<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG PAJAK INDONESIA &#187; pajak thr</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/tag/pajak-thr/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 02:01:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>PPh Pasal 21 atas THR Tahun 2009</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-atas-thr-tahun-2009.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-atas-thr-tahun-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 03:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[pajak thr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[&#160;Powered by Max Banner Ads&#160;Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR pada tahun 2009 ini prinsipnya sama saja dengan penghitungan tahun 2008. Untuk memahami cara perhitungan PPh Pasal 21 THR ini, silahkan dibaca tulisan saya sebelumnya : PPh Pasal 21 Atas Tunjangan Hari Raya (THR) Untuk tahun 2009, ada beberapa penyesuaian perhitungan karena beberapa perubahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:5px 0 5px 0; text-align:left; float:left;"><span style="padding:4px 4px 4px 4px;border:0;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-9865336210085934";
/* 300x250, created 12/5/09 */
google_ad_slot = "6745667831";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></span><br />&nbsp;<span style="font-size:9px">Powered by <a style="color:#0000ff;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:9px" href="http://www.maxblogpress.com/go.php?offer=niceart&pid=12" target="_blank" onmouseover="self.status='MaxBlogPress.com';return true;" onmouseout="self.status=''">Max Banner Ads</a></span>&nbsp;</div><p style="text-align: justify;">Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR pada tahun 2009 ini prinsipnya sama saja dengan penghitungan tahun 2008. Untuk memahami cara perhitungan PPh Pasal 21 THR ini, silahkan dibaca tulisan saya sebelumnya :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-penghasilan-atas-tunjangan-hari-raya-thr.html" target="_blank">PPh Pasal 21 Atas Tunjangan Hari Raya (THR)</a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk tahun 2009, ada beberapa penyesuaian perhitungan karena beberapa perubahan dalam Undang-undang Pajak Penghasilan yang mulai berlaku tahun 2009 ini. Beberapa unsur yang perlu disesuaikan adalah :</p>
<ol>
<li>Perubahan tarif Pasal 17 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. <a title="Tarif Pasal 17 Tahun 2009" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tarif-baru-pajak-penghasilan.html" target="_blank">Klik di sini </a>untuk mengetahui perubahannya.</li>
<li>Perubahan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). <a title="PTKP 2009" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/ptkp-baru-2009.html" target="_blank">Klik di sini</a> untuk mengetahui perubahannya.</li>
<li>Perubahan biaya jabatan. <a title="Biaya jabatan 2009" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/biaya-jabatan-2009.html" target="_blank">Klik di sini </a>untuk mengetahui perubahannya.</li>
</ol>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pengumuman-kpp-wp-besar-orang-pribadi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pengumuman KPP WP Besar Orang Pribadi" >Pengumuman KPP WP Besar Orang Pribadi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">PENGUMUMAN
NOMOR : PENG - 07/PJ.09/2009TENTANG

PEMBENTUKAN KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP)
WAJIB P...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pengurangan-pph-pasal-25-tahun-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pengurangan PPh Pasal 25 Tahun 2009" >Pengurangan PPh Pasal 25 Tahun 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Dasar Hukum
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-10/PJ/2009 tanggal 11 Pebruari 2009.

Rin...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-atas-thr-tahun-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pajak Penghasilan Atas Tunjangan Hari Raya (THR)</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-penghasilan-atas-tunjangan-hari-raya-thr.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-penghasilan-atas-tunjangan-hari-raya-thr.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 00:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[pajak thr]]></category>
		<category><![CDATA[THR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Hari raya idul fitri tinggal sekitar seminggu. Dua kata yang teringat oleh sebagian besar orang bila disebut hari raya idul fitri atau lebaram itu kemungkinan ada dua : mudik dan THR (Tunjangan Hari Raya). Masalah mudik tak akan menjadi perhatian saya karena blog ini terfokus pada masalah pajak walaupun kalau dikait-kaitkan sih pasti ada kaitannya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Hari raya idul fitri tinggal sekitar seminggu. Dua kata yang teringat oleh sebagian besar orang bila disebut hari raya idul fitri atau lebaram itu kemungkinan ada dua : mudik dan THR (Tunjangan Hari Raya). Masalah mudik tak akan menjadi perhatian saya karena blog ini terfokus pada masalah pajak walaupun kalau dikait-kaitkan sih pasti ada kaitannya. He..he..he..</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kata kedualah yang akan menjadi bahan tulisan kali ini. Ya, karena THR merupakan jenis penghasilan yang biasanya diterima oleh karyawan atau pegawai setiap menjelang hari raya. Nah, kalau dikaitkan dengan pajak, pastilah ada kaitannya karena yang namanya penghasilan, apapun nama dan jenisnya, merupakan objek Pajak Penghasilan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Seperti apa sih kaitannya antara THR dan pajak? Barangkali pertanyaan-pertanyaan berikut ini bisa menjadi petunjuknya. &#8220;Berapa sih besarnya pajak atas THR?&#8221;, &#8220;Berapa tarif pajak atas THR&#8221;, atau &#8220;Bagaimana perlakuan perpajakan atas THR?&#8221;.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Baiklah. Mari kita sekarang masuk ke masalah teknis. Tunjangan Hari Raya atau biasa disebut THR adalah penghasilan yang merupakan objek pemotongan PPh Pasal 21. Dasar hukum pemotongan PPh Pasal 21 atas THR ini adalah Pasal 21 Undang-undang Pajak Penghasilan dan petunjuk pemotongan PPh Pasal 21 yang diatur dalam Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-545/PJ/2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-15/PJ/2006.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dalam buku petunjuk pemotongan PPh Pasal 21, THR dikelompokkan sebagai penghasilan tidak teratur di mana teman-temannya adalah bonus, jasa produksi, gratifikasi, tantiem. Penghasilan-penghasilan ini disebut tidak teratur karena tidak diberikan tiap bulan tetapi biasanya setahun sekali.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Bagaimana teknis pemotongan PPh Pasal 21 atas THR ini? Baiklah saya kutipkan saja bagian yang mengatur PPh Pasal 21 atas THR dan kawan-kawannya ini :</span></p>
<p align="justify"><em><span style="font-family: Verdana;">Apabila kepada pegawai tetap diberikan jasa produksi, tantiem, gratifikasi, bonus, premi, tunjangan hari raya, dan penghasilan lain semacam itu yang sifatnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan sekali setahun, maka PPh Pasal 21 dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut :</span></em></p>
<ol type="a">
<li>
<p align="justify"><em><span style="font-family: Verdana;">dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.</span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="font-family: Verdana;">dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya</span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="font-family: Verdana;">selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan huruf a dan huruf b adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebaga.</span></em></p>
</li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Yang dimaksud dengan penghasilan teratur adalah penghasilan yang biasanya diterima tiap bulan seperti gaji, tunjangan, uang lembur dll. Dengan rumus sedrhana bisa saya tuliskan sebagai berikut :</span></p>
<div style="background-color: #ffffff;"><span style="color: #0000ff; font-family: Verdana;">PPh Pasal 21 atas THR = (PPh Pasal 21 setahun atas penghasilan teratur dan THR) &#8211; (PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur saja)</span></div>
<p><span style="font-family: Verdana;">Baiklah, untuk memperjelas masalah saya coba berikan contoh sederhana :</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Robinho (status bujangan tanpa tanggungan), seorang pegawai pada PT Citizen, dalam bulan September 2008 ini mendapatkan penghasilan berupa gaji dan tunjangan sebesar Rp3.000.000,-. Di samping itu Robinho juga diberikan tunjangan hari raya sebesar Rp5.000.000,-. Iuran pensiun setahun yang dipotong dari gaji adalah Rp100.000,-.</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana;">A. PPh Pasal 21 Setahun Atas Penghasilan Teratur dan THR :</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan teratur setahun <span style="color: #ff0000;">Rp3.000.000,- x 12 bulan</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp36.000.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan THR = <span style="color: #0000ff;">Rp5.000.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Jumlah Penghasilan Bruto Setahun <span style="color: #ff0000;">Rp36.000.000,- + Rp5.000.000,-</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp 41.000.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Biaya Jabatan <span style="color: #ff0000;">5% x Rp41.000.000,- = Rp2.050.000,- tapi maksimum diperbolehkan</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp1.296.000</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Iuran Pensiun <span style="color: #ff0000;">12 x Rp100.000,-</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp1.200.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Jumlah Pengurang <span style="color: #ff0000;">Rp1.296.000,- + Rp1.200.000,-</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp2.496.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan Neto <span style="color: #ff0000;">Rp41.000.000 &#8211; Rp2.496.000 </span>= <span style="color: #0000ff;">Rp38.504.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = <span style="color: #0000ff;">Rp13.200.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan Kena Pajak <span style="color: #ff0000;">Rp38.504.000 &#8211; Rp13.200.000 </span>= <span style="color: #0000ff;">Rp25.304.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">PPh Pasal 21 <span style="color: #ff0000;">(5% x Rp25.000.000) + (10% x Rp304.000)</span> =<span style="color: #0000ff;"> <strong>Rp1.280.400,-</strong></span><strong> &lt;&#8212;&#8211; Nilai A</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana;">B. PPh Pasal 21 Setahun Atas Penghasilan Teratur Saja :</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan teratur setahun <span style="color: #ff0000;">Rp3.000.000,- x 12 bulan</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp36.000.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Biaya Jabatan <span style="color: #ff0000;">5% x Rp36.000.000,- = Rp1.800.000,- tapi maksimum diperbolehkan</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp1.296.000</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Iuran Pensiun <span style="color: #ff0000;">12 x Rp100.000,-</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp1.200.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Jumlah Pengurang <span style="color: #ff0000;">Rp1.296.000,- + Rp1.200.000,-</span> = <span style="color: #0000ff;">Rp2.496.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan Neto <span style="color: #ff0000;">Rp36.000.000 &#8211; Rp2.496.000 </span>= <span style="color: #0000ff;">Rp33.504.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = <span style="color: #0000ff;">Rp13.200.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Penghasilan Kena Pajak <span style="color: #ff0000;">Rp33.504.000 &#8211; Rp13.200.000 </span>= <span style="color: #0000ff;">Rp20.304.000,-</span></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">PPh Pasal 21 <span style="color: #ff0000;">5% x Rp20.304.000</span> =<span style="color: #0000ff;"> <strong>Rp1.015.200,-</strong></span><strong> &lt;&#8212;&#8211; Nilai B</strong></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">C. PPh Pasal 21 Atas THR :</span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;">
<p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;"><span style="font-family: Verdana;">Nilai A &#8211; Nilai B = <span style="color: #ff0000;">1.280.400 &#8211; 1.015.200</span> = <strong><span style="color: #0000ff;">Rp264.800,- </span>&lt;&#8212;&#8212; Nilai C</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Jadi, PPh Pasal 21 atas THR dalam kasus di atas adalah Rp264.800,-. Perhatikan bawha perhitungan di atas menggunakan huruf berwarna merah, sementara hasilnya menggunakan huruf berwarna biru. Nilai akhirnya saya bold untuk memudahkan membacanya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Baca juga tulisan-tulisan terkait :</span></p>
<ul>
<li><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=63" target="_blank">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)</a></span></em></li>
<li><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=68" target="_blank">Tarif Pajak Penghasilan</a></span></em></li>
<li><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=78" target="_blank">Sistem Pemotongan dan Pemungutan PPh</a></span></em></li>
<li><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=79" target="_blank">Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21</a></span></em></li>
<li><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=82" target="_blank">PPh Pasal 21 Untuk Pegawai Tetap</a></span></em></li>
<li><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/ptkp-baru-2009.html" target="_blank">PTKP Baru 2009</a></span></em></li>
</ul>
<p><span style="font-family: Verdana;">Download : <em><a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=ZquampSoZqqhlJynsqyZlJyiZK2WlZyp4" target="_blank">Petunjuk Pemotongan PPh Pasal 21/26</a></em></span></p>
<p><strong><span style="font-family: Verdana;">Update 2009 :</span></strong></p>
<p><span style="font-family: Verdana;"><em>Perhitungan di atas belum disesuaikan dengan ketentuan baru tahun 2009. Silahkan klik postingan terbaru tentang THR 2009 :</em></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana;"><em><a title="PPh 21 THR Tahun 2009" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-atas-thr-tahun-2009.html" target="_blank"><strong>PPh Pasal 21 Atas THR Tahun 2009</strong></a><br />
</em></span></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-atas-thr-tahun-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PPh Pasal 21 atas THR Tahun 2009" >PPh Pasal 21 atas THR Tahun 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR pada tahun 2009 ini prinsipnya sama saja dengan penghitungan t...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-untuk-pegawai-tetap.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PPh Pasal 21 Untuk Pegawai Tetap" >PPh Pasal 21 Untuk Pegawai Tetap</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
Tulisan ini adalah salah satu kelanjutan dari tulisan saya tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 yang...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-penghasilan-atas-tunjangan-hari-raya-thr.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-05-23 19:11:06 -->
