<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG PAJAK INDONESIA &#187; SPT</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/tag/spt/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 09:35:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kewajiban SPT Wanita Kawin</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-spt-wanita-kawin.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-spt-wanita-kawin.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 01:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[wanita kawin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[


&#160;Powered by Max Banner Ads&#160;<p style="text-align: justify;">Prinsip Pengenaan PPh Orang Pribadi</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dikenakan terhadap satu keluarga. Prinsip seperti ini bisa kita temukan dalam Pasal 8 ayat (1) UU PPh yang mengatur bahwa penghasilan atau kerugian istri dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suaminya.. Penggabungan penghasilan ini tidak berlaku <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-spt-wanita-kawin.html">Kewajiban SPT Wanita Kawin</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:5px 0 5px 0; text-align:left; float:left;"><span style="padding:4px 4px 4px 4px;border:0;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-9865336210085934";
/* 300x250, created 12/5/09 */
google_ad_slot = "6745667831";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></span><br />&nbsp;<span style="font-size:9px">Powered by <a style="color:#0000ff;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:9px" href="http://www.maxblogpress.com/go.php?offer=niceart&pid=12" target="_blank" onmouseover="self.status='MaxBlogPress.com';return true;" onmouseout="self.status=''">Max Banner Ads</a></span>&nbsp;</div><p style="text-align: justify;"><strong>Prinsip Pengenaan PPh Orang Pribadi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dikenakan terhadap satu keluarga. Prinsip seperti ini bisa kita temukan dalam Pasal 8 ayat (1) UU PPh yang mengatur bahwa penghasilan atau kerugian istri dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suaminya.. Penggabungan penghasilan ini tidak berlaku jika penghasilan istri semata-mata berasal dari satu pemberi kerja dan sudah dipotong PPh Pasal 21.<br />
Prinsip pengenaan pajak pada satu keluarga juga bisa kita baca dari Pasal 7 UU PPh yang mengatur mengenai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Dalam struktur PTKP terdapat unsur PTKP berupa status kawin, tanggungan keluarga dan apabila ada penghasilan istri digabung.<br />
Dari ketentuan di atas juga bisa kita simpulkan bahwa suami adalah dalam keluarga adalah pemeran utama pelaksanaan kewajiban sehingga dalam kepemilikan NPWP pun. NPWP adalah atas nama suami. Istri dan anak ikut dalam NPWP suami.<br />
Dengan demikian, bagi wanita kawin, pada dasarnya tidak ada kewajiban penyampaian SPT Tahunan. Kewajiban SPT ada pada suami sebagai pemegang NPWP. Jika istri dan anak yang belum dewasa memiliki penghasilan, maka penghasilan tersebut digabungkan dengan penghasilan suaminya.</p>
<p><strong>Wanita Kawin Wajib Menyampaikan SPT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pasal 8 ayat (2) UU PPh, penghasilan suami istri dikenai pajak secara terpisah dalam hal :</p>
<ol>
<li>Suami istri hidup berpisah berdasarkan putusan hakim,</li>
<li>Adanya perjanjian tertulis pemisahan harta dan penghasilan oleh suami istri, dan</li>
<li>Dikehendaki oleh istri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri.</li>
</ol>
<p>Apabila kondisi tersebut terjadi maka istri berkewajiban pula memiliki NPWP. Dengan demikian ia juga wajib menyampaikan SPT Tahunan  dan dilakukan sendiri oleh wanita kawin atau istri dan terpisah dari suaminya.</p>
<p><strong>Bagaimana Cara Menghitung Pajaknya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal suami istri hidup berpisah berdasarkan putusan hakim maka penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan pengenaan pajaknya dilakukan sendiri-sendiri. Dengan demikian, PPh terutang dihitung seperti Wajib Pajak yang berstatus tidak kawin. Tanggungan keluarga untuk PTKP adalah tanggungan yang sebenarnya. Jadi, jika semua anak ikut istri maka anak menjadi tanggungan istri, begitu pula sebaliknya.<br />
Bagi suami istri yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta keluarga yang istrinya menghendaki pengenaan pajak secara terpisah, maka penghitungan pajaknya dilakukan berdasarkan penjumlahan penghasilan neto suami istri dan masing-masing suami istri memikul beban pajak sesuai perbandingan penghasilan netonya.<br />
Beberapa ketentuan penegasan tentang pengenaan PPh bagi wanita kawin atau istri yang mengadalakan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta istri yang menghendaki melaksanakan hak dan kewajiban pajaknya secara terpisah, diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE &#8211; 29/PJ/2010 Tentang Pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Bagi Wanita Kawin Yang Melakukan Perjanjian Pemisahan Harta Dan Penghasilan Atau Yang Memilih Untuk Menjalankan Hak Dan Kewajiban Perpajakannya Sendiri. Beberapa penegasan tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Bagi wanita kawin yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan atau yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi atas namanya sendiri terpisah dengan SPT Tahunan PPh suaminya.</li>
<li>Penghasilan yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh wanita kawin tersebut dalam suatu tahun pajak, tidak termasuk penghasilan anak yang belum dewasa.</li>
<li>Penghitungan PPh terutang dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a didasarkan pada penggabungan penghasilan neto suami isteri dan besarnya PPh terutang bagi isteri tersebut dihitung sesuai dengan perbandingan penghasilan neto antara suami dan isteri.</li>
<li>Penghitungan PPh terutang sebagaimana dimaksud pada huruf c, berlaku juga bagi wanita kawin sebagai pegawai yang mempunyai penghasilan semata-mata diterima atau diperoleh dari 1 (satu) pemberi kerja yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21.</li>
<li>Harta dan kewajiban/utang yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah harta dan kewajiban yang dimiliki dan/atau dikuasai wanita kawin tersebut pada akhir tahun pajak.</li>
<li>Tata cara pengisian SPT Tahunan bagi wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a sesuai dengan petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak orang pribadi sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-34/PJ/2009 tentang Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Beserta Petunjuk Pengisiannya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-66/PJ/2009.</li>
</ol>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fkewajiban-spt-wanita-kawin.html';
  addthis_title  = 'Kewajiban+SPT+Wanita+Kawin';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>ptkp wanita kawin (26)</li><li>wanita kawin (13)</li><li>ptkp wanita (10)</li><li>ptkp untuk wanita kawin (8)</li><li>ptkp wanita menikah (6)</li><li>perhitungan PTKP untuk wanita kawin (4)</li><li>penghasilan kena pajak pph 21 wanita menikah (3)</li><li>ptkp untuk wanita (3)</li><li>status karyawan perempuan kawin dalam ptkp (3)</li><li>status ptkp wanita menikah (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-spt-wanita-kawin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Pertanyaan Seputar SPT Tahunan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/beberapa-pertanyaan-seputar-spt-tahunan.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/beberapa-pertanyaan-seputar-spt-tahunan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 01:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[SPT OP]]></category>
		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[<p>1.	Ada berapa jenis SPT Tahunan Pajak Penghasilan?</p>
<p>Formulir SPT Tahunan Pajak Penghasilan terdiri dari formulir SPT untuk Wajib Pajak Badan dan formulir SPT untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. SPT Tahunan Wajib Pajak Badan memiliki kode formulir 1771. Sementara itu untuk Wajib Pajak Orang Pribadi, formulir SPT Tahunan terdiri dari tiga jenis formulir yaitu formulir 1770, formulir 1770 <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/beberapa-pertanyaan-seputar-spt-tahunan.html">Beberapa Pertanyaan Seputar SPT Tahunan</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>1.	Ada berapa jenis SPT Tahunan Pajak Penghasilan?</em></p>
<p>Formulir SPT Tahunan Pajak Penghasilan terdiri dari formulir SPT untuk Wajib Pajak Badan dan formulir SPT untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. SPT Tahunan Wajib Pajak Badan memiliki kode formulir 1771. Sementara itu untuk Wajib Pajak Orang Pribadi, formulir SPT Tahunan terdiri dari tiga jenis formulir yaitu formulir 1770, formulir 1770 S dan formulir 1770 SS.</p>
<p><em>2.	Bagaimana cara saya mendapatkan formulir SPT Tahunan?</em></p>
<p>Formulir SPT Tahunan Pajak Penghasilan dapat diperoleh di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat atau dapat diunduh di website pajak (www.pajak.go.id).  Download di blog ini juga bisa.</p>
<p><em>3.	Siapa yang dapat mengisi SPT Tahunan formulir 1770 SS?</em></p>
<p>Formulir SPT Tahunan 1770 SS adalah formulir SPT untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilannya berasal dari satu pemberi kerja dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp 60.000.000,00 dan tidak punya penghasilan lain kecuali penghasilan bunga bank dan/atau bunga koperasi.</p>
<p><em>4.	Penghasilan saya bersumber dari kegiatan usaha. Jenis SPT Tahunan apa yang harus saya isi?</em></p>
<p>Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki penghasilan dari kegiatan usaha seperti membuka usaha toko, bengkel, salon dan sejenisnya atau dari pekerjaan bebas seperti membuka praktek dokter, jenis SPT Tahunan yang digunakan adalah formulir 1770.</p>
<p><em>5.	Di mana saja tempat menyampaikan SPT Tahunan?</em></p>
<p>SPT Tahunan dapat disampaikan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Mobil Pajak, Pojok Pajak dan di lokasi-lokasi tertentu yang terdapat Drop Box sebagai tempat penyampaian SPT Tahunan.</p>
<p><em>6.	Apakah penyampaian SPT Tahunan harus dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Wajib Pajak terdaftar?</em></p>
<p>Tidak. Penyampaian SPT Tahunan bisa dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) mana saja. Penyampaian SPT Tahunan juga bisa dilakukan di lokasi-lokasi tertentu di mana terdapat Pojok Pajak/Mobil Pajak/Drop Box di mana saja.</p>
<p><em>7.	Dapatkan menyampaikan SPT Tahunan melalui pos?</em></p>
<p>Penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan dapat dilakukan melalui Pos dengan bukti pengiriman surat atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar</p>
<p><em>8.	Bagaimana caranya menyampaikan SPT Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak/Mobil Pajak/Pojok Pajak/Drop Box?</em></p>
<p>Dalam hal SPT Tahunan disampaikan langsung melalui KPP/Mobil Pajak/Pojok Pajak/Drop Box, satu SPT Tahunan disampaikan dalam satu amplop tertutup dengan menuliskan pada bagian luar amplop keterangan sebagai berikut :<br />
a.	Nama Wajib Pajak<br />
b.	Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)<br />
c.	Tahun Pajak<br />
d.	Status SPT (Kurang Bayar/Lebih Bayar/Nihil)<br />
e.	Nomor telepon<br />
Jangan lupa untuk menandatangani SPT Tahunan sebelum dimasukkan ke dalam amplop. Jika SPT Tahunan menyatakan kurang bayar, jangan lupa melampirkan asli Surat Setoran Pajak (SSP) lembar ke-3</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fbeberapa-pertanyaan-seputar-spt-tahunan.html';
  addthis_title  = 'Beberapa+Pertanyaan+Seputar+SPT+Tahunan';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pertanyaan tentang pajak (31)</li><li>SPT OP (25)</li><li>formulir isian sensus pajak (25)</li><li>pertanyaan pajak (18)</li><li>pertanyaan sensus pajak (14)</li><li>pertanyaan tentang pajak penghasilan (13)</li><li>pertanyaan seputar pajak (11)</li><li>SPT TAHUNAN JASA KONSTRUKSI (10)</li><li>pertanyaan tentang SPT (9)</li><li>pertanyaan tentang perpajakan (8)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/beberapa-pertanyaan-seputar-spt-tahunan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>1770, 1770 S, Atau 1770 SS?</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/1770-1770-s-atau-1770-ss.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/1770-1770-s-atau-1770-ss.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 01:25:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[SPT OP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebentar lagi kita memasuki bulan Maret di mana pada bulan Maret ini banyak Wajib Pajak menyampaikan SPT nya di bulan Maret. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan sekarang dibedakan antara SPT PPh Orang Pribadi dan SPT PPh Badan. Untuk SPT PPh Orang Pribadi, jatuh temponya tetap akhir Maret. Sementara itu, jatuh <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/1770-1770-s-atau-1770-ss.html">1770, 1770 S, Atau 1770 SS?</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebentar lagi kita memasuki bulan Maret di mana pada bulan Maret ini banyak Wajib Pajak menyampaikan SPT nya di bulan Maret. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan sekarang dibedakan antara SPT PPh Orang Pribadi dan SPT PPh Badan. Untuk SPT PPh Orang Pribadi, jatuh temponya tetap akhir Maret. Sementara itu, jatuh tempo SPT Tahunan PPh Badan adalah akhir April. Ketentuan ini merupakan salah satu ketentuan dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007.<br />
Nah, bagi Anda Wajib Pajak Orang Pribadi, Anda harus siap-siap membuat dan menyampaikan SPT Tahunan pada bulan Maret. Nah, mungkin banyak di antara Anda yang masih bingung harus mengisi formulir yang mana karena untuk SPT Orang Pribadi terdapat tiga formulir yaitu formulir 1770, formulir 1770 S dan  formulir 1770 SS. Nah, tulisan ini akan memberikan sedikit arahan bagi Anda yang masih bingung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Formulir 1770</strong><br />
Kata kunci pada formulir ini adalah : “penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas”. Jika Anda memiliki penghasilan jenis ini maka wajib hukumnya Anda menggunakan formulir ini. Kalaupun Anda punya penghasilan lain semisal penghasilan dari pekerjaan, atau penghasilan passive seperti dividen atau bunga, Anda harus menggunakan formulir 1770 (tanpa S).<br />
Contoh kegiatan usaha/pekerjaan bebas misalnya adalah usaha toko, wartel, usaha persewaan kendaraan, salon kecantikan, praktek dokter, pengacara dan sebagainya. Jadi kegiatan usaha itu bisa dalam bentuk usaha perdagangan, jasa ataupun pabrikan. Pekerjaan bebas biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian dan membuka praktek menjual keahliannya tersebut kepada khalayak atas namanya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Formulir 1770 SS</strong><br />
Kata kunci pada formulir ini adalah : ”penghasilan semata-mata dari satu pekerjaan dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60 Juta”. Nah, jika Anda berstatus sebagai karyawan atau pegawai yang bekerja pada hanya satu perusahaan/instansi/organisasi dengan penghasilan bruto setahun tidak lebih dari Rp60 Juta, dan tidak punya penghasilan lain selain bunga deposito atau tabungan, maka Anda cukup mengisi SPT 1770 SS.<br />
Formulis SS ini memang dirancang sangat sederhana. Hanya ada satu lembar formulir ini dengan dilampiri formulir 1721 A1 saja. Formulir ini pun formulir yang paling banyak digunakan karena sebagian besar Wajib Pajak Orang Pribadi adalah karyawan dengan penghasilan tidak lebih dari Rp60 Juta setahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Update 2010 :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Batasan Rp60 Juta untuk SPT Tahunan 2009 sudah dihilangkan, artinya wajib pajak orang pribadi yang penghasilannya berasal dari satu pemberi kerja (tidak ada batasan penghasilan bruto) dan tidak punya penghasilan lain selain bunga bank/koperasi, dapat menggunakan SPT 1770 SS ini. </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Untuk lebih jelasnya, silahkan baca juga tulisan terbaru di blog saya yang lain berikut ini :</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><a title="SPT Tahunan Orang Pribadi 2009" href="http://spt-pajak.com/spt-tahunan-orang-pribadi-tahun-2009.html" target="_blank">SPT Tahunan Orang Pribadi 2009</a></em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Update terbaru :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Batas Rp60 juta kembali diberlakukan. Dengan demikian formulir 1770 SS hanya boleh digunakan oleh WP OP yang penghasilannya berasal dari satu pekerjaan saja dengan penghasilan tidak lebih dari Rp60 juta dan tidak puinya penghasilan lain selain bunga bank atau bunga koperasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Formulir 1770 S</strong><br />
Nah, jika Anda tidak masuk kriteria untuk mengisi formulir 1770 atau 1770 SS maka formulir yang harus Anda isi adalah formulir 1770 S. Misalnya Wajib Pajak yang masuk kriteria ini adalah Wajib Pajak yang penghasilannya dari satu pekerjaan tetapi penghasilan bruto setahunnya lebih dari Rp60 Juta. Seorang karyawan yang bekerja pada lebih dari satu perusahaan/pemberi kerja juga mengisi formulir SPT 1770 S.</p>
<p>Nah, sudah jelas kan formulir SPT mana yang harus Anda buat? Kalau belum jelas, silahkan tinggalkan komentar di bawah.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2F1770-1770-s-atau-1770-ss.html';
  addthis_title  = '1770%2C+1770+S%2C+Atau+1770+SS%3F';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>spt 1770 (154)</li><li>formulir 1770 (131)</li><li>1770 (98)</li><li>Formulir Pajak 1770 (80)</li><li>form 1770 (64)</li><li>perpajakan (50)</li><li>1770 s (50)</li><li>form pajak 1770 (47)</li><li>formulir pajak 1770 s (39)</li><li>formulir 1770 ss (27)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/1770-1770-s-atau-1770-ss.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Perlu Menyampaikan SPT PPh</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tidak-perlu-mentyampaikan-spt-pph.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tidak-perlu-mentyampaikan-spt-pph.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 23:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[ptkp]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[SPT Masa]]></category>
		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;">Seseorang atau badan, memiliki kewajiban menyampaikan SPT (baik SPT Masa ataupun SPT Tahunan). Namun demikian, ada Wajip Pajak tertentu yang tidak perlu menyampaikan SPT berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 183/PMK.03/2007.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;">Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tidak-perlu-mentyampaikan-spt-pph.html">Tidak Perlu Menyampaikan SPT PPh</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Seseorang atau badan, memiliki kewajiban menyampaikan SPT (baik SPT Masa ataupun SPT Tahunan). Namun demikian, ada Wajip Pajak tertentu yang tidak perlu menyampaikan SPT berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 183/PMK.03/2007.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak), dikecualikan untuk menyampaikan SPT, baik SPT Tahunan PPh maupun SPT Masa PPh Pasal 25.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Sementara itu, Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas.dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 25.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Dengan demikian, dapat disimpulkan :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">1.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">   </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Semua Wajib Pajak Badan (PT, CV, Yayasan, Koperasi dll) wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Masa PPh Pasal 25.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">2.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">   </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilannya di bawah PTKP tidak perlu menyampaikan SPT Tahunan dan juga SPT Masa PPh Pasal 25.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">3.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">   </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang penghasilannya di atas PTKP wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh dan SPT Masa PPh Pasal 25.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">4.</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">   </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang penghasilannya di atas PTKP hanya wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh saja.</span></span></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Ftidak-perlu-mentyampaikan-spt-pph.html';
  addthis_title  = 'Tidak+Perlu+Menyampaikan+SPT+PPh';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cek npwp valid (6)</li><li>cara mengecek npwp (4)</li><li>kewajiban menyampaikan spt tahunan untuk pengusaha (2)</li><li>wp op dikecualikan penyampaian PPh pasal 25 (2)</li><li>cara ngecek npwp (2)</li><li>cara cek npwp (2)</li><li>besarnya PTKP 2010 (2)</li><li>wp yang tidak wajib menyampaikan spt tahunan pph badan (2)</li><li>YAYASAN APAKAH WAJIB LAPOR PPH PASAL 25 (1)</li><li>pph 25 badan spt 2010 (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tidak-perlu-mentyampaikan-spt-pph.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PPh Untuk Distributor MLM</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-untuk-distributor-mlm.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-untuk-distributor-mlm.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 23:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[mlm]]></category>
		<category><![CDATA[pph]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;">Tulisan ini merupakan jawaban atas pertanyaan seorang kepada email saya beberapa waktu yang lalu. Pada intinya, dua hal yang dipertanyakan dalam email tersebut adalah bagaimana pemotongan PPh atas penghasilan yang diterima oleh anggota atau distributor MLM, dan bagaimana pelaporan penghasilan dari MLM ini oleh distributor MLM pada SPT Tahunan <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-untuk-distributor-mlm.html">PPh Untuk Distributor MLM</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Tulisan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">merupakan</span> <span class="SpellE">jawaban</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">pertanyaan</span> <span class="SpellE">seorang</span> <span class="SpellE">kepada</span> email <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">beberapa</span> <span class="SpellE">waktu</span> yang <span class="SpellE">lalu</span>. <span class="SpellE">Pada</span> <span class="SpellE">intinya</span>, <span class="SpellE">dua</span> <span class="SpellE">hal</span> yang <span class="SpellE">dipertanyakan</span> <span class="SpellE">dalam</span> email <span class="SpellE">tersebut</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">bagaimana</span> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> yang <span class="SpellE">diterima</span> <span class="SpellE">oleh</span> <span class="SpellE">anggota</span> <span class="SpellE">atau</span> distributor MLM, <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">bagaimana</span> <span class="SpellE">pelaporan</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">dari</span> MLM <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">oleh</span> distributor MLM <span class="SpellE">pada</span> SPT <span class="SpellE">Tahunan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span><span class="GramE">..</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">Pemotongan</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Dasar</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> yang <span class="SpellE">diterima</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">diperoleh</span> distributor MLM <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">Keputusan</span> <span class="SpellE">Dirjen</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Nomor</span> KEP-545/PJ./2000 <span class="SpellE">sebagaimana</span> <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">diubah</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">Peraturan</span> <span class="SpellE">Dirjen</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Nomor</span> PER-15/PJ/2006.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Selanjutnya</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">peraturan</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">sebut</span> <span class="SpellE">saja</span> <span class="SpellE">buku</span> <span class="SpellE">petunjuk</span> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Berdasarkan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">buku</span> <span class="SpellE">petunjuk</span> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21, <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">bagi</span> distributor multilevel marketing <span class="SpellE">atau</span> direct selling <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">kegiatan</span> <span class="SpellE">sejenisnya</span> <span class="SpellE">dihitung</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">cara</span> <span class="SpellE">menerapkan</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 17 UU <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">jumlah</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">bruto</span> yang <span class="SpellE">diterima</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">diperoleh</span> <span class="SpellE">selama</span> 1 (<span class="SpellE">satu</span>) <span class="SpellE">bulan</span> <span class="SpellE">takwim</span> <span class="SpellE">setelah</span> <span class="SpellE">dikurangi</span> PTKP <span class="SpellE">sebulan</span> <span class="SpellE">Dengan</span> <span class="SpellE">demikian</span>, <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">jenis</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">dilakukan</span> <span class="SpellE">secara</span> <span class="SpellE">bulanan</span><span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">menerapkan</span> <span class="SpellE">langsung</span> <span class="SpellE">tarif</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 17 <span class="SpellE">terhadap</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">setelah</span> <span class="SpellE">dikurangi</span> PTKP <span class="SpellE">sebulan</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Sebagai</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">contoh</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">buku</span> <span class="SpellE">petunjuk</span> <span class="SpellE">pemotongan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21, Erika <span class="SpellE">Dewi</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">seorang</span> <span class="SpellE">ibu</span> <span class="SpellE">rumah</span> <span class="SpellE">tangga</span> yang <span class="SpellE">mempunyai</span> 2 <span class="SpellE">orang</span> <span class="SpellE">anak</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Sebagai</span> distributor <span class="SpellE">Perusahaan</span> Multilevel Marketing Maxim Gold<span class="GramE">,.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">pada</span></span> <span class="SpellE">bulan</span> <span class="SpellE">Maret</span> 2006 <span class="SpellE">memperoleh</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">sebesar</span> <span class="SpellE">Rp</span> 26.000.000,00. <span class="SpellE"><span class="GramE">suami</span></span> Erika <span class="SpellE">Dewi</span> <span class="SpellE">bekerja</span> <span class="SpellE">pada</span> PT. <span class="SpellE">Sianturi</span> <span class="SpellE">Djaya</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghitungan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE">bulan</span> <span class="SpellE">Maret</span> 2006 <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">berikut</span></span><span class="GramE"> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 2.85pt 0in 2.85pt;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-firstrow: yes;">
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" colspan="2" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">Maret</span> 2006</span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Rp</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">26.000.000,00</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 1;">
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" colspan="2" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">PTKP (<span class="SpellE">bulan</span> <span class="SpellE">Maret</span> 2006)</span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 2;">
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">-</span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">untuk</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> (<span class="SpellE">karena</span> <span class="SpellE">suami</span> <span class="SpellE">bekerja</span>)</span></span></p>
</td>
<td style="border-right: #ece9d8; padding-right: 2.85pt; border-top: #ece9d8; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; border-left: #ece9d8; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; background-color: transparent; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Rp</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
<td style="border-right: #ece9d8; padding-right: 2.85pt; border-top: #ece9d8; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; border-left: #ece9d8; padding-top: 0in; border-bottom: windowtext 1pt solid; background-color: transparent; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">1.100.000,00</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 3;">
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Rp</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; border: #ece9d8;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">24.900.000,00</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 4; mso-yfti-lastrow: yes;">
<td style="padding-right: 2.85pt; padding-left: 2.85pt; padding-bottom: 0in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: #ece9d8;" colspan="4" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">PPh</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 <span class="SpellE">adalah</span> :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">5% x <span class="SpellE">Rp</span> 24.900.000,00 = <span class="SpellE">Rp</span> 1.245.000,00</span></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Dalam</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">contoh</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">atas</span> PTKP <span class="SpellE">sebulan</span> <span class="SpellE">adalah</span> Rp1.100.000 <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">sama</span></span> <span class="SpellE">dengan</span> Rp13.200.000 <span class="SpellE">dibagi</span> 12. <span class="GramE">PTKP yang <span class="SpellE">dihitung</span> <span class="SpellE">adalah</span> PTKP <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">dirinya</span> <span class="SpellE">sendiri</span> <span class="SpellE">karena</span> Erika <span class="SpellE">Dewi</span> <span class="SpellE">statusnya</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">istri</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">suami</span> yang <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">memiliki</span> <span class="SpellE">penghasilan</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">Pelaporan</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> SPT <span class="SpellE">Tahunan</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Seorang</span></span><span style="font-family: Verdana;"> distributor MLM yang <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">memiliki</span> <span class="SpellE">kewajiban</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">melaporkan</span> SPT <span class="SpellE">Tahunan</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span> <span class="SpellE">setiap</span> <span class="SpellE">tahunnya</span>. <span class="SpellE">Dalam</span> SPT <span class="SpellE">Tahunan</span> <span class="SpellE">ini</span>, <span class="SpellE"><span class="GramE">ia</span></span> <span class="SpellE">akan</span> <span class="SpellE">menghitung</span> <span class="SpellE">besarnya</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">terutang</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">satu</span> <span class="SpellE">tahun</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Di</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">jenis</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">manakah</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">dari</span> distributor MLM <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">ditempatkan</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Apakah</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">dikelompokkan</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">pekerjaan</span>?</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Penghasilan</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">usaha/pekerjaan</span> <span class="SpellE">bebas</span>, <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> lain-lain?</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Kalau</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">kita</span> <span class="SpellE">lihat</span> <span class="SpellE">formulir</span> 1770, <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">pekerjaan</span> <span class="SpellE">mensyaratkan</span> <span class="SpellE">lampiran</span> 1721-A1.</span> <span class="SpellE">Ini</span> <span class="SpellE">berarti</span> yang <span class="SpellE">dimaksud</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">pekerjaan</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE">pegawai</span> <span class="SpellE">tetap</span> yang <span class="SpellE">nantinya</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">diberikan</span> <span class="SpellE">bukti</span> <span class="SpellE">potong</span> 1721-A1. <span class="SpellE"><span class="GramE">Dengan</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">demikian</span>, <span class="SpellE">penghasilan</span> distributor MLM <span class="SpellE">bukan</span> <span class="SpellE">merupakan</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">pekerjaan</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Apakah</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">termasuk</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">usaha/pekerjaan</span> <span class="SpellE">bebas</span>?</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span style="mso-spacerun: yes;"> </span><span class="SpellE">Kalau</span> <span class="SpellE">kita</span> <span class="SpellE">melihat</span> form 1770-<span class="GramE">I<span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">halaman</span></span> 1, <span class="SpellE">rasanya</span> distributor MLM <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">termasuk</span> <span class="SpellE">usaha/pekerjaan</span> <span class="SpellE">bebas</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Sebuah</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">usaha/pekerjaan</span> <span class="SpellE">bebas</span> <span class="SpellE">biasanya</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">terikat</span> <span class="SpellE">pada</span> <span class="SpellE">sebuah</span> <span class="SpellE">perusahaan</span> <span class="SpellE">tertentu</span>, <span class="SpellE">sementara</span> distributor MLM <span class="SpellE">terikat</span> <span class="SpellE">pada</span> <span class="SpellE">perusahaan</span> MLM <span class="SpellE">tertentu</span> <span class="SpellE">walaupun</span> <span class="SpellE">hubungan</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">disebut</span> <span class="SpellE">pegawai</span> <span class="SpellE">tetap</span>.</span> Distributor MLM <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">disebut</span> <span class="SpellE">pekerjaan</span> <span class="SpellE">bebas</span> <span class="SpellE">seperti</span> <span class="SpellE">dokter</span>, <span class="SpellE">pengacara</span>, <span class="SpellE">akuntan</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">sebagainya</span><span class="GramE">..</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Nah, <span class="SpellE">satu-satunya</span> <span class="SpellE">tempat</span> yang <span class="SpellE">memungkinkan</span> <span class="SpellE">bagi</span> distributor MLM <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">melaporkan</span> <span class="SpellE">penghasilannya</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">bagian</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> lain-lain <span class="SpellE">yaitu</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">bagian</span> C <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Dalam</span> <span class="SpellE">Negeri</span> <span class="SpellE">Lainnya</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Ada</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">beberapa</span> <span class="SpellE">jenis</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">bagian</span> C <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">seperti</span> <span class="SpellE">dividen</span>, <span class="SpellE">sewa</span>, <span class="SpellE">royalti</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">sebagainya</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Penghasilan</span></span><span class="GramE"> distributor MLM <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">ditempatkan</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">angka</span> 7, <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">lainnya</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Bagaimana</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">pengurang</span> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">biaya</span>?</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Menurut</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">saya</span>, <span class="SpellE">sepanjang</span> <span class="SpellE">sebuah</span> <span class="SpellE">pengeluaran</span> <span class="SpellE">memang</span> <span class="SpellE">digunakan</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">rangka</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">mendapatkan</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">sebagai</span> distributor MLM, <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">pengeluaran</span> <span class="SpellE">tersebut</span> <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">dikurangkan</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Namun</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">sayang</span>, <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">formulir</span> 1770-I <span class="SpellE">bagian</span> C <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">menyediakan</span> <span class="SpellE">tempat</span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">pengurang</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">ini</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Di</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">bagian</span> 1770-I <span class="SpellE">bagian</span> C <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">menyediakan</span> <span class="SpellE">kolom</span> <span class="SpellE">Jumlah</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span>.</span> <span class="SpellE">Tidak</span> <span class="SpellE">jelas</span>, <span class="SpellE">apakah</span> <span class="SpellE">jumlah</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">ini</span></span><span class="GramE"><span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">adalah</span></span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">bruto</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">neto</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Di</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">formulir</span> 1770 <span class="SpellE">dulu</span>, <span class="SpellE">biasanya</span> <span class="SpellE">ada</span> <span class="SpellE">tiga</span> <span class="SpellE">kolom</span> <span class="SpellE">disediakan</span> <span class="SpellE">yaitu</span> <span class="SpellE">kolom</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">bruto</span>, <span class="SpellE">pengurang</span>, <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">neto</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Berdasarkan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">uraian</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">atas</span> <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">skema</span> <span class="SpellE">perhitungan</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">di</span> SPT <span class="SpellE">Tahunan</span> <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span> <span class="SpellE">bagi</span> distributor MLM <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">sebagai</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">berikut</span></span><span class="GramE"> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480; border-width: 0px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-firstrow: yes;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Bruto</span></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">xxxxxxxx</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 1;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Kurang</span></span><span style="font-family: Verdana;"> : <span class="SpellE">Pengurang</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Bruto</span></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">xxxxxxxx</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 2;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Neto</span></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">xxxxxxxx</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 3;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Kurang</span></span><span style="font-family: Verdana;"> : PTKP</span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">xxxxxxxx</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 4;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Kena</span> <span class="SpellE">Pajak</span></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">xxxxxxxx</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 5;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">PPh</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Terutang</span> (PKP x <span class="SpellE">Tarif</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 17)</span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">xxxxxxxx</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 6;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Kurang</span></span><span style="font-family: Verdana;"> : <span class="SpellE">Kredit</span> <span class="SpellE">Pajak</span> (<span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 21 yang <span class="SpellE">dipotong</span> <span class="SpellE">tiap</span> <span class="SpellE">bulan</span>)</span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">xxxxxxxx</span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow: 7; mso-yfti-lastrow: yes;">
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 405pt; padding-top: 0in; background-color: transparent; border: windowtext;" width="540" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Pajak</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">Kurang</span> <span class="SpellE">Bayar</span></span></span></p>
</td>
<td style="padding-right: 5.4pt; padding-left: 5.4pt; padding-bottom: 0in; width: 0.9in; padding-top: 0in; background-color: transparent; mso-border-bottom-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; border: windowtext;" width="86" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">xxxxxxxx</span></span></span><span style="font-family: Verdana;"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fpph-untuk-distributor-mlm.html';
  addthis_title  = 'PPh+Untuk+Distributor+MLM';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pajak MLM (7)</li><li>pajak multi level marketing (6)</li><li>distributor MLM (6)</li><li>PPH 21 MLM (5)</li><li>pph mlm (4)</li><li>pemotongan pajak mlm (4)</li><li>distributor mlm indonesia (4)</li><li>pph 21 pekerjaan multi level (4)</li><li>contoh perhitungan pph 21 MLM (3)</li><li>multi level marketing di akuntansi dan pelaporan nya (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-untuk-distributor-mlm.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghasilan, Harta, NPWP, SPT dan Sunset Policy</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/penghasilan-harta-npwp-spt-dan-sunset-policy.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/penghasilan-harta-npwp-spt-dan-sunset-policy.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 23:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[sunset policy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Dari beberapa komentar yang masuk di blog ini saya mendapatkan kesan masih adanya kebingungan pemahaman antara penghasilan dan harta dalam kaitannya dengan Pajak Penghasilan serta pelaporan SPT Tahunan. Kesalah fahaman juga terjadi bilai dikaitkan dengan sunset policy. Salah satu pertanyaan yang memperkuat kesan saya ini misalnya : ” saya memiliki deposito sekian rupiah, <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/penghasilan-harta-npwp-spt-dan-sunset-policy.html">Penghasilan, Harta, NPWP, SPT dan Sunset Policy</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Dari beberapa komentar yang masuk di blog ini saya mendapatkan kesan masih adanya kebingungan pemahaman antara <strong>penghasilan</strong> dan <strong>harta</strong> dalam kaitannya dengan <strong>Pajak Penghasilan</strong> serta pelaporan <strong>SPT Tahunan</strong>. Kesalah fahaman juga terjadi bilai dikaitkan dengan <strong>sunset policy</strong>. Salah satu pertanyaan yang memperkuat kesan saya ini misalnya : ” saya memiliki deposito sekian rupiah, mempunyai tanah sekian rupiah, berapa besar pajak yang harus saya bayar?”. Nah, bingung kan?</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Tulisan di bawah ini hanya sekedar ingin memberikan gambaran perbedaan antara penghasilan dan harta dikaitkan dengan kewajiban NPWP, SPT dan Sunset Policy.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>Penghasilan vs Harta</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Perlu saya jelaskan mungkin perbedaan harta dan penghasilan. Oke, biar jelas pake contoh saja. Saya punya deposito Rp 100 Juta. Dalam tahun 2007 deposito itu memberikan hasil berupa bunga Rp 5 Juta. Nah, deposito yang Rp 100 juta itu adalah harta. Bunga deposito sebesar Rp 5 Juta itu adalah penghasilan. Jelas kan?</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Contoh lain. Saya memiliki rumah senilai Rp 200 Juta. Rumah saya tersebut saya sewakan seharga Rp 8 Juta setahun. Nah, rumah yang bernilai Rp 200 Juta tersebut adalah harta. Hasil sewa Rp 8 Juta itu adalah penghasilan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Bila saya sebutkan contoh-contoh penghasilan lainnya adalah gaji dan tunjangan, laba usaha, hadiah, bunga, sewa, royalti, capital gain dan lain-lain. Kalu harta? Rumah, tanah, deposito, uang kas, tabungan, perhiasan, kendaraan bermotor, saham, obligasi, reksadana dan lain-lain.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Nah, sampai di sini saya kira jelas perbedaan antara harta dan penghasilan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>Objek Pajak : Penghasilan Atau Harta?</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Mungkin itu pertanyaan berikutnya di benak Anda. Saya jawab, PPh itu adalah pajak atas penghasilan bukan pajak atas harta. Jadi, kalau kita bicara NPWP, SPT dan pajak, maka yang dimaksud adalah pajak atas penghasilan yang biasa disebut PPh.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Apakah ada pajak atas harta? Ada, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Namun apabila pajak dikaitkan dengan NPWP dan SPT serta sunset policy, maka yang dimaksud adalah Pajak Penghasilan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>Mengapa Perlu Melaporkan Harta Dalam SPT?</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Mungkin itu adalah pertanyaan berikutnya di benak Anda. Ya, mengapa Wajib Pajak harus melaporkan harta (dan kewajiban atau hutang) dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi? Kan PPh itu pajak atas penghasilan, bukan pajak atas harta.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Jawabannya adalah karena harta dan penghasilan berhubungan erat. Seseorang mendapatkan harta kemungkinan besar berasal dari penghasilannya. Ya, penghasilan yang diterima seseorang penggunaannya kemungkinan ada dua, dikonsumsi habis dan sebagian lagi menjadi harta. Harta di sini bisa berupa uang kas, tabungan di bank, deposito, reksadana, kendaraan dll. Yang jelas harta bersumber dari penghasilan. Jika tidak, maka harta tersebut kemungkinan berasal dari hibah atau sumbangan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Nah, karena alasan itulah maka data mengenai harta perlu dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Gunanya adalah untuk mengecek kewajaran penghasilan yang dilaporkan sebagai dasar perhitungan PPh.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Misal dalam tahun 2007, seorang Wajib Pajak melaporkan adanya pertambahan harta sebesar Rp100 Juta dibandingkan dengan hartanya pada tahun 2007, maka penghasilan orang tersebut dalam tahun 2007 pasti lebih dari Rp 100 Juta.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><strong>Sunset Policy vs Harta</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Pemerintah selama ini gencar mengkampanyekan sunset policy. Nah, masalah ini juga nampaknya masih membingungkan masyarakat. Sunset policy hanyalah penghapusan sanksi administrasi berupa bunga karena Wajib Pajak membetulkan SPT yang mengakibatkan kurang bayar. Kekurangan pembayaran pajak ini umumnya adalah karena dalam SPT sebelumnya ada penghasilan (bukan harta) yang belum dilaporkan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Jadi sebenarnya tidak ada hubungan langsung antara melaporkan harta dengan sunset policy. Misalnya seorang Wajib Pajak tidak melaporkan harta berupa saham pada SPT Tahun 2006. Pada tahun 2008 ini baru diketahui dan kemudian SPT nya dibetulkan dengan melaporkan harta berupa saham. Pada kasus seperti ini, tidak ada kekurangan pembayaran pajak karena pembetulan SPT hanya melengkapi daftar harta, tidak menambah penghasilan.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Lain ceritanya jika misalnya dari saham tersebut pada tahun 2006 menghasilkan dividen dan dividen ini belum dilaporkan sebagai penghasilan di tahun 2006. Wajib Pajak kemudian membetulkan SPT Tahunan 2006 pada tahun 2008 dengan menambahkan daftar harta berupa saham dan menambah jumlah penghasilan dividen. Dalam kasus ini ada kekurangan pembayaran pajak. Atas kekurangan pembayaran pajak ini Wajib Pajak menyetor pajaknya tetapi sanksi atas keterlambatan bayar tidak dikenakan bunga. Nah, inilah yang dimaksud dengan sunset policy. Yang membuat terjadinya sunset policy adalah penghasilan dividen, bukan harta berupa saham. Jadi, sunset policy tidak terkait langsung dengan pelaporan harta.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Tulisan lain yang terkait dengan tulisan ini :</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/perubahan-pph-2009-objek-pajak-dan-bukan-objek-pajak.html">Perubahan PPh 2009 : Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=14">Apa Itu SPT</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=12">Apa Itu NPWP</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=74" target="_blank">Sunset Policy</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=92" target="_blank">Contoh Penghitungan Sanksi Bunga dan Denda</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=116" target="_blank">SPT Tahunan 2008</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=98" target="_blank">Cara Menghitung PPh Orang Pribadi</a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=138" target="_blank">Sekali Lagi : Sunset Poilicy</a></p>
</li>
</ul>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fpenghasilan-harta-npwp-spt-dan-sunset-policy.html';
  addthis_title  = 'Penghasilan%2C+Harta%2C+NPWP%2C+SPT+dan+Sunset+Policy';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pengaruh sunset policy (17)</li><li>mengapa di spt perlu dilaporkan harta dan hutang (5)</li><li>makalah tentang sunset policy (5)</li><li>sunset policy 31 juli 2008 (4)</li><li>banner pajak (4)</li><li>hak untuk membetulkan spt yang sudah dimasukkan (4)</li><li>membeli rumah belum punya npwp (3)</li><li>contoh pelaporan reksadana di spt tahunan (2)</li><li>hak membetulkan spt yang sudah dimasukan (2)</li><li>mengisi spt pribadi untuk keuntungan jual beli saham (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/penghasilan-harta-npwp-spt-dan-sunset-policy.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pegawai Atau Pekerja Bebas?</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pegawai-atau-pekerja-bebas.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pegawai-atau-pekerja-bebas.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 10:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[pph orang pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[<p align="justify">Postingan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan mas/pak beebee di sini. Jawaban saya sekedar pendapat prubadi saja. Bagi rekan-rekan yang mau membantu memberikan pendapat saya persilahkan.</p>
<p align="justify">Pertanyaannya adalah sebagai berikut :</p>





<p align="justify">Mas Dudi,
Saya mau bertanya soal perhitungan ini. Status saya adalah pegawai perusahaan konsultan IT yang berkedudukan di US dan tidak memiliki branch di Indonesia.
Apakah <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pegawai-atau-pekerja-bebas.html">Pegawai Atau Pekerja Bebas?</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Postingan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan mas/pak beebee <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/contoh-penghitungan-pajak-penghasilan-pph-pasal-21-karyawan.html#comment-618" target="_blank">di sini</a>. Jawaban saya sekedar pendapat prubadi saja. Bagi rekan-rekan yang mau membantu memberikan pendapat saya persilahkan.</p>
<p align="justify">Pertanyaannya adalah sebagai berikut :</p>
<div id="wrapper">
<div id="main">
<div id="contentwrapper">
<div id="content">
<div class="comment">
<p align="justify"><em>Mas Dudi,<br />
Saya mau bertanya soal perhitungan ini. Status saya adalah pegawai perusahaan konsultan IT yang berkedudukan di US dan tidak memiliki branch di Indonesia.<br />
Apakah saya menghitung pajak seperti contoh di atas (sebagai pegawai) atau cara lain (konsultan IT lepas). Apabila saya menerima gaji US$2000/bulan dan berkeluarga dengan 2 anak, bagaimanakah cara perhitungannya? apakah pkp langsung dikali tarif (35% kalau saya tidak salah)?<br />
Terima kasih sebelumnya</em></p>
<p align="justify">dilanjutkan dengan ini,</p>
<p align="justify"><em>saya bekerja dan tinggal di Indonesia sebagai programmer. Saya juga sudah menandatangan form W8-BEN yang kalo gak salah di tax treaty dengan US itu article 15 yang menyebutkan saya sebagai Independent Professional Service, di mana pers. saya bernaung membayar 0% di US.<br />
Saya baru bekerja 6 bulanan dan baru mau membuat NPWP, karena sebelumnya masalah perpajakan diurus pers. lama (terlanjur keluar dari pers. lama sebelum dibikinkan NPWP kolektif).<br />
Apakah saya dianggap sebagai pekerja lepas dan bisa memakai norma perhitungan? Norma perhitungan mana yg harus saya pilih? apakah masih bisa didaftarkan dengan norma perhitungan, mengingat 3 bulan sebelum pelaporan harus didaftarkan? Dengan penghasilan rata2 saya dan jumlah anggaota keluarga tertanggung di bawah, bagaimana cara perhitungan pajak penghasilan saya?<br />
Terima kasih banyak sebelumnya.</em></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p align="justify">Jawaban saya :</p>
<p align="justify">Dari pertanyaan tersebut saya coba rangkum kasusnya sebagai berikut : Pak beebee bekerja sebagai programmer pada perusahaan IT di Amerika Serikat dengan mendapat gaji US$2000. Beliau tinggal di Indonesia. AS tidak mengenakan pajak atas penghasilannya ini sesuai dengan ketentuan tax treaty. Dengan demikian hakl pengenaan pajaknya ada pada pemerintah Indonesia. Yang jadi pertanyaannya adalah, bagaimana cara menghitung Pajak Penghasilannya? Apakah dianggap sebagai penghasilan dari pekerjaan atau dianggap sebagai penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas.</p>
<p align="justify">Kalau dianggap sebagai penghasilan pekerjaan, maka cara menghitungnya sebagai berikut :</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">Penghasilan Neto = Penghasilan Bruto &#8211; Biaya Jabatan</span></p>
<p align="justify">Penghasilan Kena Pajak = Penghasilan Neto &#8211; PTKP</p>
<p align="justify">PPh Terutang = Tarif Pasal 17 x Penghasilan Kena Pajak</p>
<p align="justify">Kalau dianggap sebagai penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas, maka cara perhitungan bisa dua alternatif : dengan pembukuan atau dengan menggunakan norma. Kalau menggunakan pembukuan, cara perhitungannya adalah sebagai berikut :</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">Penghasilan Neto = Penghasilan Bruto &#8211; Biaya Usaha</span></p>
<p align="justify">Penghasilan Kena Pajak = Penghasilan Neto &#8211; PTKP</p>
<p align="justify">PPh Terutang = Tarif Pasal 17 x Penghasilan Kena Pajak</p>
<p align="justify">Kalau menggunakan norma perhitungan, cara menghitungnya adalah sebagai berikut :</p>
<p align="justify"><span style="color: #ff0000;">Penghasilan Neto = Tarif Norma x Penghasilan Bruto</span></p>
<p align="justify">Penghasilan Kena Pajak = Penghasilan Neto &#8211; PTKP</p>
<p align="justify">PPh Terutang = Tarif Pasal 17 x Penghasilan Kena Pajak</p>
<p align="justify">Perhatikan, dari ketiga alternatif tersebut, perbedaannya hanya pada cara mencari penghasilan neto saja. Selanjutnya perhitungannya sama saja. Nah, bila saya bandingkan, dari ketiga cara tersebut maka yang menghasilkan pajak yang paling kecil adalah dengan menggunakan norma. Mengapa? Kalau pada cara pertama, pengurangnya hanya biaya jabatan saja. Nilai biaya jabatan ini jumlah maksimalnya cuma Rp1.296.000 saja. Jumlah ini kecil jika dibandingkan dengan penghasilannya yang mencapai US$2000 x 12 bulan = kira-kira Rp240.000.000,-</p>
<p align="justify">Dengan cara kedua juga menurut saya biayanya kecil karena biaya dari seorang programmer menurut saya sangat kecil. Paling modalnya cuma komputer atau notebook. Modal utamanya kan isi kepalanya alias otak. Jadi dengan cara ini pasti akan menghasilkan laba yang besar sehingga pajaknya juga besar. Nah, jika menggunakan cara yang ketiga maka ini akan menghasilkan laba yang kecil. Kenapa? Setelah saya coba cari di daftar norma, kegiatan konsultan IT ini tidak jelas disebutkan.sehingga sa condong ke jenis Pekerjaan Bebas Bidang Profesi Lainnya dengan tarif norma 50%. Dengan demikian, labanya pun hanya 50% saja atau sehitar Rp120.000.000 saja.</p>
<p align="justify">Nah, masalahnya adalah : apakah pajak penghasilannya dihitung sebagai pegawai atau sebagai pekerjaan bebas/independent profesional service. Untuk menentukan hal ini rasanya tidak mudah karena memang tidak jelas benar apakah kegiatan pak beebee ini sebagai pegawai atau sebagai konsultan lepas. Kalau disebut sebagai pegawai, biasanya seseorang bekerja pada suatu perusahaan untuk jangka waktu yang relatif lama dengan mendapat imbalan secara periodik serta ada jam kerja yang jelas dan bekerja pada suatu tempat kerja tertentu. Nah, pak beebee ini ciri pegawainya ada pada penghasilannya yang dibayar bulanan. Namun demikian, bisa juga pak beebee ini juga disebut konsultan lepas karena status nya sebagai Independent Professional Service menurut dokumen perpajakan di AS. Ciri lainnya lagi dari konsultan lepas biasanya adalah pekerjaannya berdasarkan proyek saja. Jika proyek selesai maka selesai pula pekerjaannya dian pak beebee bebas untuk mencari pengguna jasa di perusahaan-perusahaan lain.</p>
<p align="justify">Nah, kalau dari kasus ini nampaknya ada kekurangjelasan status sehingga sebaiknya pak beebee ini sebaiknya berkonsultasi langsung dengan fihak kantor pajak, dalam hal ini adalah Account Representativenya. Jadi, segera setelah punya NPWP pak beebee cari tahu siapa Account Representativenya. Saran saya pak beebee agar berargumentasi supaya pak beebee dianggap sebagai konsultan lepas yang melakukan pekerjaan bebas. Nah kalau sudah clear dianggap sebagai konsultan lepas maka pak beebee bisa menggunakan norma penghitungan agar pajaknya lebih kecil. Lumayankan penghematan pajaknya bisa banyak lho.</p>
<p align="justify">O, ya, mengenai pemberitahuan, silahkan minta formulirnya setelah memiliki NPWP dan sampaikan segera formulir pemberitahuannya. Kalau ini sih enggak bermasalah kok.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fpegawai-atau-pekerja-bebas.html';
  addthis_title  = 'Pegawai+Atau+Pekerja+Bebas%3F';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pekerjaan bebas (39)</li><li>pekerjaan bebas adalah (24)</li><li>pph 29 orang pribadi (21)</li><li>pekerja bebas (16)</li><li>pekerjaan bebas pajak (8)</li><li>perhitungan pajak freelance (6)</li><li>tarif pajak norma (6)</li><li>perhitungan pph 21 beckam (4)</li><li>norma pajak pekerja lepas (4)</li><li>pajak untuk pekerjaan bebas (4)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pegawai-atau-pekerja-bebas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SPT Tahunan PPh Pasal 21 Tahun 2008</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/spt-tahunan-pph-pasal-21-tahun-2008.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/spt-tahunan-pph-pasal-21-tahun-2008.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 03:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh 2009]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[spt pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[<p align="justify">Kebingungan saya dalam tulisan SPT Tahunan 2008 dan mungkin seluruh praktisi pajak tentang nasib SPT Tahunan PPh Pasal 21 akhirnya terjawab sudah. Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan Peraturan Nomor PER-39/PJ/2008 tanggal 6 Oktober 2008 tentang Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 Beserta Petunjuk Pengisiannya. Peraturan ini memastikan untuk pelaporan SPT Tahunan PPh Pasal 21 tahun <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/spt-tahunan-pph-pasal-21-tahun-2008.html">SPT Tahunan PPh Pasal 21 Tahun 2008</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Kebingungan saya dalam tulisan <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=116" target="_blank">SPT Tahunan 2008</a> dan mungkin seluruh praktisi pajak tentang nasib SPT Tahunan PPh Pasal 21 akhirnya terjawab sudah. Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan Peraturan Nomor PER-39/PJ/2008 tanggal 6 Oktober 2008 tentang Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21 Beserta Petunjuk Pengisiannya. Peraturan ini memastikan untuk pelaporan SPT Tahunan PPh Pasal 21 tahun 2008 Wajib Pajak masih harus menyampaikan SPT Tahunan PPh Pasal 21.</p>
<p align="justify">Bagaimana dengan tahun 2009 dan seterusnya? Seharusnya sesuai dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, tak akan ada lagi SPT Tahunan PPh Pasal 21. Kalau melihat saat berlakunya Undang-undang ini yaitu 1 Januari 2008, seharusnya pelaporan SPT Tahunan PPh Pasal 21 2008 pun tidak ada. Mungkin karena kurangnya waktu untuk menerapkan dan mensosialisasikan ini, maka akhirnya SPT Tahunan PPh Pasal 21 &quot;dinyatakan&quot; masih ada.</p>
<p align="justify">Apakah ini menyalahi Undang-undang? Sepanjang pengetahuan saya, ya. Kecuali mungkin ada ketentuan yang tidak saya ketahui. Namun demikian, kesan menyalahi Undang-undang ini saya dapatkan juga dari isi PER-39/PJ/2008 ini. Coba perhatikan, dalam bagian &quot;Mengingat&quot; tidak disebutkan sama sekali Undang-undang KUP. Padahal kita tahu masalah SPT ini adalah masalah hukum formil yang acuannya UU KUP. Perhatikan juga dengan Peraturan Dirjen Pajak sebelumnya yang mengatur SPT ini yaitu PER-24/PJ/2008 dan PER-81/PJ/2007, di sana jelas cantolan hukumnya adalah UU KUP.</p>
<p align="justify">Namun demikian, saya bisa memahami masalah ini. Mungkin karena waktu yang mendesak atau ada masalah lain sehingga terpaksa SPT Tahunan PPh Pasal 21 pada tahun 2008 ini masih ada. Toh in untuk kebaikan bersama.</p>
<p align="justify">Download : PER-39/PJ/2008</p>
<p align="justify">Tulisan terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=14">Apa Itu SPT</a></li>
<li><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=116" target="_blank">SPT Tahunan 2008</a></li>
</ul>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-penghasilan%2Fspt-tahunan-pph-pasal-21-tahun-2008.html';
  addthis_title  = 'SPT+Tahunan+PPh+Pasal+21+Tahun+2008';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>contoh spt tahunan pph 21 (28)</li><li>tarif pph 21 tahun 2008 (8)</li><li>spt tahunan pph pasal 21 tahun 2009 (6)</li><li>uu pph pasal 21 tahun 2008 tentang penghasilan (5)</li><li>pph 21 tahun 2008 (5)</li><li>tarif pph 21 tahun 2007 (5)</li><li>tarif pajak pph 21 tahun 2007 (5)</li><li>tarif pph pasal 21 tahun 2007 (4)</li><li>PPH 21 2008 (4)</li><li>formulir spt pph 21 tahun 2008 (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/spt-tahunan-pph-pasal-21-tahun-2008.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembetulan SPT</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/pembetulan-spt.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/pembetulan-spt.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 01:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[pembetulan SPT]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[<p align="justify">Dalam dunia perpajakan istilah SPT mungkin sudah sangat dikenal karena SPT inilah sarana komunilasi atau pertanggungjawaban dari Wajib Pajak kepada otoritas perpajakan yaitu Direktorat Jenderal Pajak sebagai instansi yang bertugas untuk mengawasi kewajiban perpajakan. SPT sendiri adalah singkatan dari Surat Pemberitahuan.</p>
<p align="justify">Nah, dalam kaitannya dengan SPT ini dikenal juga adanya istilah SPT Pembetulan. Nah, kata <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/pembetulan-spt.html">Pembetulan SPT</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dalam dunia perpajakan istilah SPT mungkin sudah sangat dikenal karena SPT inilah sarana komunilasi atau pertanggungjawaban dari Wajib Pajak kepada otoritas perpajakan yaitu Direktorat Jenderal Pajak sebagai instansi yang bertugas untuk mengawasi kewajiban perpajakan. SPT sendiri adalah singkatan dari Surat Pemberitahuan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Nah, dalam kaitannya dengan SPT ini dikenal juga adanya istilah SPT Pembetulan. Nah, kata &#8220;pembetulan&#8221; ini mengandung pengertian perbaikan atau koreksi atas SPT yang sudah disampaikan sebelumnya. Misalnya PT X menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan tahun 2006 pada tanggal 31 Maret 2007. Ternyata diketahui saat ini bahwa ada data yang belum diperhitungkan dalam SPT tersebut. Akhirnya PT X membuat dan menyampaikan SPT Tahunan Pembetulan PPh Badan tahun 2006 pada tanggal 17 September 2008.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Pembetulan terhadap SPT ini bisa dilakukan lebih dari satu kali. Dengan demikian dikenal istilah pembetulan pertama, pembetulan kedua dan seterusnya.</span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family: Verdana;">Batas Waktu Pembetulan</span></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, pembetulan SPT dapat dilakukan dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sesudah berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. Yang dimaksud dengan mulai melakukan tindakan pemeriksaan adalah pada saat Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Pajak disampaikan kepada Wajib Pajak, atau wakil, atau kuasa, atau pegawai, atau diterima oleh anggota keluarga yang telah dewasa dari Wajib Pajak. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Sekalipun telah dilakukan tindakan pemeriksaan, tetapi sepanjang belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, terhadap ketidakbenaran perbuatan Wajib Pajak tersebut tidak akan dilakukan penyidikan, apabila Wajib Pajak dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut dengan disertai pelunasan kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi berupa denda sebesar 2 (dua) kali jumlah pajak yang kurang dibayar</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Walaupun jangka waktu dua tahun telah berakhir dan Direktur Jenderal Pajak belum menerbitkan surat ketetapan pajak, kepada Wajib Pajak baik yang telah maupun yang belum membetulkan SPT masih diberikan kesempatan untuk mengungkapkan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan, yang dapat berupa Surat Pemberitahuan Tahunan atau Surat Pemberitahuan Masa untuk tahun-tahun atau masa-masa sebelumnya. Pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan tersebut terbatas pada hal-hal sebagai berikut: </span></p>
<ol style="list-style-type: lower-alpha;" type="a">
<li class="kadov-p">
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">pajak-pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar; atau</span></p>
</li>
<li class="kadov-p">
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil; atau</span></p>
</li>
<li class="kadov-p">
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">jumlah harta menjadi lebih besar; atau</span></p>
</li>
<li class="kadov-p">
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">jumlah modal menjadi lebih besar</span></p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kekurangan pembayaran pajak dalam kasus ini harus dilunasi ditambah dengan denda kenaikan 50% sebelum laporan tersendiri disampaikan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Pemetulan melebihi batas waktu dua tahun juga dapat dilakukan dalam hal Wajib Pajak menerima keputusan keberatan atau putusan banding tahun-tahun sebelumnya yang menyebabkan adanya kompensasi kerugian yang berbeda dengan yang sudah dilaporkan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Untuk tahun pajak 2008 dan sesudahnya, batas waktu dua tahun dihilangkan sehingga Wajib Pajak dapat melakukan pembetulan sepanjang belum dilakukan pemeriksaan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Namun demikian, untuk SPT pembetulan yang menyatakan rugi atau lebih bayar, jangka waktunya dibatasi yaitu paling lambat dua tahuh sebelum daluarsa penetapan. Daluarsa penetapan sendiri adalah lima tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak. Dengan kata lain, batas waktu penyampaian SPT Pembetulan rugi atau lebih bayar paling lambat adalah sekitar tiga tahun sejak berakhirnya masa pajak atau tahun pajak.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Walaupun telah dilakukan tindakan pemeriksaan, tetapi belum dilakukan tindakan penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, terhadap ketidakbenaran perbuatan Wajib Pajak tersebut tidak akan dilakukan penyidikan, apabila Wajib Pajak dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut dengan disertai pelunasan kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang beserta sanksi administrasi berupa denda sebesar 150% (seratus lima puluh persen) dari jumlah pajak yang kurang dibayar. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Walaupun Direktur Jenderal Pajak telah melakukan pemeriksaan tetapi belum menerbitkan surat ketetapan pajak, kepada Wajib Pajak baik yang telah maupun yang belum membetulkan Surat Pemberitahuan masih diberikan kesempatan untuk mengungkapkan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan, yang dapat berupa Surat Pemberitahuan Tahunan atau Surat Pemberitahuan Masa untuk tahun atau masa yang diperiksa. Pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan tersebut dilakukan dalam laporan tersendiri dan harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya sehingga dapat diketahui jumlah pajak yang sesungguhnya terutang. Namun, untuk membuktikan kebenaran laporan Wajib Pajak tersebut, proses pemeriksaan tetap dilanjutkan sampai selesai</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kekurangan pembayaran pajak dalam kasus ini harus dilunasi ditambah dengan denda kenaikan 50% sebelum laporan tersendiri disampaikan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Wajib Pajak dapat membetulkan Surat Pemberitahuan Tahunan yang telah disampaikan, dalam hal Wajib Pajak menerima surat ketetapan pajak, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali Tahun Pajak sebelumnya atau beberapa Tahun Pajak sebelumnya, yang menyatakan rugi fiskal yang berbeda dengan rugi fiskal yang telah dikompensasikan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan yang akan dibetulkan tersebut, dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah menerima surat ketetapan pajak, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pembetulan, Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan</span></p>
<p align="justify"><strong><span style="font-family: Verdana;">Sanksi Bunga Atas Pembetulan</span></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan Tahunan yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak saat penyampaian Surat Pemberitahuan berakhir sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dalam hal Wajib Pajak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan Masa yang mengakibatkan utang pajak menjadi lebih besar, kepadanya dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar, dihitung sejak jatuh tempo pembayaran sampai dengan tanggal pembayaran, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. </span></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan%2Fpembetulan-spt.html';
  addthis_title  = 'Pembetulan+SPT';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pembetulan spt (60)</li><li>spt pemeriksaan batas waktu (17)</li><li>pembetulan SPT tahunan (16)</li><li>pembetulan pajak (16)</li><li>contoh surat pembetulan pajak (14)</li><li>SPT Pembetulan (11)</li><li>spt pembetulan ppn (9)</li><li>pembetulan spt masa (8)</li><li>pembetulan spt tahunan badan (7)</li><li>pembetulan spt ppn (7)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/pembetulan-spt.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK (Bagian I)</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penyelesaian-sengketa-pajak-bagian-i.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penyelesaian-sengketa-pajak-bagian-i.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 09:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[SPT Tahunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, terdapat dua fihak yang berada dalam posisi yang berseberangan. Mereka adalah Wajib Pajak yang diberi beban untuk membayar pajak dan Aparat Pajak yang merupakan fihak yang berwenang dalam mengawasi pemenhuhan kewajiban pajak serta diberi target untuk mengumpulkan pajak untuk membiayai pengeluaran negara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dalam posisi yang <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penyelesaian-sengketa-pajak-bagian-i.html">PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK (Bagian I)</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Dalam melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, terdapat dua fihak yang berada dalam posisi yang berseberangan. Mereka adalah Wajib Pajak yang diberi beban untuk membayar pajak dan Aparat Pajak yang merupakan fihak yang berwenang dalam mengawasi pemenhuhan kewajiban pajak serta diberi target untuk mengumpulkan pajak untuk membiayai pengeluaran negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Dalam posisi yang saling berlawanan kepentingan ini, kedua fihak seringkali berbeda pendapat dalam hal-hal tertentu. Perbedaan ini biasa disebut sengketa pajak. Sengketa pajak ini biasanya timbul jika fihak aparat pajak mengeluarkan produk-produk hukum dalam rangka penagihan pajak yaitu Surat Tagihan Pajak (STP) dan Surat Ketetapan Pajak (SKP), baik berupa SKPKB, SKPLB, SKPN atau SKPKBT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Untuk menyelesaian masalah sengketa pajak ini, Undang-undang KUP telah memberikan beberapa prosedur penyelesaian. Di bawah ini adalah prosedur-prosedur penyelesaian sengketa pajak di tingkat internal Direktorat Jenderal Pajak. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Verdana;">1.</span><span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-family: Verdana; font-variant: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></span><strong><span style="color: #ff0000; font-family: Verdana;">Pembetulan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Berdasarkan Pasal 16 Undang-undang KUP, surat ketetapan pajak, Surat Tagihan Pajak, Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak, atau Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga, yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis, kesalahan hitung, dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan perpajakan dapat dibetulkan baik atas permohonan Wajib Pajak maupun secara jabatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"><span lang="ES"><span style="font-family: Verdana;">2.</span><span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-family: Verdana; font-variant: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></span><span style="font-family: Verdana;"><strong><span style="color: #ff0000;">Pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi</span></strong> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="ES">Berdasrkan Pasal 36 Ayat (1) huruf a, Direktur Jenderal Pajak karena jabatan atau atas permohonan Wajib Pajak dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"><span lang="ES"><span style="font-family: Verdana;">3.</span><span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-family: Verdana; font-variant: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></span><strong><span style="color: #ff0000; font-family: Verdana;">Pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="ES">Berdasarkan Pasal 36 Ayat (1) huruf b, Direktur Jenderal Pajak karena jabatan atau atas permohonan Wajib Pajak dapat mengurangkan atau membatalkan surat ketetapan pajak yang tidak benar</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV"><span style="font-family: Verdana;">4.</span><span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-family: Verdana; font-variant: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></span><strong><span style="color: #ff0000; font-family: Verdana;">Pengurangan atau pembatalan Surat Tagihan Pajak</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">Berdasarkan Pasal 36 Ayat (1) huruf c, Direktur Jenderal Pajak karena jabatan atau atas permohonan Wajib Pajak dapat mengurangkan atau membatalkan Surat Tagihan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 yang tidak benar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV"><span style="font-family: Verdana;">5.</span><span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-family: Verdana; font-variant: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></span><span style="font-family: Verdana;"><strong><span style="color: #ff0000;">Pembatalan hasil pemeriksaan</span></strong> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">Berdasarkan Pasal 36 Ayat (1) huruf d, Direktur Jenderal Pajak karena jabatan atau atas permohonan Wajib Pajak dapat membatalkan hasil pemeriksaan pajak atau surat ketetapan pajak dari hasil pemeriksaan yang dilaksanakan tanpa penyampaian surat pemberitahuan hasil pemeriksaan; atau tanpa pembahasan akhir hasil pemeriksaan dengan Wajib Pajak</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"><span lang="SV"><span style="font-family: Verdana;">6.</span><span style="font-weight: normal; font-style: normal; font-family: Verdana; font-variant: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></span><strong><span style="color: #ff0000; font-family: Verdana;">Keberatan</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span lang="SV">Apabila Wajib Pajak merasa produk hukum yang dikeluarkan oleh aparat pajak berupa surat ketetapan pajak (SKPKB, SKPLB, SKPN dan SKPKBT) tidak semestinya dan Wajib Pajak berpendapat lain, Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><span lang="sv"><span style="font-family: Verdana;">Bacaan terkait :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><em><span style="font-family: Verdana;"># <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=18">Perubahan KUP : Keberatan</a><span style="color: #0000ff;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><em><span style="font-family: Verdana;"># <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=11">Prosedur Penyelesaian Permohonan Pembetulan Ketetapan Pajak</a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><em><span style="font-family: Verdana;"># <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=86" target="_blank">Surat Tagihan Pajak (STP)</a></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"><em><span style="font-family: Verdana;"># <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=92" target="_blank">Contoh Penghitungan Sanksi Bunga dan Denda</a></span></em></p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan%2Fpenyelesaian-sengketa-pajak-bagian-i.html';
  addthis_title  = 'PENYELESAIAN+SENGKETA+PAJAK+%28Bagian+I%29';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>penyelesaian sengketa pajak (256)</li><li>sengketa pajak (216)</li><li>kasus pajak dan penyelesaiannya (187)</li><li>prosedur penyelesaian sengketa pajak (56)</li><li>contoh kasus pajak dan penyelesaiannya (44)</li><li>sengketa pajak dan penyelesaiannya (35)</li><li>sengketa perpajakan (27)</li><li>penyelesaian melalui direktorat jenderal pajak (23)</li><li>pengaturan penyelesaian sengketa pajak (20)</li><li>makalah kasus pajak dan penyelesaiannya (17)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penyelesaian-sengketa-pajak-bagian-i.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-02-07 15:42:06 -->
