Setelah PKP memiliki kode aktivasi dan password (baca: Tatacara Permohonan dan Pemberian Kode Aktivasi dan Password), Pengusaha Kena Pajak kemudian  dapat meminta nomor seri Faktur Pajak. Dengan nomor seri Faktur Pajak ini, PKP tersebut nantinya dapat menerbitkan Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan PER-24/PJ/2012. Berikut ini adalah prosedur atau tatacara untuk mendapatkan nomor seri Faktur Pajak.[1]

Pertama kali yang harus dilakukan oleh PKP adalah menyampaikan surat permintaan Nomor Seri Faktur Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan. Surat permintaan Nomor Seri Faktur Pajak harus diisi secara lengkap dan disampaikan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan.

Setelah menerima surat permintaan nomor seri Faktur Pajak tersebut. Kantor Pelayanan Pajak selanjutnya menerbitkan surat pemberitahuan Nomor Seri Faktur Pajak ke PKP yang telah memenuhi syarat telah memiliki Kode Aktivasi dan Password dan telah melaporkan SPT Masa PPN untuk 3 (tiga) masa pajak terakhir yang telah jatuh tempo secara berturut-turut pada tanggal permintaan disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. PKP yang tidak memenuhi ketentuan tersebut, tidak dapat diberikan Nomor Seri Faktur Pajak.

Surat pemberitahuan Nomor Seri Faktur Pajak ditandatangani oleh Kepala Seksi Pelayanan atas nama Kepala KPP dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap yang peruntukannya masing-masing lembar ke-1, disampaikan kepada PKP yang meminta dan lembar ke-2 untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak.

Jika surat pemberitahuan Nomor Seri Faktur Pajak ternyata hilang, rusak, atau tidak tercetak dengan jelas, maka surat pemberitahuan tersebut dapat dimintakan kembali ke Kantor Pelayanan Pajak dengan menunjukkan surat permintaan Nomor Seri Faktur Pajak.

Dalam hal PKP pindah tempat kegiatan usaha yang wilayah kerjanya berada di luar wilayah Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan sebelumnya, maka PKP masih dapat menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang belum digunakan.[2]



[1] Pasal 9 PER-24/PJ/2012

[2] Pasal 11 ayat (2) PER-24/PJ/2012