<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG PAJAK INDONESIA &#187; jurnal ppn</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/tag/jurnal-ppn/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 09:35:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Jurnal Pajak Pertambahan Nilai</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/jurnal-pajak-pertambahan-nilai.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/jurnal-pajak-pertambahan-nilai.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 01:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Pertambahan Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal ppn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[


&#160;Powered by Max Banner Ads&#160;<p style="text-align: justify;">Sebagaimana kita ketahui, fihak yang dikenakan kewajiban untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai (disingkat PPN) adalah Pengusaha Kena Pajak (disingkat PKP). PKP diwajibkan untuk memungut PPN ketika melakukan penjualan barang atau jasa. Bagi PKP, PPN yang dipungut ini disebut Pajak Keluaran (biasa disingkat PK). Sebaliknya, ketika PKP membeli barang atau jasa, <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/jurnal-pajak-pertambahan-nilai.html">Jurnal Pajak Pertambahan Nilai</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:5px 0 5px 0; text-align:left; float:left;"><span style="padding:4px 4px 4px 4px;border:0;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-9865336210085934";
/* 300x250, created 12/5/09 */
google_ad_slot = "6745667831";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></span><br />&nbsp;<span style="font-size:9px">Powered by <a style="color:#0000ff;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:9px" href="http://www.maxblogpress.com/go.php?offer=niceart&pid=12" target="_blank" onmouseover="self.status='MaxBlogPress.com';return true;" onmouseout="self.status=''">Max Banner Ads</a></span>&nbsp;</div><p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Sebagaimana kita ketahui, fihak yang dikenakan kewajiban untuk memungut <a href="../?p=42">Pajak Pertambahan Nilai (disingkat PPN)</a> adalah <a href="../?p=49" target="_blank">Pengusaha Kena Pajak (disingkat PKP)</a>. PKP diwajibkan untuk memungut PPN ketika melakukan penjualan barang atau jasa. Bagi PKP, PPN yang dipungut ini disebut Pajak Keluaran (biasa disingkat PK). Sebaliknya, ketika PKP membeli barang atau jasa, PKP mungkin juga dipungut PPN oleh suplier atau penyedia jasanya. PPN yang dibayar ketika membeli barang atau jasa ini disebut sebagai Pajak Masukan (biasa disingkat PM).</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Nah, dalam satu bulan, seluruh pajak keluaran  dikurangi dengan seluruh pajak masukan. Jika selisihnya positif di mana PK lebih besar dari PM, PKP harus menyetorkan jumlah tersebut ke kas negara dengan menggunakan <a href="../?p=33" target="_blank">Surat Setoran Pajak (SSP)</a>. Jika ternyata selisihnya negatif, maka terjadi lebih bayar. PKP bisa memperhitungkan kelebihan bayar ini dengan perhitungan bulan berikutnya. Proses ini disebut kompensasi. Bisa juga PKP meminta kelebihan bayar tersebut. Proses ini disebut restitusi.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><strong>Jurnal Akuntansi PPN Keluaran</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Bagaimanakah jurnal akuntasi pada saat pemungutan PPN oleh PKP? Nah, yang harus diingat adalah bahwa ketika PKP melakukan pemungutan PPN, pajak keluaran yang dipungut pada hakikatnya adalah milik negara sehingga pajak keluaran merupakan hutang bagi PKP. Misal, tanggal 20 Oktober 2008, PT ABC (PKP) menjual barang dagangannya dengan harga Rp100.000.000,-. Pajak keluaran yang dipungut adalah Rp10.000.000,-. Jurnal akuntansi pada saat penjualan ini adalah sebagai berikut :</span></p>
<p align="justify"><span style="color: #008000;"><span style="font-family: Verdana;"><em>Kas                                    110.000.000 (D)<br />
</em></span></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #008000;"> <span style="color: #800000;"><span style="font-family: Verdana;"><em>Penjualan                            100.000.000 (K)<br />
</em></span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"> <span style="font-family: Verdana;"><em>Pajak Keluaran                      10.000.000 (K)<br />
</em></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Perhatikan bahwa, kas yang diterima adalah Rp110.000.000,- yaitu harga jual dan PPN yang dipungut. Perkiraan Penjualan kredit sebesar Rp100.000.000,- dan hutang pajak keluaran Rp10.000.000,-. Jika penjualan kredit, maka perkiraan kas diganti dengan  piutang dagang.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><strong>Jurnal Akuntansi PPN Masukan</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Kebalikan dari PPN keluaran, PPN masukan pada hakikatnya adalah piutang karena PPN yang dibayar dapat diklaim ke negara. Nah, dari sudut pandang ini kita bisa tahu nantinya bahwa akun Pajak Masukan ada di bagian kredit dalam jurnal akuntansinya. Contoh, pada tanggal 25 Oktober 2008 PT ABC (PKP) membeli barang untuk persediaan barang daganganya dari PT DEF (PKP). Harga belinya adalah Rp70.000.000,- dan PPN masukan yang dibayar adalah Rp7.000.000,-. Jurnal akuntansinya adalah :</span></p>
<p align="justify"><span style="color: #008000;"><span style="font-family: Verdana;"><em>Pembelian                        70.000.000 (D)<br />
</em></span></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #008000;"><span style="font-family: Verdana;"><em>Pajak Masukan                  7.000.000 (D)<br />
</em></span></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #800000;"> <span style="font-family: Verdana;"><em>Kas                                    77.000.000 (K)<br />
</em></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Perhatikan bahwa kas yang dikeluarkan adalah Rp77.000.000,- yang terdiri dari harga beli Rp70.000.000,- dan PPN masukan Rp7.000.000,-. Jika pembelian dilakukan secara kredit, akun kas diganti dengan hutang dagang.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><strong>Jurnal Akuntansi Pembayaran PPN</strong></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Seluruh pajak keluaran dan pajak masukan selama sebulan diperhitungkan dalam SPT Masa PPN. Jika PK lebih besar dari PM maka PKP masih harus membayar selisihnya ke kas negara. Berdasarkan contoh PT ABC di atas, dengan asumsi tidak ada transaksi lain, maka jurnal perhitungannya adalah sebagai berikut :</span></p>
<p align="justify"><span style="color: #008000;"><span style="font-family: Verdana;"><em>Pajak Keluaran                    10.000.000 (D)<br />
</em></span></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #008000;"> <span style="color: #800000;"><span style="font-family: Verdana;"><em>Pajak Masukan                       7.000.000 (K)<br />
</em></span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="color: #008000;"> <span style="color: #800000;"><span style="font-family: Verdana;"><em>Kas                                          3.000.000 (K)<br />
</em></span></span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Perhatikan bahwa dengan membalikkan perkiraan Pajak Keluaran dan Pajak Masukan, maka hutang piutang PPN ini seolah-olah sudah dilunasi. Selisih pajak keluaran di atas pajak masukan Rp3.000.000,- merupakan kewajiban PKP untuk melunasinya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Nah, sekarang bagaimana jika dalam satu bulan pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran? Silahkan dipikirkan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Verdana;">Tulisan-tulisan terkait :</span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><a href="../?p=49"><span style="font-family: Verdana;">Pengusaha 	Kena Pajak </span></a></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><a href="../?p=42">Apa 	Itu PPN?</a> </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"><a href="../?p=41">Faktur 	Pajak</a> </span></p>
</li>
</ul>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-pertambahan-nilai%2Fjurnal-pajak-pertambahan-nilai.html';
  addthis_title  = 'Jurnal+Pajak+Pertambahan+Nilai';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pajak pertambahan nilai (402)</li><li>jurnal pajak (330)</li><li>PPn masukan dan PPn keluaran (311)</li><li>jurnal ppn (294)</li><li>jurnal perpajakan (207)</li><li>pajak masukan dan pajak keluaran (121)</li><li>jurnal pajak ppn (97)</li><li>jurnal akuntansi perpajakan (92)</li><li>jurnal akuntansi pajak (85)</li><li>jurnal perpajakan terbaru (85)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/jurnal-pajak-pertambahan-nilai.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-02-07 16:29:08 -->
