<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG PAJAK INDONESIA &#187; npwp</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/tag/npwp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 02:01:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>PPh Pasal 21 Bagi Wajib Pajak Non NPWP</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 03:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[pph pasal 21 karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[tarif pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[&#160;Powered by Max Banner Ads&#160;Kebijakan umum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 adalah adanya disinsentif kepada Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP. Bentuk disinsentif ini adalah berupa dikenakannya tarif pemotongan pajak yang lebih tinggi kepada Wajib Pajak yang tidak berNPWP. Begitu juga dengan ketentuan Pasal 21, tarif yang lebih tinggi bagi Wajib Pajak yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:5px 0 5px 0; text-align:left; float:left;"><span style="padding:4px 4px 4px 4px;border:0;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-9865336210085934";
/* 300x250, created 12/5/09 */
google_ad_slot = "6745667831";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></span><br />&nbsp;<span style="font-size:9px">Powered by <a style="color:#0000ff;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:9px" href="http://www.maxblogpress.com/go.php?offer=niceart&pid=12" target="_blank" onmouseover="self.status='MaxBlogPress.com';return true;" onmouseout="self.status=''">Max Banner Ads</a></span>&nbsp;</div><p style="text-align: justify;">Kebijakan umum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 adalah adanya disinsentif kepada Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP. Bentuk disinsentif ini adalah berupa dikenakannya tarif pemotongan pajak yang lebih tinggi kepada Wajib Pajak yang tidak berNPWP.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan ketentuan Pasal 21, tarif yang lebih tinggi bagi Wajib Pajak yang tidak berNPWP diatur dalam Pasal 21 ayat (5a) yang berbunyi “besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tataran pelaksanaan,  masalah tarif yang lebih tinggi bagi Wajib Pajak yang tidak ber-NPWP ini diatur dalam Pasal 20 Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-57/PJ/2010 yang menyatakan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Bagi Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21 yang tidak memiliki NPWP, dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20%  daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki NPWP</li>
<li style="text-align: justify;">Dengan demikian,  jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar 120%  dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemotongan PPh Pasal 21 dengan tariff 20% lebih tinggi tersebut hanya berlaku untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final.</li>
<li style="text-align: justify;">Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghasilan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi, mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dalam tahun kalender yang bersangkutan paling lama sebelum pemotongan PPh Pasal 21 untuk masa pajak Desember. PPh Pasal 21 yang telah dipotong atas selisih pengenaan tarif sebesar 20% lebih tinggi tersebut tersebut diperhitungkan dengan PPh Pasal 21 yang terutang untuk bulan-bulan selanjutnya setelah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Misalkan Argo Sindoro adalah pegawai tetap pada PT Mutiara Jaya sejak tahun 2010. Argo Sindoro baru mendapatkan NPWP pada bulan Juni 2011. Setiap bulan Argo Sindoro mendapatkan penghasilan tetap yang jumlahnya melebihi PTKP. PPh Pasal 21 terutang setiap bulan adalah Rp100.000,-. Karena Argo belum memiliki NPWP, maka PPh Pasal 21 yang terutang dan harus dipotong PT Mutiara Jaya adalah Rp120.000,- karena dikenakan tarif 20% lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada bulan Juni 2011, PT Mutiara Jaya memotong PPh Pasal 21 dengan tarif normal yaitu Rp100.000,-. Selisih pemotongan lebih tinggi mulai bulan Januari sampai Mei 2011 dapat diperhitungkan pada pemotongan PPh Pasal 21 setelah Argo memiliki NPWP. Jumlah selisih lebih tinggi pemotongan PPh Pasal 21 ini adalah Rp100.000,- (5 bulan kali Rp20.000,- setiap bulan). Dengan demikian, PPh Pasal 21 yang dipotong pada bulan Juni adalah Nihil karena PPh Pasal 21 Rp100.000,- dikompensasikan dulu dengan kelebihan pemotongan PPh Pasal 21 bulan Januari sampai Juni Rp100.000,-.</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tak-punya-npwp-bayar-fiskal-rp-3-juta-mulai-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009" >Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Jakarta - Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengajak masyarakat memiliki Nomor Pokok Wajib Pa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-dan-jual-beli-tanah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: NPWP dan Jual Beli Tanah" >NPWP dan Jual Beli Tanah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Ekstensifikasi NPWP nampaknya mulai merambah pada praktek jual beli tanah/bangunan. Hal ini ditandai...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-bagi-wajib-pajak-non-npwp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pajak perlu kejar WP nonkaryawan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-perlu-kejar-wp-nonkaryawan.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-perlu-kejar-wp-nonkaryawan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 13:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[wajib pajak]]></category>
		<category><![CDATA[wajib pajak baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Achmad Aris JAKARTA: Direktorat Jenderal Pajak diminta untuk lebih mengintensifkan kegiatan ekstensifikasi (penambahan wajib pajak baru) kepada wajib pajak perorangan yang berstatus nonkaryawan. Hal itu dimaksudkan agar penambahan jumlah wajib pajak berbanding lurus dengan penambahan penerimaan pajak. Data ekstensifikasi Ditjen Pajak per 30 September 2010 menunjukkan penambahan jumlah wajib pajak masih didominasi oleh penambahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Oleh: Achmad Aris</p>
<div style="text-align: justify;">JAKARTA: Direktorat Jenderal Pajak diminta untuk lebih mengintensifkan kegiatan ekstensifikasi (penambahan wajib pajak baru) kepada wajib pajak perorangan yang berstatus nonkaryawan. Hal itu dimaksudkan agar penambahan jumlah wajib pajak berbanding lurus dengan penambahan penerimaan pajak.</p>
<p>Data ekstensifikasi Ditjen Pajak per 30 September 2010 menunjukkan penambahan jumlah wajib pajak masih didominasi oleh penambahan wajib pajak yang berstatus sebagai karyawan sementara penambahan wajib pajak perorangan nonkaryawan masih minim.</p>
<p>Dari total penambahan wajib pajak baru sebesar 2,86 juta, sebanyak 2,53 merupakan penambahan dari wajib pajak perorangan berstatus karyawan. Sementara penambahan wajib pajak perorangan nonkaryawan hanya 191 ribu, disusul penambahan wajib pajak badan sebanyak 112 ribu dan 24 ribu penambahan dari wajib pajak bendaharawan.</p>
<p>Pengamat ekonomi dari Sustainable Development Indonesia yang juga merupakan mantan anggota Komisi XI DPR, Dradjad H. Wibowo mengatakan masih rendahnya data base wajib pajak perorangan nonkaryawan tersebut merupakan salah satu penyebab rendahnya tax ratio Indonesia saat ini.</p>
<p>&#8220;Melihat besarnya peranan konsumsi rumah tangga dalam pembentukan PDB, saya yakin potensi penerimaan pajaknya cukup besar karena konsumsi ini kan sumbernya dari penghasilan,&#8221; katanya kepada Bisnis hari ini.</p>
<p>Menurutnya, penambahan jumlah wajib pajak perorangan nonkaryawan tersebut bisa diintensifikan terlebih dahulu di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, dan Makassar. &#8220;Itu akan memberikan tambahan PPh yang lumayan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, Ditjen Pajak juga harus menyisir pegawai negeri yang berprofesi sebagai dokter, konsultan, pedagang, dosen, atau profesi lainnya. Golongan PNS seperti itu, jelasnya, umumnya NPWP-nya terdaftar di kantor pemerintah tempat mereka bekerja sehingga PPh-nya nihil. &#8220;Padahal dia punya pekerjaan lain yang penghasilannya lebih besar dan tidak bayar pajak,&#8221; jelasnya.(yn)</p></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">sumber : Bisnis Indonesia Online</div>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/permintaan-membludak-sunset-policy-diperpanjang-februari-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Permintaan Membludak, Sunset Policy Diperpanjang Februari 2009" >Permintaan Membludak, Sunset Policy Diperpanjang Februari 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Jakarta - Departemen Keuangan akan memperpanjang sunset policy atau kebijakan penghapusan sanksi paj...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tak-punya-npwp-bayar-fiskal-rp-3-juta-mulai-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009" >Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Jakarta - Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengajak masyarakat memiliki Nomor Pokok Wajib Pa...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pajak-perlu-kejar-wp-nonkaryawan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kewajiban SPT Wanita Kawin</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-spt-wanita-kawin.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-spt-wanita-kawin.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 01:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[SPT]]></category>
		<category><![CDATA[wanita kawin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip Pengenaan PPh Orang Pribadi Pada dasarnya Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dikenakan terhadap satu keluarga. Prinsip seperti ini bisa kita temukan dalam Pasal 8 ayat (1) UU PPh yang mengatur bahwa penghasilan atau kerugian istri dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suaminya.. Penggabungan penghasilan ini tidak berlaku jika penghasilan istri semata-mata berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Prinsip Pengenaan PPh Orang Pribadi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dikenakan terhadap satu keluarga. Prinsip seperti ini bisa kita temukan dalam Pasal 8 ayat (1) UU PPh yang mengatur bahwa penghasilan atau kerugian istri dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suaminya.. Penggabungan penghasilan ini tidak berlaku jika penghasilan istri semata-mata berasal dari satu pemberi kerja dan sudah dipotong PPh Pasal 21.<br />
Prinsip pengenaan pajak pada satu keluarga juga bisa kita baca dari Pasal 7 UU PPh yang mengatur mengenai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Dalam struktur PTKP terdapat unsur PTKP berupa status kawin, tanggungan keluarga dan apabila ada penghasilan istri digabung.<br />
Dari ketentuan di atas juga bisa kita simpulkan bahwa suami adalah dalam keluarga adalah pemeran utama pelaksanaan kewajiban sehingga dalam kepemilikan NPWP pun. NPWP adalah atas nama suami. Istri dan anak ikut dalam NPWP suami.<br />
Dengan demikian, bagi wanita kawin, pada dasarnya tidak ada kewajiban penyampaian SPT Tahunan. Kewajiban SPT ada pada suami sebagai pemegang NPWP. Jika istri dan anak yang belum dewasa memiliki penghasilan, maka penghasilan tersebut digabungkan dengan penghasilan suaminya.</p>
<p><strong>Wanita Kawin Wajib Menyampaikan SPT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pasal 8 ayat (2) UU PPh, penghasilan suami istri dikenai pajak secara terpisah dalam hal :</p>
<ol>
<li>Suami istri hidup berpisah berdasarkan putusan hakim,</li>
<li>Adanya perjanjian tertulis pemisahan harta dan penghasilan oleh suami istri, dan</li>
<li>Dikehendaki oleh istri yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri.</li>
</ol>
<p>Apabila kondisi tersebut terjadi maka istri berkewajiban pula memiliki NPWP. Dengan demikian ia juga wajib menyampaikan SPT Tahunan  dan dilakukan sendiri oleh wanita kawin atau istri dan terpisah dari suaminya.</p>
<p><strong>Bagaimana Cara Menghitung Pajaknya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal suami istri hidup berpisah berdasarkan putusan hakim maka penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan pengenaan pajaknya dilakukan sendiri-sendiri. Dengan demikian, PPh terutang dihitung seperti Wajib Pajak yang berstatus tidak kawin. Tanggungan keluarga untuk PTKP adalah tanggungan yang sebenarnya. Jadi, jika semua anak ikut istri maka anak menjadi tanggungan istri, begitu pula sebaliknya.<br />
Bagi suami istri yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta keluarga yang istrinya menghendaki pengenaan pajak secara terpisah, maka penghitungan pajaknya dilakukan berdasarkan penjumlahan penghasilan neto suami istri dan masing-masing suami istri memikul beban pajak sesuai perbandingan penghasilan netonya.<br />
Beberapa ketentuan penegasan tentang pengenaan PPh bagi wanita kawin atau istri yang mengadalakan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta istri yang menghendaki melaksanakan hak dan kewajiban pajaknya secara terpisah, diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE &#8211; 29/PJ/2010 Tentang Pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Bagi Wanita Kawin Yang Melakukan Perjanjian Pemisahan Harta Dan Penghasilan Atau Yang Memilih Untuk Menjalankan Hak Dan Kewajiban Perpajakannya Sendiri. Beberapa penegasan tersebut adalah :</p>
<ol>
<li>Bagi wanita kawin yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan atau yang memilih untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi atas namanya sendiri terpisah dengan SPT Tahunan PPh suaminya.</li>
<li>Penghasilan yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh wanita kawin tersebut dalam suatu tahun pajak, tidak termasuk penghasilan anak yang belum dewasa.</li>
<li>Penghitungan PPh terutang dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a didasarkan pada penggabungan penghasilan neto suami isteri dan besarnya PPh terutang bagi isteri tersebut dihitung sesuai dengan perbandingan penghasilan neto antara suami dan isteri.</li>
<li>Penghitungan PPh terutang sebagaimana dimaksud pada huruf c, berlaku juga bagi wanita kawin sebagai pegawai yang mempunyai penghasilan semata-mata diterima atau diperoleh dari 1 (satu) pemberi kerja yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21.</li>
<li>Harta dan kewajiban/utang yang dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah harta dan kewajiban yang dimiliki dan/atau dikuasai wanita kawin tersebut pada akhir tahun pajak.</li>
<li>Tata cara pengisian SPT Tahunan bagi wanita kawin sebagaimana dimaksud pada huruf a sesuai dengan petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak orang pribadi sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-34/PJ/2009 tentang Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi Beserta Petunjuk Pengisiannya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-66/PJ/2009.</li>
</ol>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/penggunaan-ptkp-dalam-penghitungan-pph-pasal-21.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penggunaan PTKP Dalam Penghitungan PPh Pasal 21" >Penggunaan PTKP Dalam Penghitungan PPh Pasal 21</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Karena Wajib Pajak yang dipotong PPh Pasal 21 adalah Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri, maka da...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penghapusan-npwp.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penghapusan NPWP" >Penghapusan NPWP</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Alasan Penghapusan NPWP
Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (6) Undang-undang Nomor 6 Tahun 19...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kewajiban-spt-wanita-kawin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pensiunan, NPWP, dan Pajak Penghasilan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pensiunan-npwp-dan-pajak-penghasilan.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pensiunan-npwp-dan-pajak-penghasilan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 10:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 21]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[pensiunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu sempat mencuat kabar tentang keresahan pensiunan tentang kepemilikan NPWP. Namun demikian, saya tidak begitu memperhatkan kabar tersebut sampai minggu ini ketika saya membaca harian Bangka Pos di mana di harian tersebut ada suara pembaca melalui SMS yang meminta sosialisasi kepada para pensiunan tentang masalah perpajakan bagi pensiunan. Nah, tulisan ini saya buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu sempat mencuat kabar tentang keresahan pensiunan tentang kepemilikan NPWP. Namun demikian, saya tidak begitu memperhatkan kabar tersebut sampai minggu ini ketika saya membaca harian Bangka Pos di mana di harian tersebut ada suara pembaca melalui SMS yang meminta sosialisasi kepada para pensiunan tentang masalah perpajakan bagi pensiunan. Nah, tulisan ini saya buat sekedar untuk memberikan penjelasan, walaupun sifatnya tidak resmi, kepada masyarakat terutama pensiunan tentang bagaimana ketentuan perpajakan terutama Pajak Penghasilan terkait pensiunan dan penghasilannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h1 style="text-align: justify;"><strong>Pemotongan Pajak Penghasilan</strong></h1>
<p style="text-align: justify;">Penghasilan yang terkait dengan status pensiunan bisa terdiri dari dua jenis. Pertama, uang pensiunan yang dibayarkan setiap bulan dan kedua adalah uang pensiunan yang dibayarkan secara sekaligus. Kedua jenis penghasilan ini timbul sebagai akibat adanya iuran pensiun yang dibayarkan ketika si pensiunan tersebut masih bekerja. Iuran pensiun ini ada yang menjadi tanggungan pemberi kerjanya ada pula yang menjadi tanggungan pegawai.</p>
<p style="text-align: justify;">Baik uang pensiunan bulanan maupun uang pensiun yang dibayarkan sekaligus merupakan objek pemotongan PPh Pasal 21. Perhitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan berupa uang pensiun bulanan dilakukan dengan cara mengenakan tarif Pasal 17 (biasanya 5%) atas penghasilan kena pajak di mana besarnya penghasilan kena pajak adalah uang pensiun dikurangi dengan biaya pensiun dan penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Dengan demikian, jika uang pensiunan bulanan masih di bawah PTKP maka tidak dipotong PPh Pasal 21. Ketentuan terkait dengan pemotongan ini adalah Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, pemotongan PPh Pasal 21 atas uang manfaat pensiun yang dibayarkan sekaligus, ketentuannya mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009 yang baru terbit tanggal 16 Nopember 2009 lalu. Peraturan Pemerintah ini menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 149 Tahun 2000 yang sudah tidak berlaku lagi sejak tanggal 16 Nopember 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan ketentuan baru ini maka uang pensiunan di bawah Rp 50.000.000 dikenakan tarif 0% (nol persen) sedangkan atas uang pensiunan bruto di atas Rp50.000.000 dikenakan tarif 5%.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h1 style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Dipotong Pajak?</strong></h1>
<p style="text-align: justify;">Mungkin di antara kita ada yang bertanya, mengapa uang pensiunan ini dipotong pajak lagi padahal ketika masih bekerja, penghasilan pekerja atau pegawai dulunya dikenakan PPh Pasal 21 juga?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menjawab ini mari kita cermati ketentuan tentang pemotongan PPh Pasal 21 bagi pegawai tetap. Pasal 10 ayat (3) huruf b PER-31/PJ/2009 menyatakan bahwa iuran pensiun yang menjadi tanggungan pegawai merupakan pengurang dalam melakukan perhitungan PPh Pasal 21. Dengan demikian, iuran pensiun ketika menjadi pegawai tidak dikenakan PPh Pasal 21. Begitu juga dengan perlakuan atas iuran pensiunan yang dibayarkan pemberi kerja. Pasal 8 ayat (1) huruf c menyatakan bahwa iuran pensiun yang dibayar pemberi kerja tidak termasuk penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21. Jadi jelaslah bahwa pembayaran iuran pensiunan ketika pegawai masik bekerja tidak dikenakan pajak sehingga pengenaan pajaknya dilakukan atas uang pensiunan yang diterima pensiunan ketika pegawai sudah pensiun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h1 style="text-align: justify;"><strong>Pensiunan dan NPWP</strong></h1>
<p style="text-align: justify;">Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor identitas Wajib Pajak. Kewajiban memiliki NPWP hanya dikaitkan dengan penghasilan dalam satu tahun, apapun jenis penghasilannya. Apabila penghasilan seseorang sudah melebihi penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dalam satu tahun maka berdasarkan ketentuan perpajakan ia wajib untuk ber NPWP.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak terkecuali dengan pensiunan, jika penghasilannya dalam satu tahun sudah melebihi PTKP, maka seorang pensiunan wajib juga ber NPWP. Sebaliknya, jika penghasilannya di bawah PTKP, maka ia tidak wajib ber NPWP.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin selama ini banyak pensiunan tidak ber NPWP walaupun penghasilannya melebihi PTKP. Tentu hal ini tidak menjadi masalah jika penghasilan pensiunan tersebut hanya dari uang pensiunan bulanan saja. Namun jika ada ada penghasilan lain, maka kemungkinan besar ada penghasilan yang belum dikenakan pajak. Mengapa demikian? Karena pengenaan pajak sebenarnya adalah sesuai perhitungan dalam SPT Tahunan. Orang yang tidak ber NPWP tentu tidak menyampaikan SPT Tahunan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian, lain ceritanya di tahun 2009 ini. Dengan berlakunya UU Nomor 36 Tahun 2008, orang yang tidak ber NPWP harus dikenakan PPh Pasal 21 dengan tarif 20% lebih tinggi. Jadi, walaupun pensiunan tidak memiliki penghasilan lain, ketiadaan NPWP akan menyebabkan beban pajak lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, dalam konteks inilah mungkin ada lembaga dana pensiun yang mewajibkan NPWP kepada pensiunan dengan maksud agar pensiunan tersebut tidak dipotong PPh Pasal 21 lebih tinggi. Bagi pensiunan sendiri sebenarnya hal ini lebih bersifat pilihan, memiliki NPWP dengan pemotongan PPh Pasal 21 biasa atau tidak berNPWP dengan beban PPh Pasal 21 20% lebih tinggi dari biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan terkait :<br />
<a title="Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/nomor-pokok-wajib-pajak-npwp.html" target="_blank">Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)</a><br />
<a title="PTKP Baru 2009" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/ptkp-baru-2009.html" target="_blank">PTKP Baru 2009</a><a title="Pemotongan PPh Pasal 21 2009" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pemotongan-pph-pasal-21-berdasarkan-per-31pj2009.html" target="_blank"><br />
Pemotongan PPh Pasal 21 Berdasarkan PER-31/PJ/2009</a></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/biaya-jabatan-dan-biaya-pensiun.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Biaya Jabatan dan Biaya Pensiun" >Biaya Jabatan dan Biaya Pensiun</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Dalam penghitungan PPh Pasal 21 dikenal istilah biaya jabatan dan biaya pensiun.  Biaya jabatan ada...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-21-tahun-2011-untuk-pns-anggota-tni-dan-anggota-polri.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PPh Pasal 21 Tahun 2011 Untuk PNS, Anggota TNI dan Anggota Polri" >PPh Pasal 21 Tahun 2011 Untuk PNS, Anggota TNI dan Anggota Polri</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Akhirnya terbit juga Peraturan Pemerintah yang menggantikan PP Nomor 45 Tahun 1994 yang telah sekian...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pensiunan-npwp-dan-pajak-penghasilan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghapusan NPWP</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penghapusan-npwp.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penghapusan-npwp.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 00:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[penghapusan npwp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Alasan Penghapusan NPWP Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (6) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 (selanjutnya disebut UU KUP), penghapusan NPWP bisa dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak dalam hal-hal sebagai berikut : diajukan permohonan penghapusan NPWP oleh Wajib Pajak dan/atau ahli warisnya apabila Wajib Pajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Alasan Penghapusan NPWP</h4>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (6) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 (selanjutnya disebut UU KUP), penghapusan NPWP bisa dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak dalam hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">diajukan permohonan penghapusan NPWP oleh Wajib Pajak dan/atau ahli warisnya apabila Wajib Pajak sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan</li>
<li style="text-align: justify;">WP badan dilikuidasi karena penghentian atau penggabungan usaha</li>
<li style="text-align: justify;">WP bentuk usaha tetap (BUT) menghentikan kegiatan usahanya di Indonesia</li>
<li style="text-align: justify;">dianggap perlu oleh Direktur Jenderal Pajak untuk menghapuskan Nomor Pokok Wajib Pajak dari Wajib Pajak yang sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan / atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan perpajakan</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kondisi pertama nampaknya ditujukan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi karena untuk WP Badan dan BUT disebutkan khusus di point kedua dan ketiga. Kata-kata “ahli waris” juga menunjukkan bahwa kondisi pertama memang ditujukan untuk WP Orang Pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata-kata persyaratan subjektif dan objektif pengertiannya bisa kita temui di penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU KUP sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Persyaratan subjektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya. Persyaratan objektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, jelaslah bahwa persyaratan subjektif atau objektif ini harus mengacu pada ketentuan dalam Undang-undang PPh. Dalam konteks penghapusan NPWP ini, Pasal 2A UU PPh adalah ketentuan yang relevan di mana di Pasal inilah diatur saat mulai dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif. Berdasarkan Pasal 2A UU PPh ini, kewajiban pajak subjektif Orang Pribadi berakhir pada saat meninggal dunia atau pada saat meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. Untuk warisan yang belum terbagi, saat berakhirnya kewajiban pajak subjektif adalah pada saat warisan tersebut selesai dibagikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan syarat objektif? Dari penjelasan Pasal 2 ayat (1) UU KUP, kata-kata yang menunjukkan persyaratan objektif ini adalah “menerima atau memperoleh penghasilan”. Dengan demikian, persyaratan objektif ini agak sulit dijadikan sebagai alasan untuk menghapuskan NPWP. Mengapa? Karena tentu saja sulit membuktikan seseorang tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan jika ia masih hidup di dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan batasan PTKP? Tidak ada penjelasan yang menyatakan bahwa jika penghasilan seseorang menjadi di bawah PTKP maka tidak lagi memenuhi persyaratan objektif sehingga bisa dihapuskan NPWP. Dengan kata lain, berkurangnya penghasilan menjadi di bawah PTKP bukanlah alasan untuk menghapuskan NPWP. Batasan PTKP hanyalah batasan untuk kewajiban mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (5) UU KUP dan PER-44/PJ/2008.</p>
<h4>Wanita Kawin</h4>
<p style="text-align: justify;">Dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008 terdapat tambahan kondisi yang menjadi alasan untuk menghapuskan NPWP yaitu Wanita yang sebelumnya telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan menikah tanpa membuat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan. Alasan ini menjadi logis mengingat bahwa pengenaan Pajak Penghasilan ini dilakukan terhadap satu unit keluarga sehingga kepemilikan NPWP pun kewajibannya adalah untuk satu keluarga kecuali jika suami istri melakukan pisah harta dan penghasilan atau hidup berpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, wanita yang sebelumnya punya NPWP kemudian menikah maka NPWP nya bisa dihapuskan. Namun demikian tentu syaratnya adalah jika suaminya telah memiliki NPWP sebagaimana ditegaskan dalam pasal 6 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008.</p>
<h4>Jangka Waktu Penyelesaian Permohonan Penghapusan NPWP</h4>
<p style="text-align: justify;">Jangka waktu penyelesaian permohonan penghapusan NPWP ini diatur dalam Pasal 2 ayat (7) UU KUP dan ditegaskan lagi dalam Pasal 5 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008. Dalam ketentuan di atas ditegaskan bahwa jangka waktu penyelesaian penghapusan NPWP adalah 6 bulan bagi WP Orang Pribadi dan 12 bulan untuk Wajib Pajak Badan sejak permohonan diterima lengkap. Penyelesaian permohonan ini dilakukan setelah dilakukan proses pemeriksaan oleh Dirjen Pajak.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila jangka waktu di atas telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberi suatu keputusan, permohonan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dianggap dikabulkan (Pasal 5 ayat (4) PMK 20/PMK.03/2008). Dalam hal permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan, Direktur Jenderal Pajak harus menerbitkan surat keputusan penghapusan Nomor Pokok Wajib pajak dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah jangka waktu 6 bulan atau 12 bulan di atas berakhir (Pasal 5 ayat (4) PMK 20/PMK.03/2008).</p>
<h4>Masalah Utang Pajak</h4>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pasal 5 ayat (2) PMK 20/PMK.03/2008, penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dilakukan apabila utang pajak telah dilunasi atau hak untuk melakukan penagihan telah daluwarsa, kecuali dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa utang pajak tersebut tidak dapat atau tidak mungkin ditagih lagi antara lain karena:</p>
<ol>
<li>Wajib Pajak orang pribadi meninggal dunia dengan tidak meninggalkan warisan dan tidak mempunyai ahli waris atau ahli waris tidak dapat ditemukan; atau</li>
<li>Wajib Pajak tidak mempunyai harta kekayaan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa untuk menghapuskan NPWP syarat yang penting adalah bahwa Wajib Pajak tidak punya hutang pajak seperti SKPKB atau STP yang belum atau tidak dilunasi.</p>
<h4>Ketentuan Pelaksanaan</h4>
<p style="text-align: justify;">Ketentuan pelaksanaan teknis tentang penghapusan NPWP masih mengacu kepada Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001 tentang Jangka Waktu Pendaftaran Dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran Dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, Serta Pengukuhan Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. Ketentuan ini kemudian disempurnakan dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-160/PJ/2007.</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/sunset-policy.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Sunset Policy" >Sunset Policy</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Ada ketentuan baru dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 yang memberikan semacam pengampunan pajak...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/penghapusan-denda-pasal-7-kup.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penghapusan Denda Pasal 7 KUP" >Penghapusan Denda Pasal 7 KUP</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Dari beberapa sumber berita saya mendapatkan informasi tentang rencana pemerintah yang disampaikan o...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/penghapusan-npwp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tata Cara Pindah NPWP</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/tata-cara-pindah-npwp.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/tata-cara-pindah-npwp.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 04:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diadministrasikan oleh Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. Misalnya seorang Wajib Pajak yang tinggal di kecamatan Kebayoran Lama maka ia akan mendaftarkan NPWP nya di KPP Pratama Kebayoran Lama karena KPP ini wilyah kerjanya antara lain adalah kecamatan Kebayoran Lama. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diadministrasikan oleh Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. Misalnya seorang Wajib Pajak yang tinggal di kecamatan Kebayoran Lama maka ia akan mendaftarkan NPWP nya di KPP Pratama Kebayoran Lama karena KPP ini wilyah kerjanya antara lain adalah kecamatan Kebayoran Lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Wajib Pajak tersebut pindah tempat tinggalnya ke kecamatan Pasar Minggu, maka NPWP nya hendaknya juga pindah ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi kecamatan Pasar Minggu.</p>
<p><strong>Pindah NPWP, Bagaimana Caranya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tatacara pindah NPWP diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-41/PJ/2009. Penegasannya terdapat dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-69/PJ/2009.</p>
<p><em>Bagi Wajib Pajak Badan atau Joint Operation atau Bendahara</em></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Permohonan pindah NPWP dilakukan dengan mengisi formulir Perubahan Data dan Wajib Pajak Pindah. Permohonan diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) lama. KPP lama ini adalah KPP tempat Wajib Pajak terdaftar sebelumnya. Sedangkan KPP baru adalah KPP tempat Wajib Pajak terdaftar setelah Wajib Pajak pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan.</li>
<li style="text-align: justify;">KPP lama harus menerbitkan Surat Pindah untuk disampaikan kepada Wajib Pajak dan ditembuskan ke KPP baru, paling lama 1 hari kerja terhitung sejak permohonan diterima lengkap.</li>
<li style="text-align: justify;">KPP baru harus menerbitkan Kartu NPWP dan SKT serta ditembuskan ke KPP lama, paling lama 1 hari kerja sejak diterimanya Surat Pindah dari KPP lama.</li>
<li style="text-align: justify;">KPP lama harus menerbitkan Surat Pencabutan SKT paling lama 1 hari kerja sejak diterimanya tembusan Kartu NPWP da SKT dari KPP baru.</li>
<li style="text-align: justify;">Dalam hal permohonan pindah disampaikan ke KPP baru maka KPP baru harus meneruskan permohonan pindah tersebut ke KPP lama.</li>
</ul>
<p><em>Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi</em></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Permohonan pindah NPWP dilakukan dengan mengisi formulir Perubahan Data dan Wajib Pajak Pindah. Permohonan diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) baru.</li>
<li style="text-align: justify;">KPP baru harus menerbitkan Kartu NPWP dan SKT serta ditembuskan ke KPP lama, paling lama 1 hari kerja sejak diterimanya permohonan secara lengkap.</li>
<li style="text-align: justify;">KPP lama harus menerbitkan Surat Pencabutan SKT paling lama 1 hari kerja sejak diterimanya tembusan Kartu NPWP da SKT dari KPP baru.</li>
<li style="text-align: justify;">Dalam hal permohonan pindah disampaikan ke KPP lama, maka KPP lama harus meneruskan permohonan pindah tersebut ke KPP baru</li>
</ul>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/peraturan-pelaksanaan-faktur-pajak-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Peraturan Pelaksanaan Faktur Pajak 2010" >Peraturan Pelaksanaan Faktur Pajak 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Akhirnya, peraturan pelaksanaan PPN 2010 sudah mulai terbit dengan munculnya Peraturan Menteri Keuan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-pengganti.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Faktur Pajak Pengganti" >Faktur Pajak Pengganti</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Ketentuan Hukum
Ketentuan tentang Faktur Pajak (FP) pengganti diatur dalam Pasal 8 Ayata (1) Peratu...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/tata-cara-pindah-npwp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NPWP, Bagaimana Cara Mendapatkannya?</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-bagaimana-cara-mendapatkannya.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-bagaimana-cara-mendapatkannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 15:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[NPWP]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Nomor Pokok Wajib Pajak atau biasa disingkat NPWP ini sekarang sudah begitu populer di masyarakat luas. Hal ini tidak terlepas dari kampanye sunset policy pada tahun 2008 lalu serta iklan tentang NPWP di media massa yang cukup menyita perhatian masyarakat. Belum lagi adanya ketentuan insentif dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 terhadap Wajib Pajak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size: small;"> </span></div>
<div><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"> </span></span></div>
<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Nomor Pokok Wajib Pajak atau biasa disingkat NPWP ini sekarang sudah begitu populer di masyarakat luas. Hal ini tidak terlepas dari kampanye sunset policy pada tahun 2008 lalu serta iklan tentang NPWP di media massa yang cukup menyita perhatian masyarakat. Belum lagi adanya ketentuan insentif dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 terhadap Wajib Pajak yang ber NPWP dan disinsentif bagi Wajib Pajak yang tidak berNPWP.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Namun demikian, kepopuleran istilah NPWP ini ternyata belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang seluk-beluk NPWP seperti bagaimana cara daftar NPWP, di mana mendapatkan NPWP, apakah membuat NPWP itu bayar?, siapa yang wajib ber NPWP dan lain sebagainya. Beberapa pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah saya tuangkan dalam bentuk tulisan-tulisan di bawah ini :</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=12">Apa Itu NPWP</a> </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=38">NPWP Berlaku Surut</a> </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a title="Nomor Pokok Wajib Pajak" href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/nomor-pokok-wajib-pajak-npwp.html" target="_blank">Nomor Pokok Wajib Pajak</a> </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/perlukah-npwp-buat-istri.html" target="_blank">Perlukah NPWP Buat Istri</a> </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apakah-anak-wajib-ber-npwp.html" target="_blank">Apakah Anak Wajib BerNPWP?</a> </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-dan-jual-beli-tanah.html">NPWP dan Jual Beli Tanah</a> </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-untuk-anggota-keluarga.html" target="_blank">NPWP Untuk Anggota Keluarga</a> </span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-jangka-waktu-pendaftaran.html" target="_blank">NPWP : Jangka Waktu Pendaftaran</a> <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=24" target="_blank">Perubahan KUP : NPWP</a> </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan adalah bagaimana sih cara mendaftarkan NPWP terutama bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Sebagai rujukan adalah Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-40/PJ/2008. Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, ketentuan tentang pendaftaran NPWP ini adalah sebagai berikut :</span></p>
<ul style="margin-top: 0in;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;">Wajib Pajak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Wajib Pajak tersebut. Bisa juga pendaftaran ini dilakukan di KP2KP jika di suatu daerah tidak terdapat KPP tetapi adanya KP2KP</span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;">Wajib Pajak harus mengisi Formulir Permohonan Pendaftaran Wajib Pajak secara lengkap dan jelas</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; mso-line-height-alt: 11.25pt;"><span style="font-family: Verdana;">Wajib Pajak menyerahkan Formulir Permohonan Pendaftaran Wajib Pajak yang telah diisi secara lengkap dan jelas serta ditandatangani Wajib Pajak atau kuasanya kepada Petugas Pendaftaran Wajib Pajak</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; mso-line-height-alt: 11.25pt;"><span style="font-family: Verdana;">Wajib Pajak menerima Bukti Penerimaan Surat (BPS) yang telah di ditandatangani oleh petugas pendaftaran setelah Formulir Permohonan Pendaftaran Wajib Pajak dilengkapi</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; mso-line-height-alt: 11.25pt;"><span style="font-family: Verdana;">Jangka waktu penyelesaian permohonan pendaftaran NPWP paling lama 1 (satu) hari kerja terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; mso-line-height-alt: 11.25pt;"><span style="font-family: Verdana;">Pengisian alamat tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha pada formulir didasarkan pada kenyataan atau menurut keadaan sebenarnya, tidak pada pertimbangan yang bersifat formal</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; mso-line-height-alt: 11.25pt;"><span style="font-family: Verdana;">Wajib Pajak tidak perlu menyampaikan hardcopy data pendukung pada saat menyampaikan formulir permohonan pendaftaran Wajib Pajak </span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; mso-line-height-alt: 11.25pt;"><span style="font-family: Verdana;">Pendaftaran NPWP tidak dipungut biaya alias gratis</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Nah, dengan demikian bisa saya ringkaskan bahwa proses mendapatkan NPWP sebenarnya mudah, murah dan sederhana karena Wajib Pajak hanya cukup mengisi formulir pendaftaran tanpa perlu dilampiri apapun (seperti KTP, KK, dll) dengan proses yang cepat dan gratis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Ada cara lain yang lebih mudah untuk mendapatkan NPWP yaitu dengan e-registration yang diatur dalam PER-24/PJ/2009. </span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Nah, untuk yang ini saya akan tulsikan dalam kesempatan berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan/tata-cara-pindah-npwp.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tata Cara Pindah NPWP" >Tata Cara Pindah NPWP</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pada dasarnya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diadministrasikan oleh Kantor Pelayanan Pajak yang wila...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tak-punya-npwp-bayar-fiskal-rp-3-juta-mulai-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009" >Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Jakarta - Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengajak masyarakat memiliki Nomor Pokok Wajib Pa...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-bagaimana-cara-mendapatkannya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapankah Seorang Anak Wajib Ber NPWP?</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kapankah-seorang-anak-wajib-ber-npwp.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kapankah-seorang-anak-wajib-ber-npwp.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 10:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[npwp anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Masih terkait dengan masalah NPWP dalam kaitannya dengan anggota keluarga. Kali ini saya akan menyoroti masalah yang sering kali dipertanyakan oleh masyarakat, yaitu bilakah seorang anak harus memiliki NPWP sendiri?   NPWP Adalah Untuk Satu Keluarga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada hakikatnya adalah nomor administrasi perpajakan terkait dengan jenis pajak tertentu, yaitu Pajak Penghasilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Masih terkait dengan masalah NPWP dalam kaitannya dengan anggota keluarga. Kali ini saya akan menyoroti masalah yang sering kali dipertanyakan oleh masyarakat, yaitu bilakah seorang anak harus memiliki NPWP sendiri?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">NPWP Adalah Untuk Satu Keluarga</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada hakikatnya adalah nomor administrasi perpajakan terkait dengan jenis pajak tertentu, yaitu Pajak Penghasilan (PPh). PPh sendiri menganut prinsip pemajakan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi dengan menempatkan satu unit keluarga sebagai satu kesatuan yang dikenakan Pajak Penghasilan. Pasal 8 Undang-undang Pajak Penghasilan adalah dasar utama terkait masalah ini di mana penghasilan istri dan anak pada umumnya digabungkan dengan penghasilan kepala keluarga. Dengan demikian maka NPWP pun mengikuti prinsip ini di mana kewajiban NPWPpun hanya dikenakan kepada satu unit keluarga saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-size: small;">Anak Sebagai Bagian Dari Keluarga</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-size: small;">Dua faktor penting untuk menentukan status seorang anak dalam satu keluarga adalah : apakah anak tersebut memiliki penghasilan sendiri dan apakah anak tersebut sudah dewasa. Yang dimaksud dengan anak yang belum dewasa adalah anak yang belum berumur 18 tahun dan belum menikah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-size: small;">Jika seorang anak sudah memiliki penghasilan sendiri tetapi dia belum dewasa, maka kewajiban pajaknya digabung dengan kewajiban pajak orang tuanya. Penghasilan sang anak digabung dengan penghasilan orang tuanya. Sang anakpun berhak atas PTKP asalkan masih dalam batas maksimum tiga orang tanggungan dalam keluarga tersebut. Anakpun tidak perlu ber NPWP karena NPWP nya ikut NPWP orang tuanya sesuai dengan perlakuan dalam Pajak Penghasilan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-size: small;">Jika seorang anak sudah memiliki penghasilan sendiri dan dia sudah dewasa, maka ia sudah menjadi Wajib Pajak terpisah dengan orangtuanya sehingga ia sudah harus ber NPWP sendiri jika penghasilannya setahun sudah melebihi PTKP. Orang tuanya juga tidak bisa memasukkannya sebagai tanggungan dalam PTKP.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-size: small;">Terakhir, jika sang anak tidak berpenghasilan maka ia tidak wajib ber NPWP. Ia bisa dimasukkan sebagai tanggungan dalam PTKP orangtuanya tanpa dibatasi umurnya karena PTKP sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Undang-undang Pajak Penghasilan tidak membatasi umur tetapi dibatasi dengan kata-kata : “ditanggung sepenuhnya”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: IT;" lang="IT"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Baca juga tulisan yang terkait dengan tulisan ini :</span></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-untuk-anggota-keluarga.html" target="_blank"><span style="font-size: small;">NPWP Untuk Anggota Keluarga</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/bagaimana-dengan-keluarga-tki.html" target="_blank"><span style="font-size: small;">Bagaimana Dengan Keluarga TKI</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=38"><span style="font-size: small;">NPWP Berlaku Surut</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-jangka-waktu-pendaftaran.html" target="_blank"><span style="font-size: small;">NPWP : Jangka Waktu Pendaftaran</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=63" target="_blank"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)</span></span></a></span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/perlukah-npwp-buat-istri.html" target="_blank"><span style="font-size: small;">Perlukah NPWP Buat Istri</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apakah-anak-wajib-ber-npwp.html" target="_blank"><span style="font-size: small;">Apakah Anak Wajib BerNPWP?</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
</ul>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apakah-anak-wajib-ber-npwp.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Apakah Anak Wajib Ber NPWP?" >Apakah Anak Wajib Ber NPWP?</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Anak Merupakan Subjek Pajak
Berdasarkan ketentuan, seseorang menjadi subjek pajak ketika lahir dan ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-untuk-anggota-keluarga.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: NPWP Untuk Anggota Keluarga" >NPWP Untuk Anggota Keluarga</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
Nomor Pokok Wajib Pajak, bagi WP Orang Pribadi, sebenarnya merupakan kewajiban untuk kepala keluar...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kapankah-seorang-anak-wajib-ber-npwp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NPWP : Jangka Waktu Pendaftaran</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-jangka-waktu-pendaftaran.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-jangka-waktu-pendaftaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 01:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[wajib pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Kata NPWP nampaknya menjadi kata yang semakin akrab dengan telinga masyarakat. Hal ini tidak terlepas dengan semakin gencarnya Pemerintah mengkampanyekan pentingnya masyarakat untuk memiliki NPWP. Banyak juga tulisan-tulisan kawan-kawan blogger yang mengupas masalah NPWP ini dari berbagai sudut tergantung pada kepentingan dan pemahaman serta pengalaman sang blogger. Ada tulisan yang pro ada pula yang kontra. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kata NPWP nampaknya menjadi kata yang semakin akrab dengan telinga masyarakat. Hal ini tidak terlepas dengan semakin gencarnya Pemerintah mengkampanyekan pentingnya masyarakat untuk memiliki NPWP. Banyak juga tulisan-tulisan kawan-kawan blogger yang mengupas masalah NPWP ini dari berbagai sudut tergantung pada kepentingan dan pemahaman serta pengalaman sang blogger. Ada tulisan yang pro ada pula yang kontra. Dalam beberapa tulisan ke depan, saya akan mencoba untuk membuat beberapa tulisan khusus tentang NPWP untuk melengkapi tulisan-tulisan saya sebelumnya. Semoga dengan tulisan-tulisan tersebut bisa membuat sedikit pencerahan tentang apa sebenarnya NPWP ini.<br />
NPWP itu sendiri adalah singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. Bagi pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Pajak, kepemilikan NPWP adalah hal yang sangat penting menyangkut tertibnya administrasi perpajakan di Indonesia sehingga memudahkan dalam pekerjaan pengawasan kewajiban perpajakan sehingga tujuan untuk menghimpun penerimaan pajak menjadi optimal. Pada gilirannya tugas Pemerintah pada umumnya untuk mensejahterakan rakyatnyapun semakin mudah untuk dilakukan. Dari sudut pandang inilah hampir semua fihak sepakat pentingnya NPWP sehingga baik Pemerintah maupun DPR sepakat memberikan beberapa insentif dan insentif dalam amanndemen Undang-undang Pajak Penghasilan terbaru agar masyarakat secara sukarela memiliki NPWP.<br />
Nah, pada tulisan saya yang pertama ini saya akan sedikit berbagi informasi tentang masalah pendaftaran NPWP. Sebagai acuannya adalah Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 (selanjutnya saya sebut UU KUP) dan peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008 tanggal 6 Pebruari 2008.<br />
Pengertian NPWP sendiri menurut UU KUP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Secara umum kewajiban NPWP ini dibebankan kepada Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.</p>
<p><strong>Kapan Harus Mendaftar?</strong><br />
Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.03/2008, maka kewajiban untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP adalah sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align: justify">
<li>Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau melakukan pekerjaan bebas wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP paling lama 1 (satu) bulan setelah saat usaha mulai dijalankan.</li>
<li> Wajib Pajak badan wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP paling lama 1 (satu) bulan setelah saat usaha mulai dijalankan.</li>
<li>Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas, apabila jumlah penghasilannya sampai dengan suatu bulan yang disetahunkan telah melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP paling lama pada akhir bulan berikutnya.</li>
<li>Wajib Pajak Orang Pribadi selain dari yang disebutkan di atas dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify">Dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa kewajiban memiliki NPWP ini bagi Wajib Pajak badan dikaitkan dengan saat usaha mulai dijalankan. Begitu juga bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas, kewajiban memiliki NPWP ini dikaitkan dengan saat usaha mulai dijalankan. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas, seperti karyawan, kepemilikan NPWP dikaitkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).</p>
<p style="text-align: justify">Nah, bagi orang pribadi selain di atas, dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP. Termasuk dalam kelompok ini menurut saya adalah orang pribadi yang penghasilannya tidak melebihi PTKP. Kata-kata ”dapat” menunjukkan bahwa bagi kelompok ini kepemilikan NPWP bukanlah kewajiban.</p>
<p style="text-align: justify">
<strong>Saat Usaha Mulai Dijalankan</strong><br />
Point yang harus dicermati pada masalah ini adalah bahwa jangka waktu pendaftaran NPWP bagi Wajib Pajak Badan dikaitkan dengan ”saat usaha mulai dijalankan”. Frasa tersebut seolah-olah menunjukkan bahwa yang namanya Wajib Pajak Badan pastilah melakukan kegiatan usaha. Bagaimana dengan badan-badan yang didirikan tidak untuk melakukan kegiatan usaha yang sifatnya tidak mencari untung seperti yayasan sosial atau badan keagamaan? Bagi badan-badan seperti ini frasa tersebut bisa memberi ruang penafsiran yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify">Mereka bisa saja berkelit tidak ada kewajiban NPWP buat mereka karena mereka tidak pernah melakukan kegiatan usaha. Memang sepertinya argumen seperti ini bernar. Karena tidak melakukan kegiatan usaha berarti tak ada laba usaha. Tapi harus diingat bahwa, kepemilikan NPWP ini justru perlu untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa mereka memang benar tidak melakukan kegiatan usaha, dalam arti semua sumber dananya digunakan untuk tujuan sosial atau tujuan keagamaan. Di samping itu kepemilikan NPWP juga perlu untuk melakukan kewajiban pemotongan pajak terhadap fihak lain, minimal untuk pemotongan PPh Pasal 21 karyawan.</p>
<p style="text-align: justify">Berdasarkan hal tersebut di atas, menurut saya frasa ”saat usaha mulai dijalankan” bagi Wajib Pajak Badan sebaiknya diganti menjadi ”saat usaha atau kegiatan mulai dijalankan”. Dengan demikian akan mempersempit ruang penafsiran yang berbeda.</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-bagaimana-cara-mendapatkannya.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: NPWP, Bagaimana Cara Mendapatkannya?" >NPWP, Bagaimana Cara Mendapatkannya?</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt"> 
 
 
Nomor Pokok Wajib Pajak atau biasa disingkat NPWP ini sekarang sudah begitu populer di masy...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/jangka-waktu-penyelesaian-layanan-unggulan-bidang-perpajakan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Jangka Waktu Penyelesaian Layanan Unggulan Bidang Perpajakan" >Jangka Waktu Penyelesaian Layanan Unggulan Bidang Perpajakan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-79/PJ/2010 tanggal 15 Juli 2010 tentang St...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/npwp-jangka-waktu-pendaftaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fiskal Luar Negeri 2009</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/fiskal-luar-negeri-2009.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/fiskal-luar-negeri-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 10:38:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[bebas fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya saya sudah beberapa hari yang lalu berniat untuk menuliskan tentang Fiskal Luar Negeri (selanjutnya disebut fiskal) ini mengingat banyak pertanyaan yang tidak sempat saya jawab di postingan saya terdahulu. Ditambah lagi dengan keluarnya peraturan pelaksanaan tentang fiskal ini yaitu Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-53/PJ/2008 tanggal 31 Desember 2008. Baru saat inilah saya punya waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Sebenarnya</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">sudah</span> <span class="SpellE">beberapa</span> <span class="SpellE">hari</span> yang <span class="SpellE">lalu</span> <span class="SpellE">berniat</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">menuliskan</span> <span class="SpellE">tentang</span> <span class="SpellE">Fiskal</span> <span class="SpellE">Luar</span> <span class="SpellE">Negeri</span> (<span class="SpellE">selanjutnya</span> <span class="SpellE">disebut</span> <span class="SpellE">fiskal</span>) <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">mengingat</span> <span class="SpellE">banyak</span> <span class="SpellE">pertanyaan</span> yang <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">sempat</span> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">jawab</span> <span class="SpellE">di</span> <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/indonesia-menuju-bebas-fiskal.html" target="_blank"><span class="SpellE">postingan</span> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">terdahulu</span></a>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Ditambah</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">lagi</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">keluarnya</span> <span class="SpellE">peraturan</span> <span class="SpellE">pelaksanaan</span> <span class="SpellE">tentang</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">yaitu</span> <a href="http://www.ziddu.com/download/3132018/per53PJ2008.pdf.html" target="_blank"><span class="SpellE">Peraturan</span> <span class="SpellE">Dirjen</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Nomor</span> PER-53/PJ/2008 <span class="SpellE">tanggal</span> 31 <span class="SpellE">Desember</span> 2008</a>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Baru</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">saat</span> <span class="SpellE">inilah</span> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">punya</span> <span class="SpellE">waktu</span> <span class="SpellE">menuliskan</span> <span class="SpellE">masalah</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">sesuai</span> <span class="SpellE">peraturan</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">atas</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">Fiskal</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">PPh</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Mungkin</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">banyak</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">antara</span> <span class="SpellE">Anda</span> yang <span class="SpellE">belum</span> <span class="SpellE">memahami</span> <span class="SpellE">hubungan</span> <span class="SpellE">antara</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Masalah</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">dahulukan</span> <span class="SpellE">karena</span> <span class="SpellE">pemahaman</span> <span class="SpellE">tentang</span> <span class="SpellE">konsep</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Penghasilan</span></span><span class="GramE"><span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">akan</span></span> <span class="SpellE">membantu</span> <span class="SpellE">memahami</span> <span class="SpellE">tentang</span> <span class="SpellE">aturan</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">ini</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Fiskal</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Luar</span> <span class="SpellE">Negeri</span> <span class="SpellE">hakikat</span> <span class="SpellE">dasarnya</span> <span class="SpellE">hanya</span> <span class="SpellE">merupakan</span> <span class="SpellE">pembayaran</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">muka</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Karena</span> <span class="SpellE">sifatnya</span> <span class="SpellE">inilah</span> <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">pada</span> <span class="SpellE">dasarnya</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">dapat</span> <span class="SpellE">diperhitungkan</span> <span class="SpellE">dalam</span> SPT <span class="SpellE">Tahunan</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span> <span class="SpellE">sehingga</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">ia</span></span> <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">mengurangi</span> <span class="SpellE">pajak</span> yang <span class="SpellE">harus</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">bayar</span> <span class="SpellE">di</span> <span class="SpellE">akhir</span> <span class="SpellE">tahun</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Bahkan</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">meminta</span> <span class="SpellE">kembali</span> <span class="SpellE">fiskal</span> yang <span class="SpellE">terlanjur</span> <span class="SpellE">dibayar</span> <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">satu</span> <span class="SpellE">tahun</span> <span class="SpellE">ternyata</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">terutang</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Dengan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">demikian</span>, <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">sebenarnya</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">cara</span></span> <span class="SpellE">pelunasan</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">mengkaitkan</span> <span class="SpellE">kepergian</span> <span class="SpellE">seseorang</span> <span class="SpellE">ke</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Mungkin</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">dasar</span> <span class="SpellE">pemikiran</span> <span class="SpellE">pembuatnya</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">bahwa</span> <span class="SpellE">orang</span> yang <span class="SpellE">pergi</span> <span class="SpellE">ke</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span> <span class="SpellE">tentu</span> <span class="SpellE">punya</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> <span class="SpellE">cukup</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Namun</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">demikian</span>, <span class="SpellE">ketentuan</span> <span class="SpellE">pajak</span> <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">mengakui</span> <span class="SpellE">bahwa</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">semua</span> <span class="SpellE">orang</span> yang <span class="SpellE">ke</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span> <span class="SpellE">itu</span> <span class="SpellE">memiliki</span> <span class="SpellE">penghasilan</span> yang <span class="SpellE">pantas</span> <span class="SpellE">dikenakan</span> <span class="SpellE">pajak</span> <span class="SpellE">sehingga</span> <span class="SpellE">biasanya</span> <span class="SpellE">ada</span> <span class="SpellE">aturan</span> yang <span class="SpellE">mengecualikan</span> <span class="SpellE">orang-orang</span> <span class="SpellE">tertentu</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">Mengapa</span></strong></span></span><span class="GramE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Harus</span> <span class="SpellE">Ada</span> <span class="SpellE">Fiskal</span>?</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Seiring</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">membaiknya</span> <span class="SpellE">sistem</span> <span class="SpellE">administrasi</span> <span class="SpellE">perpajakan</span> yang <span class="SpellE">ditandai</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">semakin</span> <span class="SpellE">banyaknya</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> yang <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">keharusan</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">menjadi</span> <span class="SpellE">kurang</span> <span class="SpellE">relevan</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Bagi</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">pemilik</span> NPWP, <span class="SpellE">pembayaran</span> <span class="SpellE">pajak</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">berarti</span> <span class="SpellE">dia</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">pajak</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Pembayaran</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">digantikan</span> <span class="SpellE">dengan</span> <span class="SpellE">pembayaran</span> <span class="SpellE">PPh</span> <span class="SpellE">Pasal</span> 25 <span class="SpellE">misalnya</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Atau</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">kalau</span> <span class="SpellE">dia</span> <span class="SpellE">seorang</span> <span class="SpellE">karyawan</span>, <span class="SpellE">dia</span> <span class="SpellE">tak</span> <span class="SpellE">perlu</span> repot-repot <span class="SpellE">minta</span> <span class="SpellE">restitusi</span> <span class="SpellE">karena</span> <span class="SpellE">sudah</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Dengan</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">pemikiran</span> <span class="SpellE">inilah</span> <span class="SpellE">akhirnya</span> <span class="SpellE">Undang-undang</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> yang <span class="SpellE">baru</span> <span class="SpellE">membebaskan</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">bagi</span> <span class="SpellE">pemilik</span> NPWP <span class="SpellE">karena</span> <span class="SpellE">denagan</span> NPWP <span class="SpellE">pembayaran</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">seperti</span> <span class="SpellE">tak</span> <span class="SpellE">ada</span> <span class="SpellE">artinya</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Bagi</span> <span class="GramE">yang<span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">tidak</span></span> <span class="SpellE">berNPWP</span>, <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE">dia</span> <span class="SpellE">akan</span> <span class="SpellE">terdorong</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP agar <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">perlu</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">bisa</span> <span class="SpellE">mendapatkan</span> <span class="SpellE">uang</span> <span class="SpellE">fiskalnya</span><span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">sudah</span> <span class="SpellE">terlanjur</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Undang-undang</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Penghasilan</span> <span class="SpellE">baru</span> <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">mengamanatkan</span> <span class="SpellE">bahwa</span> <span class="SpellE">mulai</span> <span class="SpellE">tahun</span> 2011 <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">sudah</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">ada</span> <span class="SpellE">lagi</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Artinya</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">semua</span> <span class="SpellE">orang</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">perlu</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">kalau</span> <span class="SpellE">mau</span> <span class="SpellE">ke</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;">Besarnya</span></strong></span><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Fiskal</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Berdasarkan</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pasal</span> 3 <span class="SpellE">Peraturan</span> <span class="SpellE">Dirjen</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Nomor</span> 53/PJ/2008, <span class="SpellE">besarnya</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">adalah</span> Rp2.500.000<span class="GramE">,-</span> <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">menggunakan</span> <span class="SpellE">pesawat</span> <span class="SpellE">dan</span> Rp1.000.000,- <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">menggunakan</span> <span class="SpellE">angkutan</span> <span class="SpellE">laut</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Yang <span class="SpellE">wajib</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span> <span class="SpellE">Dalam</span> <span class="SpellE">Negeri</span> yang <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">telah</span> <span class="SpellE">berusia</span> 21 <span class="SpellE">tahun</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Termasuk</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">pengertian</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span> <span class="SpellE">Dalam</span> <span class="SpellE">Negeri</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">istri</span> <span class="SpellE">atau</span> <span class="SpellE">suami</span>, <span class="SpellE">anggota</span> <span class="SpellE">keluarga</span> <span class="SpellE">sedarah</span> (<span class="SpellE">orang</span> <span class="SpellE">tua</span>, <span class="SpellE">anak</span> <span class="SpellE">kandung</span>) <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">semenda</span> (<span class="SpellE">mertua</span>, <span class="SpellE">anak</span> <span class="SpellE">tiri</span>) <span class="SpellE">serta</span> <span class="SpellE">anak</span> <span class="SpellE">angkat</span> yang <span class="SpellE">menjadi</span> <span class="SpellE">tanggungan</span> <span class="SpellE">sepenuhnya</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Dengan</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">demikian</span>, <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Orang</span> <span class="SpellE">Pribadi</span> <span class="SpellE">Dalam</span> <span class="SpellE">Negeri</span> yang <span class="SpellE">memiliki</span> NPWP <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">perlu</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE"><span class="GramE">Begitu</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">orang</span> yang <span class="SpellE">belum</span> <span class="SpellE">berumur</span> 21 <span class="SpellE">tahun</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Istri</span></span><span class="GramE">, <span class="SpellE">anak</span> <span class="SpellE">kandung</span>, <span class="SpellE">anak</span> <span class="SpellE">tiri</span>, <span class="SpellE">anak</span> <span class="SpellE">angkat</span>, <span class="SpellE">orang</span> <span class="SpellE">tua</span>, <span class="SpellE">mertua</span> yang <span class="SpellE">mejadi</span> <span class="SpellE">tanggungan</span> <span class="SpellE">sepenuhnya</span> <span class="SpellE">pemegang</span> NPWP pun <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">perlu</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">ketika</span> <span class="SpellE">hendak</span> <span class="SpellE">ke</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span style="font-family: Verdana;">Begitu</span></span><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">juga</span> <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">seseorang</span> <span class="SpellE">bukan</span> <span class="SpellE">Wajib</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Dalam</span> <span class="SpellE">Negeri</span> <span class="SpellE">maka</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">ia</span></span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">wajib</span> <span class="SpellE">membayar</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span>. <span class="SpellE"><span class="GramE">Orang</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">adalah</span> <span class="SpellE">orang</span> yang <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">bertempat</span> <span class="SpellE">tinggal</span> <span class="SpellE">di</span> Indonesia <span class="SpellE">dan</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">berada</span> <span class="SpellE">di</span> Indonesia <span class="SpellE">lebih</span> <span class="SpellE">dari</span> 183 <span class="SpellE">hari</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">jangka</span> <span class="SpellE">waktu</span> 12 <span class="SpellE">bulan</span>.</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">Turis</span></span><span class="GramE"> <span class="SpellE">mancanegara</span> <span class="SpellE">merupakan</span> <span class="SpellE">contoh</span> yang <span class="SpellE">tepat</span> <span class="SpellE">untuk</span> <span class="SpellE">menggambarkan</span> <span class="SpellE">orang</span> <span class="SpellE">ini</span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span class="SpellE"><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;">Di</span></span></span><span class="GramE"><span style="font-family: Verdana;"> <span class="SpellE">Pasal</span> 7 <span class="SpellE">Peraturan</span> <span class="SpellE">Dirjen</span> <span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">sebenarnya</span> <span class="SpellE">masih</span> <span class="SpellE">banyak</span> <span class="SpellE">kelompok</span> <span class="SpellE">orang</span> yang <span class="SpellE">dikecualikan</span> <span class="SpellE">dari</span> <span class="SpellE">pembayaran</span> <span class="SpellE">fiskal</span> <span class="SpellE">luar</span> <span class="SpellE">negeri</span>.</span></span><span style="font-family: Verdana;"> Agar posting <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE">tidak</span> <span class="SpellE">terlalu</span> <span class="SpellE">panjang</span>, <span class="SpellE">pengecualian-pengecualian</span> <span class="SpellE">ini</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">akan</span></span> <span class="SpellE">saya</span> <span class="SpellE">sampaikan</span> <span class="SpellE">dalam</span> <span class="SpellE">postingan</span> <span class="SpellE">berikutnya</span>. <span class="SpellE">Namun</span> <span class="SpellE">demikian</span> <span class="SpellE">jika</span> <span class="SpellE">Anda</span> <span class="SpellE">ingin</span> <span class="SpellE">segera</span> <span class="SpellE">membacanya</span>, <span class="SpellE">silahkan</span> download <span class="SpellE">peraturan</span> <span class="SpellE">tersebut</span> <span class="SpellE">di</span> link <span class="SpellE">berikut</span> <span class="SpellE"><span class="GramE">ini</span></span><span class="GramE"> :</span> <a href="http://www.ziddu.com/download/3132018/per53PJ2008.pdf.html" target="_blank"><span class="SpellE">Peraturan</span> <span class="SpellE">Dirjen</span><span style="mso-spacerun: yes;">  </span><span class="SpellE">Pajak</span> <span class="SpellE">Nomor</span> 53/PJ/2008 <span class="SpellE">Tanggal</span> 31 <span class="SpellE">Desember</span> 2008</a>.</span></span></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/tak-punya-npwp-bayar-fiskal-rp-3-juta-mulai-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009" >Tak Punya NPWP, Bayar Fiskal Rp 3 Juta Mulai 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Jakarta - Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengajak masyarakat memiliki Nomor Pokok Wajib Pa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/indonesia-menuju-bebas-fiskal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Indonesia Menuju Bebas Fiskal" >Indonesia Menuju Bebas Fiskal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt"> 
Fiskal Luar Negeri Sekarang Ini
Fiskal Luar Negeri (FLN) atau biasa disebut fiskal oleh orang k...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/fiskal-luar-negeri-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-05-23 18:58:08 -->
