yang menyatakan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Bagi Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21 yang tidak memiliki NPWP, dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20%  daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki NPWP</li>
<li style="text-align: justify;">Dengan demikian,  jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar 120%  dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemotongan PPh Pasal 21 dengan tariff 20% lebih tinggi tersebut hanya berlaku untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final.</li>
<li style="text-align: justify;">Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghasilan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi, mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dalam tahun kalender yang bersangkutan paling lama sebelum pemotongan PPh Pasal 21 untuk masa pajak Desember. PPh Pasal 21 yang telah dipotong atas selisih pengenaan tarif sebesar 20% lebih tinggi tersebut tersebut diperhitungkan dengan PPh Pasal 21 yang terutang untuk bulan-bulan selanjutnya setelah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Misalkan Argo Sindoro adalah pegawai tetap pada PT Mutiara Jaya sejak tahun 2010. Argo Sindoro baru mendapatkan NPWP pada bulan Juni 2011. Setiap bulan Argo Sindoro mendapatkan penghasilan tetap yang jumlahnya melebihi PTKP. PPh Pasal 21 terutang setiap bulan adalah Rp100.000,-. Karena Argo belum memiliki NPWP, maka PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong PT Mutiara Jaya adalah Rp120.000,- karena dikenakan tarif 20% lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada bulan Juni 2011, PT Mutiara Jaya memotong PPh Pasal 21 dengan tarif normal yaitu Rp100.000,-. Selisih pemotongan lebih tinggi mulai bulan Januari sampai Mei 2011 dapat diperhitungkan pada pemotongan PPh Pasal 21 setelah Argo memiliki NPWP. Jumlah selisih lebih tinggi pemotongan PPh Pasal 21 ini adalah Rp100.000,- (5 bulan kali Rp20.000,- setiap bulan). Dengan demikian, PPh Pasal 21 yang dipotong pada bulan Juni adalah Nihil karena PPh Pasal 21 Rp100.000,- dikompensasikan dulu dengan kelebihan pemotongan PPh Pasal 21 bulan Januari sampai Juni Rp100.000,-.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fpph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html';
  addthis_title  = 'PPh+Pasal+21+Bagi+Wajib+Pajak+Non+NPWP';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>tarif pajak Non NPWP (25)</li><li>pph 23 non npwp (13)</li><li>tarif pajak karyawan non npwp 2011 (12)</li><li>pasal npwp (10)</li><li>tarif pph21 non npwp (10)</li><li>tarif pph psl 21 non npwp (8)</li><li>tarif pph final apabila tidak punya npwp (7)</li><li>tarif pph 21 bagi yang tidak punya npwp (7)</li><li>Tarif-tarif pajak (7)</li><li>perhitungan pph pasal 21 non npwp (7)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PPh Pasal 23 Dengan Tarif 15%</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-23-dengan-tarif-15.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-23-dengan-tarif-15.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 01:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 23]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Dividen]]></category>
		<category><![CDATA[Royalti]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>
		<category><![CDATA[tarif PPh Pasal 23]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apabila PPh Pasal 23 bisa dikenakan setelah memenuhi ruang lingkup sebagaimana sudah saya jelaskan dalam tulisan Ruang Lingkup Pemotongan PPh Pasal 23, maka pertanyaan berikutnya adalah berapa besar PPh Pasal 23 yang harus dipotong? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu tarif pemotongan PPh Pasal 23 dan dasar pengenaan PPh <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-23-dengan-tarif-15.html">PPh Pasal 23 Dengan Tarif 15%</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apabila PPh Pasal 23 bisa dikenakan setelah memenuhi ruang lingkup sebagaimana sudah saya jelaskan dalam tulisan <a title="Tarif PPh Pasal 23 15%" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/ruang-lingkup-pemotongan-pph-pasal-23.html" target="_blank">Ruang Lingkup Pemotongan PPh Pasal 23</a>, maka pertanyaan berikutnya adalah berapa besar PPh Pasal 23 yang harus dipotong? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu tarif pemotongan PPh Pasal 23 dan dasar pengenaan PPh Pasal 23. Tarif PPh Pasal 23 sendiri mengenal dua jenis tarif yaitu tarif 15% dari jumlah bruto dan tarif 2% dari jumlah bruto. Tulisan ini akan memfokuskan pada objek pemotongan PPh Pasal 23 dengan tarif 15% dari jumlah bruto.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pasal 23 ayat (1) huruf a Undang-undang Pajak Penghasilan 1984, atas beberapa jenis objek PPh Pasal 23 dikenakan pemotongan PPh Pasal 23 dengan tarif 15% dari jumlah bruto. Objek pemotongan PPh Pasal 23 yang dikenakan tarif 15% dari jumlah bruto ini adalah :</p>
<h4 style="text-align: justify;">a.      Dividen</h4>
<p style="text-align: justify;">Dividen merupakan bagian laba yang diperoleh pemegang saham atau pemegang polis asuransi atau pembagian sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh anggota koperasi. Pengertian dividen ini mengacu kepada Pasal 4 ayat (1) huruf g Undang-undang Pajak Penghasilan 1984.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu ditegaskan bahwa tidak semua dividen yang memenuhi definisi di atas adalah objek PPh Pasal 23. Ada dividen yang juga bukan merupakan objek pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf f Undang-undang Pajak Penghasilan 1984. Terdapat juga dividen yang merupakan objek pemotongan lain sebagaimana diatur dalam Pasal 17 ayat (2c) dan Pasal 26 ayat (1) huruf a Undang-undang Pajak Penghasilan 1984</p>
<h4 style="text-align: justify;">b.      Bunga</h4>
<p style="text-align: justify;">Pengertian bunga merujuk kepada Pasal 4 ayat (1) huruf f Undang-undang Pajak Penghasilan 1984 di mana dalam pengertian bunga termasuk juga premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya dividen, tidak semua bunga juga menjadi objek pemotongan PPh Pasal 23. Ada jenis bunga yang bukan merupakan objek pajak sehingga tidak boleh dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-undang Pajak Penghasilan. Jenis bunga yang lain seperti bunga deposito dan tabungan menjadi objek pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) final. Ada juga bunga yang menjadi objek pemotongan PPh Pasal 26 jika penerimanya adalah Wajib Pajak luar negeri sebagaimana diatur dalam Pasal 26 ayat (1) huruf b Undang-undang Pajak Penghasilan.</p>
<h4 style="text-align: justify;">c.      Royalti</h4>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penjelasan Pasal 4 ayat (1) huruf h Undang-undang Pajak Penghasilan 1984, imbalan berupa royalti terdiri dari tiga kelompok, yaitu imbalan sehubungan dengan penggunaan:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"> hak atas harta tak berwujud, misalnya hak pengarang, paten, merek dagang, formula, atau rahasia perusahaan;</li>
<li style="text-align: justify;">hak atas harta berwujud, misalnya hak atas alat-alat industri, komersial, dan ilmu pengetahuan. Yang dimaksud dengan alat-alat industri, komersial dan ilmu pengetahuan adalah setiap peralatan yang mempunyai nilai intelektual, misalnya peralatan-peralatan yang digunakan di beberapa industri khusus seperti anjungan pengeboran minyak (drilling rig), dan sebagainya;</li>
<li style="text-align: justify;">informasi, yaitu informasi yang belum diungkapkan secara umum, walaupun mungkin belum dipatenkan, misalnya pengalaman di bidang industri, atau bidang usaha lainnya. Ciri dari informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset untuk menghasilkan informasi tersebut. Tidak termasuk dalam pengertian informasi di sini adalah informasi   yang diberikan oleh misalnya akuntan publik, ahli hukum, atau ahli teknik sesuai dengan bidang keahliannya, yang dapat diberikan oleh setiap orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Perlu diperhatikan bahwa untuk imbalan royalti ini ada kemungkinan juga merupakan objek pemotongan PPh Pasal 26 jika penerima penghasilannya adalah Wajib Pajak luar negeri.</p>
<h4 style="text-align: justify;">d.      Hadiah, penghargaan, bonus dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21.</h4>
<p style="text-align: justify;">Hadiah, penghargaan dan bonus sebenarnya merupakan objek pemotongan PPh Pasal 21 juga. Namun harus diperhatikan bahwa ruang lingkup pemotongan PPh Pasal 21 adalah bahwa penerima penghasilannya Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri. Apabila penerimanya adalah Wajib Pajak badan dalam negeri atau BUT, maka PPh Pasal 21 tidak bisa diterapkan. Nah, untuk jenis Wajib Pajak tersebut maka PPh Pasal 23 lah yang bisa diterapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh untuk kasus PPh Pasal 23 ini misalnya sebuah yayasan lingkungan hidup memberikan penghargaan kepada perusahaan yang memiliki kepedulian kepada lingkungan sekitarnya. Apabila bentuk penghargaan ini diberikan dalam bentuk uang atau barang yang memiliki nilai naka penghargaan ini menjadi objek pemotongan PPh Pasal 23 karena penerimanya adalah Wajib Pajak badan dalam negeri. Besarnya PPh Pasal 23 adalah 15% dikalikan jumlah bruto nilai penghargaan.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fpph-pasal-23-dengan-tarif-15.html';
  addthis_title  = 'PPh+Pasal+23+Dengan+Tarif+15%25';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>soal pph pasal 23 (23)</li><li>pph 15 (12)</li><li>pasal 23 ayat 3 PERMIUM (10)</li><li>PPh 15% (8)</li><li>latar belakang perubahan tarif PPh Pasal 23 (7)</li><li>pasal 4 ayat 1 huruf g (6)</li><li>soal pajak penghasilan pasal 23 (5)</li><li>pph 23 15% (4)</li><li>soal pajak pph pasal 23 (4)</li><li>tarif pph 23 luar negeri (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-23-dengan-tarif-15.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarif Pemotongan Pajak Lebih Tinggi Untuk Wajib Pajak Non NPWP</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pemotongan-pajak-lebih-tinggi-untuk-wajib-pajak-non-npwp.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pemotongan-pajak-lebih-tinggi-untuk-wajib-pajak-non-npwp.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 23:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Final]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 22]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 23]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;">Berlakunya Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 benar-benar akan “memaksa” Wajib Pajak untuk memiliki NPWP. Ya, beberapa ketentuan dalam UU ini memberikan insentif dan disinsentif agar orang mau secara sukarela memiliki NPWP. Salah satu ketentuan baru yang akan mendorong orang (dan juga badan) untuk memiliki NPWP adalah adalanya ketentuan tarif <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pemotongan-pajak-lebih-tinggi-untuk-wajib-pajak-non-npwp.html">Tarif Pemotongan Pajak Lebih Tinggi Untuk Wajib Pajak Non NPWP</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Berlakunya</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">Nomor</span> 36 <span class="SpellE">Tahun</span> 2008 <span class="SpellE">benar-benar</span> <span class="SpellE">akan</span> “<span class="SpellE">memaksa</span>” <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP. <span class="SpellE"><span class="GramE">Ya</span></span><span class="GramE">, <span class="SpellE">beberapa</span> <span class="SpellE">ketentuan</span> <span class="SpellE">dalam</span> UU <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">memberikan</span> <span class="SpellE">insentif</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">disinsentif</span> agar <span class="SpellE">orang</span> <span class="SpellE">mau</span> <span class="SpellE">secara</span> <span class="SpellE">sukarela</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP.</span> <span class="SpellE">Salah</span> <span class="SpellE">satu</span> <span class="SpellE">ketentuan</span> <span class="SpellE">baru</span> yang <span class="SpellE">akan</span> <span class="SpellE">mendorong</span> <span class="SpellE">orang</span> (<span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">badan</span>) <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">adalanya</span> <span class="SpellE">ketentuan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">dibandingkan</span></span><span class="GramE"><span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">tarif</span></span> normal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Nah, <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">pajak</span> yang <span class="SpellE">manakah</span> yang <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">menerapkan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE">kepada</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> yang <span class="SpellE">tak</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP? <span class="SpellE"><span class="GramE">Silahkan</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">baca</span> <span class="SpellE">bagian</span> <span class="SpellE">berikutnya</span> <span class="SpellE">tulisan</span> <span class="SpellE">ini</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">PPh</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pasal</span> 21</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Tarif</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">dikenakan</span> 20% <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE">tarif</span> normal <span class="SpellE">kepada</span> <span class="SpellE">orang</span> yang <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP. <span class="GramE">Hal <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">diatur</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE">ayat</span> (5A) <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">baru</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Agar <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">dikenakan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE">ini</span>, <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> yang <span class="SpellE">dipotong</span> <span class="SpellE">harus</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">menunjukkan</span> <span class="SpellE">kepemilikan</span> NPWP.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Kepemilikan</span> NPWP <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">dibuktikan</span> <span class="SpellE">antara</span> lain <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">cara</span></span> <span class="SpellE">menunjukkan</span> <span class="SpellE">kartu</span> NPWP.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Di</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">penjelasan</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE">ayat</span> 5A <span class="SpellE"><span class="GramE">ni</span></span> <span class="SpellE">terdapat</span> <span class="SpellE">contoh</span> <span class="SpellE">penerapan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE">ini</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Contoh</span></span><span class="GramE"> :</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">sebesar</span> Rp75.000.000,00 </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Pajak</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">harus</span> <span class="SpellE">dipotong</span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> yang <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP <span class="SpellE">adalah</span>: 5% x <span class="SpellE">Rp</span> 50.000.000<span class="GramE">,00</span> (=<span class="SpellE">Rp</span> 2.500.000,00) <span class="SpellE">ditambah</span> 15% x <span class="SpellE">Rp</span> 25.000.000,00 (=<span class="SpellE">Rp</span> 3.750.000,00) <span class="SpellE">sehingga</span> <span class="SpellE">berjumlah</span> total <span class="SpellE">Rp</span> 6.250.000,00.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Sementara</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">itu</span> <span class="SpellE">PPh</span> yang <span class="SpellE">harus</span> <span class="SpellE">dipotong</span> <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP <span class="SpellE">adalah</span>:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">5% x <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">120%</strong> x <span class="SpellE">Rp</span> 50.000.000<span class="GramE">,00</span> (=<span class="SpellE">Rp</span> 3.000.000,00) <span class="SpellE">ditambah</span> 15% x <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">120%</strong> x <span class="SpellE">Rp</span> 25.000.000,00 (= <span class="SpellE">Rp</span> 4.500.000,00) <span class="SpellE">sehingga</span> <span class="SpellE">jumlah</span> <span class="SpellE">totalnya</span> <span class="SpellE">Rp</span> 7.500.000,00. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">PPh</span></strong></span></span><span class="GramE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pasal</span> 22 <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 23</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Tarif</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 22 <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 23 <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">dikenakan</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE">kepada</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> yang <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP. <span class="SpellE">Nilainya</span> <span class="SpellE">malah</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">besar</span> <span class="SpellE">dibandingkan</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE">yaitu</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> 100% <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">dikenakan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">dua</span> kali <span class="SpellE">lipat</span>. <span class="SpellE">Ketentuan</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">diatur</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 22 <span class="SpellE">ayat</span> (3) <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 23 <span class="SpellE">ayat</span> (1A) <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">baru</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">PPh</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> Final</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Bagaimana</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">PPh</span> Final <span class="SpellE">seperti</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">bunga</span> <span class="SpellE">deposito</span>, <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">sewa</span> <span class="SpellE">tanah/bangunan</span>, <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">penjualan</span> <span class="SpellE">tanah/bangunan</span> <span class="SpellE">dll</span>?</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Tidak</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">dijelaskan</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 4 <span class="SpellE">ayat</span> (2) <span class="SpellE">tentang</span> <span class="SpellE">pengenaan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> yang <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">ber</span> NPWP.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Pengenaan</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">PPh</span> final <span class="SpellE">Pasal</span> 4 <span class="SpellE">ayat</span> (2) <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">memang</span> <span class="SpellE">ketentuan</span> <span class="SpellE">tentang</span> <span class="SpellE">tarif</span>, <span class="SpellE">sifat</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">tatacaranya</span> <span class="SpellE">diatur</span> <span class="SpellE">oleh</span> <span class="SpellE">Peraturan</span> <span class="SpellE">Pemerintah</span>.</span> Nah, <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">ada</span> <span class="SpellE">perubahan</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">Peraturan</span> <span class="SpellE">Pemerintah</span> yang <span class="SpellE">sekarang</span> <span class="SpellE">berlaku</span>, <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">ada</span> <span class="SpellE">pengenaan</span> <span class="SpellE">tarif</span> yang <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">tinggi</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 4 <span class="SpellE">ayat</span> (2) <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">PPh</span> Final <span class="SpellE">ini</span>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Baca <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">tulisan-tulisan</span> lain yang <span class="SpellE"><span class="GramE">terkait</span></span><span class="GramE"> :</span></span></span></p>
<p style="margin: 5pt 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/download-uu-nomor-36-tahun-2008-pajak-penghasilan.html" target="_blank"><span style="font-size: small;">Download <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">Nomor</span> 36 <span class="SpellE">Tahun</span> 2008 (UU <span class="SpellE">PPh</span>)</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></em></p>
<p style="margin: 5pt 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pph-pasal-23-baru-tahun-2009.html" target="_blank"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE">Tarif</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 23 <span class="SpellE">Baru</span> 2009</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></em></p>
<p style="margin: 5pt 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=30"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE">Tarif</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 23</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></em></p>
<p style="margin: 5pt 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=79" target="_blank"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> (<span class="SpellE">PPh</span>) <span class="SpellE">Pasal</span> 21</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></em></p>
<p style="margin: 5pt 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=103" target="_blank"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE">Objek</span>, <span class="SpellE">Tarif</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">Pemungut</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 22</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></em></p>
<p style="margin: 5pt 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;">·<span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span></span><em style="mso-bidi-font-style: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-penghasilan-pph-pasal-23.html" target="_blank"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> (<span class="SpellE">PPh</span>) <span class="SpellE">Pasal</span> 23</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></em></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Ftarif-pemotongan-pajak-lebih-tinggi-untuk-wajib-pajak-non-npwp.html';
  addthis_title  = 'Tarif+Pemotongan+Pajak+Lebih+Tinggi+Untuk+Wajib+Pajak+Non+NPWP';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>tarif pph 21 non npwp (45)</li><li>perhitungan pph 21 non npwp (42)</li><li>pph 21 non npwp (33)</li><li>tarif npwp (25)</li><li>pemotongan pajak (20)</li><li>tarif pajak pph 21 non npwp (14)</li><li>tarif pph 23 non npwp (13)</li><li>tarif pajak npwp (12)</li><li>tarif PPh 21 tidak punya npwp (12)</li><li>berapa pajak npwp (12)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pemotongan-pajak-lebih-tinggi-untuk-wajib-pajak-non-npwp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarif Pajak Penghasilan Untuk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM)</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pajak-penghasilan-untuk-usaha-kecil-dan-menengah-umkm.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pajak-penghasilan-untuk-usaha-kecil-dan-menengah-umkm.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 00:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;">Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 yang merupakan rangkaian perubahan terhadap Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983, maka mulai tahun 2009 nanti tarif Pajak Penghasilan untuk Wajib Pajak Badan akan menggunakan tarif tunggal yaitu 28% pada tahun 2009 dan 25% mulai tahun 2010.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pajak-penghasilan-untuk-usaha-kecil-dan-menengah-umkm.html">Tarif Pajak Penghasilan Untuk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM)</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="Section1">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Dengan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">berlakunya</span> <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">Nomor</span> 36 <span class="SpellE">Tahun</span> 2008 yang <span class="SpellE">merupakan</span> <span class="SpellE">rangkaian</span> <span class="SpellE">perubahan</span> <span class="SpellE">terhadap</span> <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">Nomor</span> 7 <span class="SpellE">Tahun</span> 1983, <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">mulai</span> <span class="SpellE">tahun</span> 2009 <span class="SpellE">nanti</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Badan</span> <span class="SpellE">akan</span> <span class="SpellE">menggunakan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">tunggal</span> <span class="SpellE">yaitu</span> 28% <span class="SpellE">pada</span> <span class="SpellE">tahun</span> 2009 <span class="SpellE">dan</span> 25% <span class="SpellE">mulai</span> <span class="SpellE">tahun</span> 2010.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Sejak</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">pembahasan</span> <span class="SpellE">perubahan</span> <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">ini</span>, <span class="SpellE">issu</span> <span class="SpellE">penerapan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">tunggal</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">sudah</span> <span class="SpellE">diketahui</span> <span class="SpellE">oleh</span> <span class="SpellE">masyarakat</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Saya</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">kita</span> <span class="SpellE">semua</span> <span class="SpellE">mungkin</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">mempertanyakan</span> <span class="SpellE">aspek</span> <span class="SpellE">keadilan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">penerapan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">tunggal</span> <span class="SpellE">ini</span>. <span class="SpellE">Ya</span>, <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">tunggal</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">semua</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Badan</span>, <span class="SpellE">baik</span> <span class="SpellE">besar</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">kecil</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">dikenakan</span> <span class="SpellE">tarif</span> yang <span class="SpellE">sama</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Kondisi</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">berbeda</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">kondisi</span> <span class="SpellE">sekarang</span> yang <span class="SpellE">masih</span> <span class="SpellE">menggunakan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">progresif</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Nah, <span class="SpellE">ternyata</span> <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">Nomor</span> 36 <span class="SpellE">Tahun</span> 2008 <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">mengantisipasi</span> <span class="SpellE">hal</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">memberikan</span> <span class="SpellE">fasilitas</span> <span class="SpellE">berupa</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">pengurangan</span></span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">sebesar</span> 50% <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Usaha</span> <span class="SpellE">Kecil</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">Menengah</span> (UMKM). <span class="SpellE"><span class="GramE">Fasilitas</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">diatur</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 31e UU <span class="SpellE">Nomor</span> 36 <span class="SpellE">Tahun</span> 2008.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Siapakah</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> UMKM yang <span class="SpellE">mendapatkan</span> <span class="SpellE">fasilitas</span> <span class="SpellE">ini</span><span class="GramE">?.</span> <span class="SpellE">Kalau</span> <span class="SpellE">kita</span> <span class="SpellE">lihat</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 31e, <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">kriteria</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> UMKM yang <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">mendapatkan</span> <span class="SpellE">fasilitas</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">adalah</span></span><span class="GramE"> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">1.</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">    </span></span></span><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Wajib</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Badan</span> (<span class="SpellE">berarti</span> WP <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">mendapatkan</span> <span class="SpellE">fasilitas</span> <span class="SpellE">ini</span>),</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">2.</span><span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">    </span></span></span><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Peredaran</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">sampai</span> <span class="SpellE">dengan</span> Rp50 <span class="SpellE">Milyar</span> (<span class="SpellE">nampaknya</span> yang <span class="SpellE">dimaksud</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">sini</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">peredaran</span> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">setahun</span>)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Nah, <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">kedua</span> <span class="SpellE">syarat</span> <span class="SpellE">itu</span> <span class="SpellE">dipenuhi</span> <span class="SpellE">maka</span>, <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">berhak</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">pengurangan</span> <span class="SpellE">tarif</span> 50% yang <span class="SpellE">dikenakan</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">bagian</span> <span class="SpellE">peredan</span> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">sampai</span> <span class="SpellE">dengan</span> Rp4,8 <span class="SpellE">Milyar</span> (<span class="SpellE">setahun</span>).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Contoh</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">berikut</span> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">ambilkan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">penjelasan</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 31e <span class="SpellE">ini</span>.</span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Contoh</span></span><span style="font-family: Verdana;"> 1:</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Peredaran</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">bruto</span> PT Y <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">tahun</span> <span class="SpellE">pajak</span> 2009 sebesarRp4.500.000.000,00 <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span> sebesarRp500.000.000,00.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghitungan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">pajak</span> yang <span class="SpellE">terutang</span>: </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Seluruh</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span> yang <span class="SpellE">diperoleh</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">peredaran</span> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">tersebut</span> <span class="SpellE">dikenakan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">sebesar</span> 50% <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">badan</span> yang <span class="SpellE">berlaku</span> <span class="SpellE">karena</span> <span class="SpellE">jumlah</span> <span class="SpellE">peredaran</span> <span class="SpellE">bruto</span> PT Y <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">melebihi</span> Rp4.800.000.000,00. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Pajak</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">terutang</span>: </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">50% x 28% x Rp500.000.000<span class="GramE">,00</span> = Rp70.000.000,00 </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Contoh</span></span><span style="font-family: Verdana;"> 2: </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Peredaran</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">bruto</span> PT X <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">tahun</span> <span class="SpellE">pajak</span> 2009 <span class="SpellE">sebesar</span> Rp30.000.000.000,00 <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">sebesar</span> Rp3.000.000.000,00. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghitungan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">terutang</span>: </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Jumlah</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">bagian</span> <span class="SpellE">peredaran</span> <span class="SpellE">bruto</span> yang <span class="SpellE">memperoleh</span> <span class="SpellE">fasilitas</span>: (Rp4.800.000.000<span class="GramE">,00</span> : Rp30.000.000.000,00) x Rp3.000.000.000,00 = Rp480.000.000,00 </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Jumlah</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">bagian</span> <span class="SpellE">peredaran</span> <span class="SpellE">bruto</span> yang <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">memperoleh</span> <span class="SpellE">fasilitas</span>: Rp3.000.000.000<span class="GramE">,00</span> – Rp480.000.000,00 = Rp2.520.000.000,00 </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Pajak</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">terutang</span>: </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">-50%x 28% x Rp480.000.000<span class="GramE">,00</span> = <span class="SpellE">Rp</span> 67.200.000,00 </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">-28% x Rp2.520.000.000<span class="GramE">,00</span> = <span class="SpellE">Rp</span> 705.600.000,00 </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Jumlah</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">terutang</span> Rp67.200.000 <span class="SpellE">ditambah</span> Rp705.600.000 <span class="SpellE">sama</span> <span class="SpellE">dengan</span> Rp772.800.000<span class="GramE">,00</span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
</div>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Ftarif-pajak-penghasilan-untuk-usaha-kecil-dan-menengah-umkm.html';
  addthis_title  = 'Tarif+Pajak+Penghasilan+Untuk+Usaha+Kecil+dan+Menengah+%28UMKM%29';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pajak usaha (166)</li><li>pajak usaha kecil (90)</li><li>tarif pajak badan usaha (46)</li><li>pajak umkm (27)</li><li>pajak penghasilan usaha (22)</li><li>penghasilan kena pajak badan (18)</li><li>pajak pengusaha kecil (16)</li><li>pajak untuk usaha kecil (14)</li><li>pasal 31e (11)</li><li>perhitungan pajak usaha (10)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pajak-penghasilan-untuk-usaha-kecil-dan-menengah-umkm.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dividen Dalam Undang-undang PPh 2008</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/dividen-dalam-undang-undang-pph-2008.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/dividen-dalam-undang-undang-pph-2008.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 01:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Final]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 23]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[Dividen]]></category>
		<category><![CDATA[pajak dividen]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dividen Sebagai Objek Pajak</p>
<p align="justify">Dividen merupakan salah satu jenis  penghasilan. Karena merupakan penghasilan maka dividen menjadi objek Pajak  Penghasilan. Lihat saja dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf g Undang-undang Pajak  Penghasilan, baik UU PPh yang lama maupun UU PPh yang baru yang akan berlaku  tahun 2009, dividen merupakan penghasilan yang secara tegas <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/dividen-dalam-undang-undang-pph-2008.html">Dividen Dalam Undang-undang PPh 2008</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana;"><strong>Dividen Sebagai Objek Pajak</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dividen merupakan salah satu jenis  penghasilan. Karena merupakan penghasilan maka dividen menjadi objek Pajak  Penghasilan. Lihat saja dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf g Undang-undang Pajak  Penghasilan, baik UU PPh yang lama maupun UU PPh yang baru yang akan berlaku  tahun 2009, dividen merupakan penghasilan yang secara tegas disebutkan sebagai  salah satu penghasilan yang merupakan objek Pajak Penghasilan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dalam ketentuan di atas, pengertian  dividen adalah dividen dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk dividen dari perusahaan  asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.  Kata-kata &#8220;dengan nama dan dalam bentuk apapun&#8221; memberikan makna yang luas bagi  dividen yang misalnya tidak terikat pada nama dividen atau bentuk uang.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Penjelasan Pasal 4 ayat (1) huruf g kemudian memberikan penjelasan yang lebih  rinci lagi tentang dividen. Ditegaskan bahwa <span lang="SV"> dividen merupakan bagian laba yang diperoleh pemegang saham atau  pemegang polis  asuransi atau pembagian sisa  hasil usaha koperasi  yang  diperoleh  anggota   koperasi.  Termasuk  dalam pengertian dividen  adalah: </span></span></p>
<ol>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">pembagian laba baik secara langsung  	ataupun tidak langsung, dengan nama dan dalam bentuk apa pun; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">pembayaran kembali karena likuidasi  	yang melebihi jumlah modal yang disetor; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">pemberian  saham  bonus  yang   	dilakukan  tanpa  penyetoran  termasuk  saham  bonus  yang  berasal   	dari  kapitalisasi  agio aham; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">pembagian laba dalam bentuk saham; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">pencatatan tambahan modal yang  	dilakukan tanpa penyetoran; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">jumlah yang melebihi jumlah setoran  	sahamnya yang diterima  atau  diperoleh  pemegang  saham karena  	pembelian kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan; </span> </span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">pembayaran kembali seluruhnya atau  	sebagian dari modal yang disetorkan,  jika  dalam  tahun-tahun  yang   	lampau  diperoleh keuntungan, kecuali jika pembayaran kembali itu adalah  	akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara sah; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">pembayaran sehubungan dengan  	tanda-tanda laba, termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba  	tersebut; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">bagian laba sehubungan dengan pemilikan  	obligasi; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">bagian laba yang diterima oleh pemegang  	polis; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="FI">pembagian berupa sisa hasil usaha  	kepada anggota koperasi; </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="FI">pengeluaran  perusahaan  untuk   	keperluan  pribadi  pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan. </span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> <strong>Dividen Yang Merupakan Objek Pajak</strong></span></p>
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Walaupun dividen merupakan objek Pajak Penghasilan sesuai Pasal 4 ayat (1)  Undang-undang PPh, namun dividen dengan syarat tertentu dikecualikan sebagai  objek pajak. Hal ini diatur dalam ketentuan Pasal 4 ayat (3) huruf f  Undang-undang Pajak Penghasilan. Berdasarkan ketentuan ini, dividen yang bukan  objek pajak adalah dividen atau bagian laba <span style="color: black;">yang  diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri,  koperasi, badan usaha milik negara, atau badan usaha </span> <span style="letter-spacing: -0.1pt; color: black;">milik daerah, dari penyertaan  modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat </span> <span style="letter-spacing: -0.15pt; color: black;">kedudukan di Indonesia dengan  syarat: </span></span></p>
<ol>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 0in; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.1pt; color: black;"> dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="color: black;">bagi perseroan terbatas,  	badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah   yang menerima</span><span style="font-family: Times New Roman Italic; color: black;"> dividen</span><span style="color: black;">,  kepemilikan saham pada badan  	yang  memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari  	jumlah modal yang </span><span style="letter-spacing: -0.15pt; color: black;"> disetor. </span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">Dengan demikian,  sebenarnya ada empat syarat agar dividen tersebut bisadikualifikasikan sebagai  bukan objek pajak, yaitu :</span></span></p>
<ol>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">Penerima dividen  	adalah perseroan terbatas, koperasi dan BUMN/BUMD,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">dividen berasal  	dari penyertaan pada badan usaha Indonesia,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">dividen berasal  	dari cadangan laba ditahan, dan</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="color: black;">bagi perseroan terbatas,  	badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah   yang menerima</span><span style="font-family: Times New Roman Italic; color: black;"> dividen</span><span style="color: black;">,  kepemilikan saham yang dimiliki  	minimal sebesar 25%.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Jika salah satu syarat tersebut tidak dipenuhi maka dividen  merupakan objek pajak. Dengan kata lain, seluruh syarat harus dipenuhi agar  dividen tersebut bukan termasuk objek pajak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kalau kita tengok UU PPh lama, sebenarnya ada satu l;agi  syarat yaitu penerima dividen harus mempunyai usaha aktif. Syarat ini  dihilangkan dengan pertimbangan bahwa kriteria mempunyai usaha aktif ini tidak  memiliki penafsiran yang jelas sehingga dalam praktek sering menimbulkan  perbedaan pendapat antara fiskus dan Wajib Pajak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><strong>Dividen Sebagai Objek Pemotongan PPh</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Berdasarkan ketentuan dalam Undang-undang Pajak Penghasilan  yang lama (sampai dengan UU Nomor 17 Tahun 2000), dividen adalah objek  pemotongan PPh Pasal 23 dengan tarif 15% dan sifatnya tidak final. Dividen di  sini tentu saja tidak termasuk dividen yang dikecualikan sebagai objek pajak  sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf f UU PPh. Nah, karena sifatnya  tidak final, maka pemotongan PPh sebesar 15% ini sifatnya hanya pembayaran di  muka saja. Dalam perhitungan PPh terutang dalam SPT Tahunan, kemungkinan besar  akan terdapat tambahan PPh terutang karena akan kena lapisan tarif yang lebih  tinggi. Katakanlah jika si penerima dividen ini memiliki penghasilan kena pajak  dalam satu tahun lebih dari Rp200 Juta maka tarif sebenarnya atas dividen ini  bisa 35%.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tarif yang tinggi ini menyebabkan banyak perusahaan tidak  membagikan dividen karena dirasakan tarif pajak dividen sangat tinggi. Jika di  level perusahaan labanya sudah kena pajak 30% dan ditambah di level penerima  dividen kena pajak 35% maka tarif total atas dividen adalah 65%!.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dalam ketentuan baru Undang-undang Pajak Penghasilan baru  (yang akan berlaku tahun 2009), pengenaan pajak dividen juga diatur khusus dalam  Pasal 17 ayat (2c) di mana dividen <span style="color: black;">yang dibagikan  kepada Wajib </span><span style="letter-spacing: -0.05pt; color: black;">Pajak orang pribadi dalam negeri dikenakan tarif paling  tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dan </span> <span style="letter-spacing: -0.15pt; color: black;">bersifat final. Diharapkan dengan dikenakan PPh final  dengan tarif yang rendah ini beban pajak penerima dividen dapat dikurangi dan  perusahaan terdorong untuk mendistribusikan penghasilannya kepada pemegang saham.  Ketentuan lebih lanjut tentang pengenaan PPh Final atas dividen ini nantinya  akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">Dividen juga termasuk  objek Pajak Penghasilan PPh Pasal 23 yang dikenakan tarif 15% dari bruto dan  sifatnya tidak final. Jadi dalam hal dividen, substansi Pasal 23 ini tidak  mengalami perubahan. Yang harus diperhatikan adalah, sebagian objek PPh Pasal 23  yang dulunya objek PPh Pasal 23 nantinya akan dikenakan PPh Final berdasarkan  Pasal 17 ayat (2c).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">Dengan demikian,  perlakuan Pajak Penghasilan atas dividen dalam tahun 2009 terbagi menjadi 3  jenis :</span></span></p>
<ol>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">dividen yang  	bukan objek pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (3) huruf f  	Undang-undang PPh,</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">dividen yang  	merupakan objek pemotongan PPh Final berdasarkan Pasal 17 ayat (2c)  	Undang-undang PPh, dan</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">dividen yang  	merupakan objek PPh Pasal 23 berdasarkan Pasal 23 ayat (1) huruf a  	Undang-undang PPh</span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-right: 47.1pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">Tulisan-tulisan lain  yang terkait dengan tulisan ini :</span></span></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=53" target="_blank"> Perlakuan PPh Atas Dividen</a></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pph-pasal-23-baru-tahun-2009.html" target="_blank"> Tarif PPh Pasal 23 Baru 2009</a></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-penghasilan-pph-pasal-23.html" target="_blank"> Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23</a></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=30"> Tarif PPh Pasal 23</a></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=78" target="_blank"> Sistem Pemotongan dan Pemungutan PPh</a></span></p>
</li>
</ul>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fdividen-dalam-undang-undang-pph-2008.html';
  addthis_title  = 'Dividen+Dalam+Undang-undang+PPh+2008';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pajak dividen saham (61)</li><li>dividen adalah (18)</li><li>perhitungan pajak dividen (9)</li><li>dividen tidak kena PAJAK (8)</li><li>pajak dividen 2009 (7)</li><li>perhitungan pajak atas deviden (6)</li><li>dividen pph 23 (6)</li><li>undang-undang pajak dividen (4)</li><li>syarat dividen antar perusahaan tidak dikenakan pph (4)</li><li>dividen dalam uu pph (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/dividen-dalam-undang-undang-pph-2008.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarif PPh Pasal 23 Baru Tahun 2009</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pph-pasal-23-baru-tahun-2009.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pph-pasal-23-baru-tahun-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 00:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 23]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>
		<category><![CDATA[tarif PPh Pasal 23]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Untuk lebih memahami PPh Pasal 23, silahkan klik tulisan terbaru saya tentang PPh Pasal 23 :</p>

Ruang Lingkup PPh Pasal 23
PPh Pasal 23 Dengan Tarif 15% Dari Jumlah Bruto
PPh Pasal 23 Dengan Tarif 2%
Jumlah Bruto Sebagai Dasar Pengenaan PPh Pasal 23
Penghasilan Yang Tidak Dipotong PPh Pasal 23
Tatacara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 23

<p style="text-align: justify;">Salah <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pph-pasal-23-baru-tahun-2009.html">Tarif PPh Pasal 23 Baru Tahun 2009</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Untuk lebih memahami PPh Pasal 23, silahkan klik tulisan terbaru saya tentang PPh Pasal 23 :</p>
<ul>
<li><a title="Ruang Lingkup PPh Pasal 23" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/ruang-lingkup-pemotongan-pph-pasal-23.html" target="_blank">Ruang Lingkup PPh Pasal 23</a></li>
<li><a title="PPh Pasal 23 Tarif 15%" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-23-dengan-tarif-15.html" target="_blank">PPh Pasal 23 Dengan Tarif 15% Dari Jumlah Bruto</a></li>
<li><a title="PPh Pasal 23 Tarif 2%" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-23-dengan-tarif-2.html" target="_blank">PPh Pasal 23 Dengan Tarif 2%</a></li>
<li><a title="Jumlah Bruto Sebagai Dasar Pengenaan PPh Pasal 23" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/jumlah-bruto-sebagai-dasar-pengenaan-pph-pasal-23.html" target="_blank">Jumlah Bruto Sebagai Dasar Pengenaan PPh Pasal 23</a></li>
<li><a title="Penghasilan Yang Tidak Dipotong PPh Pasal 23" href="http://spt-pajak.com/penghasilan-yang-tidak-dipotong-pph-pasal-23.html" target="_blank">Penghasilan Yang Tidak Dipotong PPh Pasal 23</a></li>
<li><a title="Tatacara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 23" href="http://spt-pajak.com/tatacara-penyetoran-dan-pelaporan-pph-pasal-23.html" target="_blank">Tatacara Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 23</a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Salah satu perubahan besar yang dilakukan oleh Undang-undang Pajak Penghasilan yang baru saja disetujui oleh rapat paripurna DPR adalah masalah Pajak Penghasilan Pasal 23. Kenapa saya sebut perubahan besar? Karena sistem pentarifan PPh Pasal 23 yang selama ini menggunakan perkiraan penghasilan neto (sehingga kemudian ada istilah tarif efektif) akan diganti dengan penerapan tarif langsung kepada penghasilan bruto. Berikut ini saya coba saya sarikan perubahan-perubahan pada PPh Pasal 23 yang akan berlaku pada tahun 2009 nanti.</span></p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana;">Pemotong dan Yang Dipotong PPh Pasal 23</span></strong></h4>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Dalam masalah pemotong pajak ini, nampaknya tidak ada perubahan berarti yaitu tetap </span><span style="font-family: Verdana;">badan pemerintah, Subjek Pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. Wajib Pajak Orang Pribadi dapat ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai pemotong PPh Pasal 23. Ketentuan inipun tak mengalami perubahan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Fihak yang dipotong PPh Pasal 23 pun tidak mengalami perubahan yaitu Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT). Namun demikian kita harus mengaitkan siapa yang dipotong ini dengan objeknya, apakah penghasilan yang diterima/diperolehnya tersebut objek pemotongan PPh Pasal 23 atau bukan.</span></p>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 700; font-family: Verdana;">Penghasilan Yang Dipotong PPh Pasal 23</span></h4>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Perubahan pada penghasilan sebagai objek pemotongan PPh Pasal 23 adalah dihapuskannya Pasal 23 ayat (1) huruf b yaitu pengenaan PPh Pasal 23 yang bersifat final </span><span style="font-family: Verdana;">sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto  atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi</span><span style="font-family: Verdana;">. Jenis penghasilan lainnya tetap yaitu, dividen, bunga royalti, hadiah dan penghargaan selain yang sudah dipotong PPh Pasal 21, sewa, imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi dan jasa konsultan dan &#8220;jasa lain&#8221; selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Penentuan &#8220;jasa lain&#8221; dalam UU PPh yang baru diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan, sementara dalam ketentuan lama, penentuannya dilakukan oleh Keputusan Direktur Jenderal Pajak.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Jenis-jenis penghasilan yang dikecualikan sebagai objek pemotongan PPh Pasal 23, sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat (4) adalah sebagai berikut :</span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6.15pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank (<em>tidak berubah</em>) </span></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 5.8pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan <span style="letter-spacing: -0.15pt;">hak opsi (<em>tidak berubah</em>) </span></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 5.8pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf f dan dividen yang <span style="letter-spacing: -0.1pt;">diterima oleh orang pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2c)</span><span style="letter-spacing: -0.1pt;"> (<em>ketentuan baru dalam frasa berwarna biru</em>)</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 5.85pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">bunga obligasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf j (<em>ketentuan ini </em></span><span style="font-family: Verdana;"><em>dihapus sesuai dengan perubahan di Pasal 4 ayat (3) Undang-undang PPh</em>) </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6.15pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">bagian laba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf i (<em>tidak berubah</em>) </span></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 5.85pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.1pt;">sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya (<em>tidak berubah</em>)</span></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6.15pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya </span><span style="font-family: Verdana;">(<em>ketentuan ini dihapus sehingga pengenaan PPh nya kembali pada ketentuan Pasal 23 ayat (1) huruf a, atau akan dikenakan PPh Final tersendiri berdasar Pasal 4 ayat(2)?</em>) </span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 5.9pt; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.05pt;">penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang </span>berfungsi  sebagai  penyalur  pinjaman  dan/atau  pembiayaan  yang  diatur  dengan <span style="letter-spacing: -0.15pt;">Peraturan Menteri Keuangan (<em>ketentuan ini sama sekali baru, nampaknya untuk memberikan keadilan antara bank dan lembaga keuangan yang kegiatan usahanya mirip dengan bank</em>).</span></span></span></p>
</li>
</ol>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 700; font-family: Verdana;">Tarif PPh Pasal 23</span></h4>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Dalam ketentuan lama, struktur tarif PPh Pasal 23 adalah sebagai berikut :</span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><span style="font-family: Verdana;">Tarif 15% x Penghasilan Bruto dan bersifat tidak final dikenakan terhadap penghasilan berupa dividen, bunga, royalti dan hadiah dan penghargaan selain yang sudah dipotong PPh Pasal 21.</span></li>
<li><span style="font-family: Verdana;">Tarif 15% x Penghasilan Bruto dan <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=43" target="_blank">bersifat final</a> dikenakan kepada bunga simpanan yang dibayarkan koperasi yang jumlahnya melebihi Rp240.000,- sebulan.</span></li>
<li><span style="font-family: Verdana;">15% (lima belas persen) dari perkiraan penghasilan neto atas sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta; dan imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21. Ketentuan mengenai jenis penghasilan dan besarnya perkiraan penghasilan neto diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-70/PJ/2007. Silahkan klik <a href="http://dudiwahyudi.com/tarif-efektif-pph-pasal-23">Daftar Tarif PPh Pasal 23</a> untuk mengetahuinya.</span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Dalam ketentuan baru Undang-undang Pajak Penghasilan, struktur tarifnya adalah sebagai berikut :</span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">Tarif 15% x Penghasilan Bruto dan bersifat tidak final dikenakan terhadap penghasilan berupa dividen, bunga, royalti dan hadiah, penghargaan dan <strong>bonus </strong>selain yang sudah dipotong PPh Pasal 21. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">Dihapus</span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="letter-spacing: -0.15pt;">sebesar </span><span style="letter-spacing: -0.15pt;">2% (dua persen) dari jumlah bruto</span><span style="letter-spacing: -0.15pt;"> atas: </span></span></span></p>
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai  <span style="letter-spacing: -0.15pt;">Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2); dan </span></span></span></p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;">imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa  konsultan,  dan jasa  lain  selain  jasa  yang  telah  dipotong Pajak Penghasilan <span style="letter-spacing: -0.15pt;">sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21. </span></span></span></p>
</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Dari paragraf di atas bisa kita simpulkan bahwa pada <span style="text-decoration: underline;">point 1 tidak mengalami perubahan berarti</span>. Pada point 2, PPh Pasal 23 Final atas bunga simpanan koperasi dihapuskan. Ketentuan mengenai bunga koperasi nampaknya akan masuk pada point 1 di mana dikenakan PPh Pasal 23 tidak final sebesar 15% dari penghasilan bruto tanpa ada pembatasan jumlah bunga yang selama ini kita kenal. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Kalau kita cermati pada point 3, sebenarnya tak ada perubahan dari jenis penghasilannya. <span style="text-decoration: underline;">Yang berubah adalah tarifnya!</span>. Selama ini PPh Pasal 23 ini dikenakan tarif 15% ini dari Perkiraan Penghasilan Neto. Besarnya perkiraan penghasilan neto ini ditetapkan oleh Keputusan/Peraturan Direktur Jenderal Pajak. Tahun 2009 nanti kita nampaknya harus mengucapkan selamat tinggal pada kata &#8220;perkiraan penghasilan neto&#8221; ini. Ya, mulai tahun 2009 nanti tarif PPh Pasal 23 hanya satu saja yaitu 2% dari penghasilan bruto. Lumayan kan, kita tak perlu lagi pusing dengan jenis-jenis jasa dan tarifnya yang banyak itu <img src='http://dudiwahyudi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Kita tinggal menunggu jenis &#8220;jasa lain&#8221; yang akan diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan yang selama ini penentuan jenis &#8220;jasa lain&#8221; ini menjadi hak Direktur Jenderal Pajak. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: Verdana;">Tarif Lebih Tinggi Bagi Wajib Pajak Tak Ber-NPWP</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Berdasarkan Pasal 23 ayat (1a) Undang-undang Pajak Penghasilan yang baru,</span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Verdana;"> Wajib Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan yang merupakan objek pemotongan PPh Pasal 23 dan tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), maka besarnya tarif pemotongan PPh Pasal 23 adalah lebih tinggi  100%  (seratus  persen) daripada tarif PPh Pasal 23 umumnya</span><span style="font-family: Verdana; letter-spacing: -0.15pt;">. Saya menafsirkan ketentuan ini sebagai berikut. Jika bagi Wajib Pajak yang berNPWP dikenakan tarif 15%, maka bagi yang tidak berNWP akan dikenakan tarif 30%. Begitu juga jika Wajib Pajak berNPWP dikenakan tarif 2% maka bagi yang tidak berNWP menjadi 4%. Ada yang punya penafsiran lain? Silahkan.</span></span></p>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="color: #000000; font-family: Verdana; letter-spacing: -0.15pt;"><strong>Update 21 Januari 2009 :</strong></span></h4>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Telah terbit Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur jenis jasa lain yang</p>
<p style="text-align: justify;">dikenakan PPh Pasal 23  dengan tarif 2% dari penghasilan bruto.</p>
<p style="text-align: justify;">Peraturan Menteri Keuangan tersebut adalah <a title="Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/2008" href="http://www.ziddu.com/download/3249952/pmk244.pdf.html" target="_blank">Nomor 244/PMK.03/2008 tanggal 31 Desember 2008</a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui jenis jasa lain yang dikenakan PPh Pasal 23, silahkan klik tulisan berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><a title="Jenis Jasa Lain" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/jenis-jasa-lain-yang-dikenakan-pph-pasal-23.html" target="_blank">Jenis Jasa Lain Yang Dikenakan PPh Pasal 23</a></p>
<h4 style="text-align: justify;"><strong>Update 6 Agustus 2009 :</strong></h4>
<p style="text-align: justify;">Bentuk SPT Masa PPh Pasal 23 telah ditetapkan dengan terbitnya PER-43/PJ/2009. Silahkan klik tulisan saya tentang hal ini di sini : <a href="http://spt-pajak.com/spt-masa-pph-pasal-22-23-4-ayat-2-baru.html" target="_blank">SPT Masa PPh Pasal 22, 23 dan 4 ayat (2) baru.</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Ftarif-pph-pasal-23-baru-tahun-2009.html';
  addthis_title  = 'Tarif+PPh+Pasal+23+Baru+Tahun+2009';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>tarif pph pasal 23 (543)</li><li>pajak penghasilan pasal 23 (425)</li><li>pasal 23 (292)</li><li>contoh soal pph pasal 23 (281)</li><li>PPh Psl 23 (194)</li><li>PPh 23 terbaru (182)</li><li>pajak pasal 23 (179)</li><li>tarif pajak pph 23 (177)</li><li>tarif pph pasal 23 baru tahun 2009 (171)</li><li>tarif pph 23 (167)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-pph-pasal-23-baru-tahun-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>100</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarif Baru Pajak Penghasilan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-baru-pajak-penghasilan.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-baru-pajak-penghasilan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[<p> </p>
<p align="justify">Salah satu perubahan mendasar yang dilakukan oleh Undang-undang Pajak Penghasilan baru adalah berubahnya tarif umum Pajak Penghasilan yang diatur dalam Pasal 17. Baik tarif untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan, kedua-duanya mengalami perubahan. Namun demikian, sifat perubahannya berbeda. Apabila tarif PPh Orang Pribadi hanya berubah dalam hal tarif dan lapisan kena pajaknya, <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-baru-pajak-penghasilan.html">Tarif Baru Pajak Penghasilan</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Salah satu perubahan mendasar yang dilakukan oleh Undang-undang Pajak Penghasilan baru adalah berubahnya tarif umum Pajak Penghasilan yang diatur dalam Pasal 17. Baik tarif untuk Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan, kedua-duanya mengalami perubahan. Namun demikian, sifat perubahannya berbeda. Apabila tarif PPh Orang Pribadi hanya berubah dalam hal tarif dan lapisan kena pajaknya, tetapi perubahan tarif PPh badan lebih ke jenis tarifnya yaitu dari tarif proporsional menjadi tarif tunggal (<em>single tax</em>).</span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family: Verdana;">Tarif PPh Orang Pribadi</span></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Sampai dengan tahun pajak 2008, tarif PPh Orang Pribadi adalah sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak s.d. Rp 25 Juta kena tarif 5%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak Rp 25 Juta s.d. Rp 50 Juta kena tarif 10%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak Rp 50 Juta s.d. Rp 100 Juta kena tarif 15%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak Rp 100 Juta s.d. Rp 200 Juta kena tarif 25%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak di atas Rp 200 Juta kena tarif 35%</span></div>
</li>
</ol>
<p> </p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Mulai tahun 2009, struktur tarifnya adalah sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak s.d. Rp 50 Juta kena tarif 5%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak Rp 50 Juta s.d. Rp 250 Juta kena tarif 15%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak Rp 250 Juta s.d. Rp 500 Juta kena tarif 25%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak di atas Rp 500 Juta kena tarif 30%</span></div>
</li>
</ol>
<p> </p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dari struktur tarif di atas terlihat bahwa perubahannya terletak pada pengurangan lapisan kena pajak, penurunan tarif tertinggi, dan perubahan rentang lapisan kena pajak. Sistem pentarifannya masih merupakan tarif proporsional. Namun demikian, secara umum bisa dikatakan bahwa perubahan tarif pada Wajib Pajak Orang Pribadi ini bersifat menurunkan tarif pajak. Hal ini berarti bisa kita baca sebagai keuntungan bagi masyarakat Wajib Pajak dan adanya potensi penurunan penerimaan pajak bagi negara.</span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family: Verdana;">Tarif PPh Badan</span></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Sampai dengan tahun pajak 2008, tarif Pajak Penghasilan Badan menganut tarif proporsional dengan struktur sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak s.d. Rp 50 Juta kena tarif 10%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak Rp 50 Juta s.d. Rp 100 Juta kena tarif 15%</span></div>
</li>
<li>
<div><span style="font-family: Verdana;">Lapisan Penghasilan Kena Pajak di atas Rp 100 Juta kena tarif 30%</span></div>
</li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Mulai tahun pajak 2009, tarif PPh Badan menganut sistem tarif tunggal atau <em>single tax</em> yaitu 28% dan akan menjadi 25% pada tahun 2010. Jadi berapapun penghasilan kena pajaknya, tarif yang dikenakan adalah satu yaitu 28% atau 25%. Khusus untuk perusahaan terbuka yang memenuhi syarat tertentu, tarif PPh Badan nya adalah 5% lebih rendah dari tarif umum.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Secara umum, perubahan tarif PPh Badan ini menguntungkan bagi perusahaan-perushaan besar yang biasanya kena tarif lapisan tertinggi 30%. Namun bagi perusahaan-perusahaan kecil, yang biasanya kena tarif dengan lapisan kena pajak rendah tentu saja akan merugikan karena akan mengalami kenaikan tarif. Namun demikian, ada ketentuan baru dalam Pasal 31E yang memberikan fasilitas pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif umum untuk Wajib Pajak badan yang omzetnya tidak lebih dari Rp50 Milyar yang dikenakan terhadap penghasilan kena pajak dari bagian omzet sampai dengan Rp4,8 Milyar.</span></p>
<p align="justify"> </p>
<p align="justify"> </p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Ftarif-baru-pajak-penghasilan.html';
  addthis_title  = 'Tarif+Baru+Pajak+Penghasilan';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>tarif pajak penghasilan badan (113)</li><li>tarif pph badan (105)</li><li>tarif pajak terbaru (86)</li><li>tarif pph 29 (68)</li><li>tarif pph badan 2009 (62)</li><li>tarif pajak pph badan (56)</li><li>tarif penghasilan kena pajak (55)</li><li>tarif pajak penghasilan terbaru (53)</li><li>tarif pph badan 2010 (50)</li><li>tarif pajak pph 29 (32)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-baru-pajak-penghasilan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-02-07 16:34:30 -->
