<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG PAJAK INDONESIA &#187; kompensasi kerugian</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/tag/kompensasi-kerugian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 02:01:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kompensasi Kerugian</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kompensasi-kerugian.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kompensasi-kerugian.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 00:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pajak Penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[PPh Pasal 25/29]]></category>
		<category><![CDATA[kompensasi kerugian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[&#160;Powered by Max Banner Ads&#160;Dalam dunia usaha, keuntungan dan kerugian adalah dua hal yang biasa terjadi. Ada kalanya sebuah usaha mengalami keuntungan dan ada kalanya juga sebuah usaha mengalami kerugian. Dalam konteks Pajak Penghasilan, keuntungan yang diperoleh adalah objek Pajak Penghasilan, sebaliknya kalau terjadi kerugian, maka Wajib Pajak tidak akan terkena Pajak Penghasilan. Bahkan kerugian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:5px 0 5px 0; text-align:left; float:left;"><span style="padding:4px 4px 4px 4px;border:0;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-9865336210085934";
/* 300x250, created 12/5/09 */
google_ad_slot = "6745667831";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></span><br />&nbsp;<span style="font-size:9px">Powered by <a style="color:#0000ff;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:9px" href="http://www.maxblogpress.com/go.php?offer=niceart&pid=12" target="_blank" onmouseover="self.status='MaxBlogPress.com';return true;" onmouseout="self.status=''">Max Banner Ads</a></span>&nbsp;</div><p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Dalam dunia usaha, keuntungan dan kerugian adalah dua hal yang biasa terjadi. Ada kalanya sebuah usaha mengalami keuntungan dan ada kalanya juga sebuah usaha mengalami kerugian. Dalam konteks Pajak Penghasilan, keuntungan yang diperoleh adalah objek Pajak Penghasilan, sebaliknya kalau terjadi kerugian, maka Wajib Pajak tidak akan terkena Pajak Penghasilan. Bahkan kerugian yang didapatkan dalam satu tahun pajak dapat digunakan untuk menutupi keuntungan pada tahun-tahun berikutnya sehingga pada tahun-tahun tersebut Pajak Penghasilan nya menjadi lebih kecil atau tidak terutang sama sekali. Nah, proses membawa kerugian dalam satu tahun pajak ke tahun-tahun pajak berikutnya ini dinamakan sebagai <span style="color: #0000ff;">Kompensasi Kerugian (<em>Carrying Loss</em>)</span>.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kompensasi kerugian dalam Pajak Penghasilan diatur dalam Pasal 6 ayat (2) Undang-undang Pajak Penghasilan. Adapun beberapa point penting yang perlu diperhatikan dalam hal kompensasi kerugian ini adalah sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Istilah kerugian merujuk kepada <span style="color: #0000ff;">kerugian fiskal</span> bukan kerugian komersial. Kerugian atau keuntungan fiskal adalah selisih antara penghasilan dan biaya-biaya yang telah memperhitungkan ketentuan Pajak Penghasilan.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kompensasi kerugian hanya diperkenankan selama lima tahun ke depan secara berturut-turut. Apabila pada akhir tahun kelima ternyata masih ada kerugian yang tersisa maka sisa kerugian tersebut tidak dapat lagi dikompensasikan.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kompensai kerugian hanya untuk Wajib Pajak, baik badan maupun orang pribadi, yang melakukan kegiatan usaha yang penghasilannya tidak dikenakan <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=43">PPh Final</a> dan perhitungan Pajak Penghasilannnya tidak menggunakan <a href="http://dudiwahyudi.com/?p=100">norma penghitungan</a>.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kerugian usaha di luar negeri tidak bisa dikompensasikan dengan penghasilan dari dalam negeri.</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Sebagai contoh, misalnya wajib pajak PT A mengalami kerugian fiskal tahun pajak 2007, maka kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan neto atau laba fiskal tahun 2008, 2009, 2010, 2011, dan 2012. Jika setelah kerugian tersebut dikompensasikan sampai dengan tahun 2012 masih tersisa kerugian yang belum dikompensasikan, maka sisa kerugian tersebut tidak dapat lagi dikompensasikan dengan penghasilan neto atau laba fiskal tahun 2013 atau sesudahnya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Sebagai ilustrasi misalkan PT A dalam tahun 2007 mengalami kerugian fiskal Rp1.200.000.000,00. <span lang="pt-BR">Dalam lima tahun berikutnya rugi laba fiskal PT A sebagai berikut :</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">2008 : laba fiskal Rp200.000.000,00</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">2009 : rugi fiskal Rp300.000.000,00</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">2010 : laba fiskal NIHIL</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">2011 : laba fiskal Rp100.000.000,00</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">2012 : laba fiskal Rp800.000.000,00</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kompensasi kerugian dilakukan sebagai berikut :</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tahun 2008 : </span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kompensasi kerugian Rp200.000.000,00 sehingga sisa rugi tahun 2007 tinggal Rp1.000.000.000,00. Penghasilan Kena Pajak menjadi nihil dan PPh terutang juga nihil.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tahun 2009 :</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tak ada kompensasi kerugian dari tahun 2007 karena tahun 2009 juga mengalami kerugian. Penghasilan Kena Pajak menjadi nihil dan PPh terutang juga nihil.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tahun 2010 :</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tak ada kompensasi kerugian dari tahun 2007 karena tahun 2010 laba fiskal nihil. Penghasilan Kena Pajak menjadi nihil dan PPh terutang juga nihil.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tahun 2011 :</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kompensasi kerugian Rp100.000.000,00 sehingga sisa rugi tahun 2007 tinggal Rp900.000.000,00. Penghasilan Kena Pajak menjadi nihil dan PPh terutang juga nihil.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tahun 2012 :</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kompensasi kerugian Rp800.000.000,00 sehingga sisa rugi tahun 2007 tinggal Rp100.000.000,00. Penghasilan Kena Pajak menjadi nihil dan PPh terutang juga nihil. Sisa kerugian Rp100.000.000,00 ini tidak dapat lagi dikompensasikan ke tahun 2013 atau setelahnya.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Baca juga :</span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=43">PPh Final </a></span></em></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=68" target="_blank">Tarif Pajak Penghasilan</a> </span></em></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=85" target="_blank">Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25</a> </span></em></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=98" target="_blank">Cara Menghitung PPh Orang Pribadi</a> </span></em></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=100" target="_blank">Norma Penghitungan Penghasilan Neto</a> </span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=147" target="_blank">Pajak Penghasilan Atas Jasa Konstruksi</a> </span></em></p>
</li>
</ul>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-pasal-25-dalam-hal-hal-tertentu.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PPh Pasal 25 Dalam Hal-hal Tertentu" >PPh Pasal 25 Dalam Hal-hal Tertentu</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya terdahulu tentang PPh Pasal 25. Nah, tulisan kali i...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/surat-keterangan-bebas-skb-pph-pemotongan-pemungutan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pemotongan Pemungutan" >Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pemotongan Pemungutan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pendahuluan
Sistem Pajak Penghasilan di Indonesia mengenal sistem pemotongan dan/atau pemungutan Pa...</div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/kompensasi-kerugian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-05-23 18:44:32 -->
