<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BLOG PAJAK INDONESIA &#187; faktur pajak sederhana</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/tag/faktur-pajak-sederhana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 09:35:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>&#8220;Faktur Pajak Sederhana&#8221; Untuk PKP Pedagang Eceran</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-untuk-pkp-pedagang-eceran.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-untuk-pkp-pedagang-eceran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Dec 2010 15:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faktur Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Pertambahan Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Kena Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[PPN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang eceran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[


&#160;Powered by Max Banner Ads&#160;<p style="text-align: justify;">Sebagaimana kita ketahui bahwa mulai 1 April 2010, tidak dikenal lagi istilah faktur pajak sederhana. Berdasarkan ketentuan UU Nomor 42 Tahun 2009 dan  peraturan pelaksanaannya, setiap Pengusaha Kena Pajak harus mengggunakan penomoran faktur pajak seragam seperti diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-13/PJ/2010. Dengan kata lain, penomoran sendiri oleh PKP <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-untuk-pkp-pedagang-eceran.html">&#8220;Faktur Pajak Sederhana&#8221; Untuk PKP Pedagang Eceran</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:5px 0 5px 0; text-align:left; float:left;"><span style="padding:4px 4px 4px 4px;border:0;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-9865336210085934";
/* 300x250, created 12/5/09 */
google_ad_slot = "6745667831";
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></span><br />&nbsp;<span style="font-size:9px">Powered by <a style="color:#0000ff;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:9px" href="http://www.maxblogpress.com/go.php?offer=niceart&pid=12" target="_blank" onmouseover="self.status='MaxBlogPress.com';return true;" onmouseout="self.status=''">Max Banner Ads</a></span>&nbsp;</div><p style="text-align: justify;">Sebagaimana kita ketahui bahwa mulai 1 April 2010, tidak dikenal lagi istilah faktur pajak sederhana. Berdasarkan ketentuan UU Nomor 42 Tahun 2009 dan  peraturan pelaksanaannya, setiap Pengusaha Kena Pajak harus mengggunakan penomoran faktur pajak seragam seperti diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-13/PJ/2010. Dengan kata lain, penomoran sendiri oleh PKP untuk faktur pajak sederhana sebelumnya tidak dikenal lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja ketentuan di atas sangat menyulitkan bagi PKP Pedagang Eceran yang biasanya menjual barang dalam jumlah banyak tetapi nilai per transaksinya kecil dan dilakukan kepada pembeli yang tidak ada identitasnya.  Pasal 17 PER-13/PJ/2010 masih memberikan kesempatan kepada PKP jenis ini untuk membuat faktur pajak dengan penomoran khusus sebagaimana telah dilakukan selama ini dengan menggunakan faktur pajak sederhana. Kesempatan yang diberikan adalah sampai dengan 31 Desember 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2011 seluruh Pengusaha Kena Pajak wajib menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 6 ayat (1) Peraturan Dirjen Pajak Nomor 13/PJ/2010. Dengan demikian, mulai 1 Januri 2011, sebenarnya tidak ada lagi perbedaan antara PKP Pedagang Eceran dan PKP lainnya dalam hal penomoran Faktur Pajak.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian ternyata Dirjen Pajak tidak tega juga membiarkan PKP Pedagang Eceran mengalami kesulitan akibat penerapan PER-13/PJ/2010 secara penuh mulai 1 Januari 2011. Ya, akhirnya Dirjen Pajak mengeluarkan ketentuan khusus tentang faktur pajak bagi PKP Pedagang Eceran yaitu Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-58/PJ/2010 tanggal 13 Desember 2010 tentang Bentuk Dan Ukuran Formulir Serta Tata Cara Pengisian Keterangan Pada Faktur Pajak Bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Definisi PKP Pedagang Eceran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pasal 1 PER-58/PJ/2010 di atas, Pengusaha  Kena Pajak Pedagang Eceran yang selanjutnya disebut PKP PE adalah Pengusaha Kena Pajak yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dengan cara sebagai berikut :</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">melalui suatu tempat penjualan eceran seperti toko dan kios atau langsung mendatangi dari satu tempat konsumen akhir ke tempat konsumen akhir lainnya;</li>
<li style="text-align: justify;">dengan cara penjualan eceran yang dilakukan langsung kepada konsumen akhir, tanpa didahului dengan penawaran tertulis, pemesanan tertulis, kontrak, atau lelang; dan</li>
<li style="text-align: justify;">pada umumnya penyerahan Barang Kena Pajak atau transaksi jual beli dilakukan secara tunai dan penjual langsung menyerahkan Barang Kena Pajak atau pembeli langsung membawa Barang Kena Pajak yang dibelinya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">PKP Pedagang Eceran di atas wajib menerbitkan faktur pajak sebagai bukti pungutan pajak atas penyerahan atau penjualan barang kena pajak atau jasa kena pajak.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Informasi Yang Harus Dimuat Dalam Faktur Pajak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Informasi minimal yang harus dimuat dalam Faktur Pajak khusus untuk PKP Pedagang Eceran ini adalah :</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak;</li>
<li style="text-align: justify;">jenis Barang Kena Pajak yang diserahkan;</li>
<li style="text-align: justify;">jumlah Harga Jual yang sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai atau besarnya Pajak Pertambahan Nilai dicantumkan secara terpisah;</li>
<li style="text-align: justify;">Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut; dan</li>
<li style="text-align: justify;">kode, nomor seri dan tanggal pembuatan Faktur Pajak.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Selain harus memuat informasi di atas, faktur pajak juga harus diisi secara lengkap, benar dan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bentuk, Ukuran dan Pengadaan Faktur Pajak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Faktur Pajak “khusus” PKP Pedagang Eceran ini bisa berupa bon kontan, faktur penjualan, segi cash register, karcis, kuitansi, atau tanda bukti penyerahan atau bukti penyerahan lain yang sejenis. Adapun bentuk dan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan PKP Pedagang Eceran. Begitu juga, pengadaan faktur pajak ini dilakukan oleh PKP sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penomoran Faktur Pajak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pasal 5 PER-58/PJ/2010, ditegaskan bahwa Kode dan nomor seri Faktur Pajak sebagaimana bagi PKP Pedagang Eceran dapat berupa nomor nota, kode nota, atau ditentukan sendiri oleh PKP PE. Dari ketentuan ini jelaslah bahwa akhirnya terdapat kemudahan dan kepastian hukum bagi pedagang eceran untuk meneruskan praktek pembuatan faktur pajak yang dulu disebut faktur pajak sederhana.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, sebenarnya faktur pajak sederhana masih tetap ada walaupun tidak dinamakan faktur pajak sederhana. Bedanya “faktur pajak sederhana” yang sekarang hanya dikhususkan bagi PKP Pedagang Eceran saja.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Peruntukan Faktur Pajak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Faktur Pajak khusus yang dibuat oleh PKP Pedagang Eceran ini dibuat dalam rangkap 2, yaitu lembar pertama untuk pembeli dan lembar kedua untuk arsip PKP Pedagang Eceran. Faktur Pajak dianggap telah dibuat dalam 2 (dua) rangkap atau lebih dalam hal Faktur Pajak tersebut dibuat dalam 1 (satu) lembar yang terdiri dari 2 (dua) atau lebih bagian atau potongan yang disediakan untuk disobek atau dipotong.</p>
<p style="text-align: justify;">Lembar ke-2 Faktur Pajak dapat berupa rekaman Faktur Pajak dalam bentuk media elektronik yaitu sarana penyimpanan data, antara lain: diskette, Digital Data Strorage (DDS) atau Digital Audio Tape (DAT) dan Compact Disc (CD).</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-pertambahan-nilai%2Ffaktur-pajak-sederhana-untuk-pkp-pedagang-eceran.html';
  addthis_title  = '%26%238220%3BFaktur+Pajak+Sederhana%26%238221%3B+Untuk+PKP+Pedagang+Eceran';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>faktur pajak sederhana 2011 (39)</li><li>perbedaan faktur pajak standar dan faktur pajak sederhana (18)</li><li>pkp pedagang eceran (17)</li><li>contoh faktur pajak sederhana 2011 (14)</li><li>faktur pajak digunggung (10)</li><li>pengusaha kena pajak pedagang eceran (10)</li><li>faktur pajak yang digunggung (10)</li><li>faktur pajak sederhana tahun 2011 (7)</li><li>formulir faktur pajak sederhana (6)</li><li>faktur pajak PKP pedagang eceran (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-untuk-pkp-pedagang-eceran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktur Pajak Sederhana Dalam UU PPN Baru</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-dalam-uu-ppn-baru.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-dalam-uu-ppn-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 12:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faktur Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Pertambahan Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Kena Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[PPN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam tulisan dalam blog saya ini sebelumnya tentang faktur pajak dalam UU PPN Baru , saya sudah menjelaskan bahwa istilah faktur pajak sederhana tidak dikenal lagi dalam UU Nomor 42 Tahun 2009 (UU PPN Baru). Ada hal yang belum saya fahami ketika membuat tulisan tersebut yaitu kalau faktur pajak sederhana dihapuskan atau <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-dalam-uu-ppn-baru.html">Faktur Pajak Sederhana Dalam UU PPN Baru</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-dalam-uu-ppn-baru.html" target="_blank">tulisan dalam blog saya ini sebelumnya tentang faktur pajak dalam UU PPN Baru</a> , saya sudah menjelaskan bahwa istilah faktur pajak sederhana tidak dikenal lagi dalam UU Nomor 42 Tahun 2009 (UU PPN Baru). Ada hal yang belum saya fahami ketika membuat tulisan tersebut yaitu kalau faktur pajak sederhana dihapuskan atau tidak dikenal lagi, bagaimana dengan faktur pajak atas penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak pedagang eceran yang pembelinya tidak dikenal identitasnya? Nah, tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan saya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penjualan eceran di mana penjualan dilakukan kepada komsumen akhir yang tidak diketahui identitasnya dan biasanya jumlah transaksinya banyak dengan volume kecil, maka sangat tidak efektif untuk membuat faktur pajak sesuai ketentuan dalam Pasal 13 ayat (5) UU PPN di mana faktur pajak paling sedikit harus memuat :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP/JKP</li>
<li>nama, alamat, dan NPWP pembeli BKP/JKP</li>
<li>jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga</li>
<li>PPN yang dipungut</li>
<li>PPnBM yang dipungut</li>
<li>kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak</li>
<li>nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Selama ini, PKP pedagang pengecer ini bisa menggunakan faktur pajak sederhana tanpa harus memuat semua informasi di atas. Nah, mulai 1 April 2010 nanti tidak ada lagi faktur pajak sederhana dan PKP pedagang eceran terpaksa membuat faktur pajak yang tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 13 ayat (5) UU PPN. Bagi pembeli, hal ini tidak ada masalah karena pembeli dari pedagang eceran biasanya adalah konsumen akhir dan bukan PKP sehingga tidak perlu untuk mengkreditkan pajak masukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi penjual tentu pertanyaannya adalah, apakah pembuatan faktur pajak yang tidak sesuai dengan Pasal 13 ayat (5) UU PPN mengakibatkanya sanksi administrasi. Nah, sanksi terkait kewajiban faktur pajak ini diatur dalam Pasal 14 Undang-undang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Pasal 14 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 28 tahun 2007 yang merupakan UU perubahan KUP terakhir, ditegaskan bahwa terhadap PKP dapat diterbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) jika PKP tidak mengisi faktur pajak secara lengkap sesuai Pasal 13 ayat (5) UU PPN selain :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>dentitas pembeli (nama, alamat dan NPWP); atau</li>
<li>identitas pembeli (nama, alamat dan NPWP) serta nama dan tandatangan yang berhak menandatangani faktur pajak, dalam hal penyerahan dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak pedagang eceran;</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adapun bentuk sanksinya berupa denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sesuai Pasal 14 ayat (4) UU KUP.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, jelaslah bahwa ternyata jika PKP penjual tidak mencantumkan identitas pembeli, maka terhadap PKP tidak dikenakan sanksi dan diterbitkan STP. Hanya saja, bagi pembeli faktur pajak ini tetap sebagai faktur pajak tidak lengkap atau cacat dan tidak bisa dikreditkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi PKP pedagang eceran yang melakukan penjualan dengan transaksi sangat banyak dengan nilai tiap transaksinya kecil, pencantuman nama dan tanda tangan yang berhak menandatangai faktur pajak tentu merepotkan dan sangat tidak efektif sehingga bagi PKP ini, sanksi juga tidak dikenakan jika tidak mencantumkan nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani faktur pajak.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-pertambahan-nilai%2Ffaktur-pajak-sederhana-dalam-uu-ppn-baru.html';
  addthis_title  = 'Faktur+Pajak+Sederhana+Dalam+UU+PPN+Baru';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>faktur pajak sederhana (295)</li><li>faktur pajak sederhana 2010 (9)</li><li>faktur pajak pertambahan nilai (7)</li><li>faktur pajak standar dan sederhana (7)</li><li>faktur pajak standard (5)</li><li>faktur pajak tanpa identitas pembeli dudi wahyudi (4)</li><li>faktur pajak standar baru (3)</li><li>tidak dikenal lagi faktur pajak sederhana (3)</li><li>contoh pajak sederhana (3)</li><li>pasal 13 ayat (5) undang-undang ppn (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana-dalam-uu-ppn-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktur Pajak Dalam UU PPN Baru</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-dalam-uu-ppn-baru.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-dalam-uu-ppn-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 00:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faktur Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Pertambahan Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak sederhana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak. Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 membuat beberapa perubahan mendasar tentang faktur pajak ini. Beberapa ketentuan tentang faktur pajak dalam Undang-undang PPN baru ini coba saya uraikan dalam tulisan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-dalam-uu-ppn-baru.html">Faktur Pajak Dalam UU PPN Baru</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak. Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 membuat beberapa perubahan mendasar tentang faktur pajak ini. Beberapa ketentuan tentang faktur pajak dalam Undang-undang PPN baru ini coba saya uraikan dalam tulisan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam UU PPN dan PPnBM, ketentuan tentang faktur pajak diatur dalam Pasal 13. Terdapat beberapa ayat baru yang ditambahkan dalam Pasal 13 UU PPN baru yaitu Pasal 13 ayat (1a), (2a), (8) dan (9). Beberapa ayat dihapus yaitu Pasal 13 ayat (3), (4) dan (7). Dalam ayat-ayat selebihnya terdapat perubahan redaksi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Objek PPN Yang Harus Dibuatkan Faktur Pajak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pasal 12 ayat (1) UU PPN lama, terdapat tiga objek yang harus dibuatkan faktur pajak yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean</li>
<li>ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak</li>
<li>penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, berdasarkan Pasal 13 ayat (1) UU PPN baru, objek pajak yang harus dibuatkan faktur pajak adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean</li>
<li>ekspor Barang Kena Pajak Berwujud</li>
<li><span style="color: #0000ff;">penyerahan Barang Kena Pajak berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan</span></li>
<li>penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean</li>
<li><span style="color: #0000ff;">ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud</span></li>
<li><span style="color: #0000ff;">ekspor Jasa Kena Pajak</span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan, teks yang diberi warna biru adalah objek pajak yang harus dibuatkan faktur pajak yang merupakan tambahan pada UU PPN baru. Dengan demikian, berdasarkan UU PPN baru, penyerahan aktiva eks Pasal 16D harus dibuatkan faktur pajak. Begitu pula denga  ekspor BKP tidak berwujud dan ekspor JKP.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Saat Pembuatan Faktur Pajak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saat pembuatan faktur pajak pada UU PPN lama tidak diatur dalam Undang-undang tetapi diatur dalam peraturan pelaksanaan. Tidak demikian dengan UU PPN baru, saat pembuatan faktur pajak diatur dalam Pasal 13 ayat (1a). Berdasarkan ketentuan baru ini, faktur pajak harus dibuat pada :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak;</li>
<li>saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak;</li>
<li>saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan; atau</li>
<li>saat lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan<strong> </strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Jadi, pada umumnya faktur pajak harus dibuat pada saat penyerahan atau pada saat pembayaran dalam hal pembayaran dilakukan sebelum penyerahan. Dalam hal tertentu dimungkinkan saat pembuatan Faktur Pajak tidak sama dengan saat-saat tersebut, misalnya dalam hal terjadi penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak kepada bendahara pemerintah. Oleh karena itu, Menteri Keuangan berwenang untuk mengatur saat lain sebagai saat pembuatan Faktur Pajak.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang perlu ditegaskan di sini adalah bahwa dengan berlakunya UU PPN baru tanggal 1 April 2010 nanti, faktur pajak tidak lagi dapat dibuat pada bulan berikutnya karena berdasarkan ketentuan yang masih berlaku saat ini, faktur pajak dapat dibuat paling lambat akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Faktur Pajak Gabungan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak terdapat perubahan yang prinsip dalam ketentuan tentang faktur pajak gabungan ini. Berdasarkan Pasal 13 ayat (2) UU PPN baru maupun UU PPN lama, faktur pajak gabungan dapat dibuat meliputi seluruh penyerahan yang dilakukan kepada pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak yang sama selama satu bulan kalender.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun demikian, terdapat ketentuan baru yaitu Pasal 13 ayat (2a) yang memberikan batas waktu pembuatan faktur pajak gabungan yaitu akhir bulan penyerahan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Informasi Dalam Faktur Pajak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hampir tidak ada perubahan dalam ketentuan tentang informasi atau keterangan yang harus dicantumkan dalam faktur pajak berdasarkan Pasal 13 ayat (5). Berdasarkan UU PPN baru ini, keterangan tentang penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak dalam faktur pajak paling sedikit memuat :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP/JKP</li>
<li>nama, alamat, dan NPWP pembeli BKP/JKP</li>
<li>jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga</li>
<li>PPN yang dipungut</li>
<li>PPnBM yang dipungut</li>
<li>kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak</li>
<li>nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Keterangan mengenai PPnBM hanya diisi apabila atas penyerahan BKP terutang PPnBM. Faktur Pajak yang tidak diisi sesuai dengan ketentuan di atas akan mengakibatkan Pajak Pertambahan Nilai yang tercantum di dalamnya tidak dapat dikreditkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyimpang dari ketentuan di atas, dokumen-dokumen tertentu yang biasanya sudah dikenal luas oleh masyarakat dapat dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak. Dokumen-dokumen tertentu yang dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Faktur Pajak Sederhana</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam UU PPN yang lama, faktur pajak sederhana diatur dalam Pasal 13 ayat (7) :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Pengusaha Kena Pajak dapat membuat Faktur Pajak Sederhana yang persyaratannya ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nah, di UU PPN baru (UU No. 42 Tahun 2009) ketentuan tentang faktur pajak sederhana ini dihapus. Dengan demikian, nampaknya istilah faktur pajak sederhana ini tidak akan ditemukan lagi ketika UU No. 42 Tahun 2009 ini berlaku nanti. Perkiraan ini diperkuat juga kalau kita melihat Pasal 9 ayat (8) huruf e yang menyatakan bahwa pajak masukan atas perolehan BKP/JKP dengan faktur pajak sederhana tidak bisa dikreditkan. Ketentuan ini dihapus dalam UU baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Timbul pertanyaan, kalau faktur pajak sederhana tidak ada lagi, bagaimana dengan penyerahan BKP/JKP kepada konsumen akhir dan kepada pembeli yang tidak diketahui identitasnya yang biasanya pemungutan PPN nya menggunakan faktur pajak sederhana? Saya menduga mungkin hal ini akan diakomodasi dalam dokumen-dokumen tertentu yang dipersamakan kedudukannya sebagai faktur pajak. Walaupun mungkin nantinya dokumen tersebut termasuk faktur pajak yang cacat atau tidak lengkap, toh bagi pembelinya dia tidak memerlukan ini karena tidak akan mengkreditkannya. Bagi penjual, faktur pajak seperti ini tidak bermasalah karena yang penting penjual memungut PPN dan menyetorkan ke kas negara setelah memperhitungkan pajak masukan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Peraturan Pelaksanaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pasal 13 ayat (8)  yang merupakan ayat baru dalam UU PPN baru, memberikan wewenang kepada Menteri Keuangan untuk mengatur lebih lanjut tentang tata cara pembuatan Faktur Pajak dan tata cara pembetulan atau penggantian Faktur.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam UU PPN lama, peraturan pelaksanaan tentang faktur pajak ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 13 ayat (4) yang dihapus oleh UU PPN baru.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Syarat Formal dan Material</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada penegasan baru dalam Pasal 13 ayat (9) UU PPN baru di mana faktur pajak harus memenuhi persyaratan formal dan material. Berdasarkan penjelasan ayat ini, faktur Pajak memenuhi persyaratan formal apabila diisi secara lengkap, jelas, dan benar sesuai dengan persyaratan sebagaimana dimaksud pada Pasal 13 ayat (5) atau persyaratan yang diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud pada Pasal 13 ayat (6) UU PPN.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktur Pajak atau dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak memenuhi persyaratan material apabila berisi keterangan yang sebenarnya atau sesungguhnya mengenai penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud, ekspor Jasa Kena Pajak, impor Barang Kena Pajak, atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.</p>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-pertambahan-nilai%2Ffaktur-pajak-dalam-uu-ppn-baru.html';
  addthis_title  = 'Faktur+Pajak+Dalam+UU+PPN+Baru';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>uu PPN (31)</li><li>faktur pajak baru (12)</li><li>pasal 13 ayat 2 uu ppn (9)</li><li>kelemahan undang-undang perpajakan (4)</li><li>pasal 13 ayat 2 uuppn (4)</li><li>peraturan menkeu saat lain sebagai saat pembuatan faktur pajak (3)</li><li>faktur pajak uu ppn baru (3)</li><li>uu faktur pajak (3)</li><li>peraturan uu ppn terbaru (3)</li><li>praktek pungutan pajak pertambahan nilai (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-dalam-uu-ppn-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktur Pajak Sederhana</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana.html</link>
		<comments>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 02:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Faktur Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Pertambahan Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak]]></category>
		<category><![CDATA[faktur pajak sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[ppn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;">Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan terkait dengan faktur pajak sederhana, maka saya coba untuk menuliskannya sekalian tentang apa dan bagaimana faktur pajak sederhana tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;">Peraturan yang dijadikan sebagai rujukan adalah :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: <span style="color:#777"> . . . &#8594; Read More: <a href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana.html">Faktur Pajak Sederhana</a></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan terkait dengan faktur pajak sederhana, maka<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>saya coba untuk menuliskannya sekalian tentang apa dan bagaimana faktur pajak sederhana tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Peraturan yang dijadikan sebagai rujukan adalah :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l2 level1 lfo4; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">·</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-524/PJ./2000</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l2 level1 lfo4; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">·</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-425/PJ./2001</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l2 level1 lfo4; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">·</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-128/PJ./2004</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l2 level1 lfo4; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">·</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-97/PJ./2005</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Sebagaimana kita ketahui bahwa <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">Pengusaha Kena Pajak</strong> yang melakukan penyerahan <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">Barang Kena Pajak</strong> atau <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">Jasa Kena Pajak</strong> wajib untuk memungut PPN kepada pembelinya. Sebagai bukti pemungutan tersebut Pengusaha Kena Pajak tersebut harus menerbitkan <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">Faktur Pajak</strong> sebagai bukti pemungutan <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">Pajak Pertambahan Nilai (PPN)</strong>. Nah, terdapat dua jenis faktur pajak yaitu <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">Faktur Pajak Standar</strong> dan <strong style="mso-bidi-font-weight: normal;">Faktur Pajak Sederhana</strong>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Ruang Lingkup Faktur Pajak Sederhana</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Faktur pajak sederhana dapat dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan BKP atau JKP :</span></span></p>
<ul>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir, atau</span></span></div>
</li>
<li>
<div class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">kepada pembeli atau penerima jasa yang nama, alamat atau Nomor Pokok Wajib Pajaknya tidak diketahui,</span></span></div>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Informasi Yang Terkandung Dalam Faktur Pajak Sederhana</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak Sederhana paling sedikit harus memuat :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">a.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menyerahkan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">b.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Jenis dan kuantum Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang diserahkan;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">c.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Jumlah Harga Jual atau Penggantian yang sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai atau besarnya Pajak Pertambahan Nilai dicantumkan secara terpisah;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">d.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">Tanda bukti penyerahan atau pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak tersebut di bawah ini diperlakukan sebagai Faktur Pajak Sederhana, yaitu :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">a.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">bon kontan,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">b.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><span style="font-size: small;">faktur penjualan,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">c.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">segi cash register,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">d.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">karcis,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">e.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">kuitansi, atau</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list .25in;"><span style="font-family: Verdana; mso-fareast-font-family: Verdana; mso-bidi-font-family: Verdana;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">f.</span><span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"> </span></span></span><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">tanda bukti penyerahan atau pembayaran lain yang sejenis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Verdana;">s</span><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: SV;" lang="SV">epanjang informasi yang terkandung di dalamnya memenuhi persyaratan seperti disebutkan di atas. </span><span style="font-family: Verdana;">Jika tidak memenuhi maka faktur Pajak Sederhana tersebut merupakan Faktur Pajak yang tidak lengkap sehingga tidak dianggap sebagai faktur pajak sederhana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Pembuatan Faktur Pajak Sederhana</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak Sederhana harus dibuat pada saat penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak atau pada saat pembayaran, apabila pembayaran diterima sebelum penyerahan<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak Sederhana dibuat paling sedikit dalam rangkap 2 yaitu lembar ke-1 untuk Pembeli atau penerima jasa dan lembar ke-2<span style="mso-tab-count: 1;"> </span>untuk Pengusaha Kena Pajak yang menerbitkan Faktur Pajak Sederhana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak Sederhana dianggap telah dibuat dalam rangkap 2 (dua) atau lebih dalam hal</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak Sederhana tersebut dibuat dalam 1 (satu) lembar yang terdiri dari 2 (dua) atau lebih bagian atau potongan yang disediakan untuk disobek atau dipotong.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak Sederhana lembar kedua dapat berupa <span style="mso-tab-count: 1;"> </span>rekaman Faktur Pajak Sederhana dalam bentuk media elektronik yaitu sarana penyimpanan data, antara lain : <em style="mso-bidi-font-style: normal;">diskette</em>, <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Digital Data Storage (DDE</em>) atau <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Digital Audio Tape (DAT)</em> dan <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Compact Disc (CD)</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: NO-BOK;" lang="NO-BOK"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak Sederhana Tidak Boleh Dikreditkan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: NO-BOK;" lang="NO-BOK"><span style="font-size: small;">Bagi pembeli BKP atau penerima JKP, faktur pajak sederhana tidak dapat dikreditkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: NO-BOK;" lang="NO-BOK"><span style="font-size: small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana; mso-ansi-language: NO-BOK;" lang="NO-BOK"><span style="font-size: small;">Tulisan-tulisan terkait :</span></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=49"><span style="font-size: small;">Pengusaha Kena Pajak </span></a></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=42"><span style="font-size: small;">Apa Itu PPN?</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=41"><span style="font-size: small;">Faktur Pajak</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-justify: inter-ideograph; margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-family: Verdana;"><a href="http://dudiwahyudi.com/?p=99" target="_blank"><span style="font-size: small;">Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan</span></a><span style="font-size: small;"> </span></span></li>
</ul>
<script type="text/javascript">
  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fdudiwahyudi.com%2Fpajak%2Fpajak-pertambahan-nilai%2Ffaktur-pajak-sederhana.html';
  addthis_title  = 'Faktur+Pajak+Sederhana';
  addthis_pub    = '';
</script><script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/addthis_widget.php?v=12" ></script>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>contoh faktur pajak sederhana (105)</li><li>faktur sederhana (35)</li><li>download faktur pajak sederhana (31)</li><li>faktur pajak sederhana dan standart (18)</li><li>faktur pajak sederhana download (17)</li><li>pajak sederhana (16)</li><li>contoh faktur sederhana (15)</li><li>contoh faktur (14)</li><li>contoh faktur jual beli (9)</li><li>contoh faktur pajak sederhana 2010 (8)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/faktur-pajak-sederhana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-02-07 17:11:30 -->
