<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pemungut PPN</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 04:50:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: URL</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-4837</link>
		<dc:creator>URL</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 12:51:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-4837</guid>
		<description>&lt;strong&gt;... [Trackback]...&lt;/strong&gt;

[...] Read More here: dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html [...]...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8230; [Trackback]&#8230;</strong></p>
<p>[...] Read More here: dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html [...]&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: donie</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-4803</link>
		<dc:creator>donie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 02:08:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-4803</guid>
		<description>@chasha: 
1. jika harga include PPN  gunakan yang 10/110, jika exclude PPN langsung x 10%...
2. Pembelian buku dikenakan PPN jika diatas 1 juta, kecuali atas pengadaan buku pelajaran PPN nya dibebaskan.. untuk PPh pasal 22 tetap dikenakan kecuali jika pembelian dibawah 2 juta atau  jika dana berasal dari DANA BOS..PPh pasal 22 tidak dipungut..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@chasha:<br />
1. jika harga include PPN  gunakan yang 10/110, jika exclude PPN langsung x 10%&#8230;<br />
2. Pembelian buku dikenakan PPN jika diatas 1 juta, kecuali atas pengadaan buku pelajaran PPN nya dibebaskan.. untuk PPh pasal 22 tetap dikenakan kecuali jika pembelian dibawah 2 juta atau  jika dana berasal dari DANA BOS..PPh pasal 22 tidak dipungut..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chasha</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-4791</link>
		<dc:creator>chasha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 08:10:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-4791</guid>
		<description>Pak Saya mo nanya klaw bndaharawan pemerintah menggunakan dana Bos :
1) Cara Memungut PPN nya 10/110 x hrga pembelian Atw 10% x harga Pembelian.
2) Klaw Pembelian buku itu tmasuk PPN atw PPh Pasal 22  Skalian Cara Penghitungan nya.
Trimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Saya mo nanya klaw bndaharawan pemerintah menggunakan dana Bos :<br />
1) Cara Memungut PPN nya 10/110 x hrga pembelian Atw 10% x harga Pembelian.<br />
2) Klaw Pembelian buku itu tmasuk PPN atw PPh Pasal 22  Skalian Cara Penghitungan nya.<br />
Trimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muksin</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-4613</link>
		<dc:creator>muksin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 01:58:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-4613</guid>
		<description>dear pak dudi...
saya baru ditugasin ngurus pajak perusahaan tempat bekerja saya.
minta tolong pak dudi infonya. UU pajak, PP dll, yg terbaru ( Thn 2011 atau 2012 )untuk Pph 21,25/29 badan / orang pribadi dan PPN pak.

Thanks bantuannya pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dear pak dudi&#8230;<br />
saya baru ditugasin ngurus pajak perusahaan tempat bekerja saya.<br />
minta tolong pak dudi infonya. UU pajak, PP dll, yg terbaru ( Thn 2011 atau 2012 )untuk Pph 21,25/29 badan / orang pribadi dan PPN pak.</p>
<p>Thanks bantuannya pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wied</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-3720</link>
		<dc:creator>Wied</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 02:37:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-3720</guid>
		<description>Pak Dudi, 
Bagaimana kalau ada sebuah Developer yang lupa/tdk sadar seharusnya mungut PPN tapi tidak memungut, dan kemudian (sekian tahun kemudian) setelah ditagih KPP baru mau memungut PPN 10% kepada konsumennya.
Apakah dibenarkan tindakan developer memungut PPN setelah beberapa tahun penyerahan rumah dilakukan? Apa seharusnya tindakan konsumen yang diperlakukan seperti ini?

Terima kasih atas penjelasannya. 

Wied</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Dudi,<br />
Bagaimana kalau ada sebuah Developer yang lupa/tdk sadar seharusnya mungut PPN tapi tidak memungut, dan kemudian (sekian tahun kemudian) setelah ditagih KPP baru mau memungut PPN 10% kepada konsumennya.<br />
Apakah dibenarkan tindakan developer memungut PPN setelah beberapa tahun penyerahan rumah dilakukan? Apa seharusnya tindakan konsumen yang diperlakukan seperti ini?</p>
<p>Terima kasih atas penjelasannya. </p>
<p>Wied</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teguh Santosa</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-2628</link>
		<dc:creator>Teguh Santosa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 04:49:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-2628</guid>
		<description>Apakah dengan demikian, selain Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN), seperti BUMN, Perusahaan Kontrak Karya Migas dan Tambang tidak lagi menjadi pemungut PPN?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah dengan demikian, selain Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN), seperti BUMN, Perusahaan Kontrak Karya Migas dan Tambang tidak lagi menjadi pemungut PPN?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ridwan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-2127</link>
		<dc:creator>ridwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 03:11:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-2127</guid>
		<description>Pagi Pak Dudi, mau tanya dunk...
untuk faktur PPN, apakah memang betul masa berlaku untuk pengkreditannya (bagi pembeli) adalah selama 3 bulan? (misal faktur tanggal 21 Januari, dapat dikreditkan paling lambat pada periode pelaporan Aprl). Jika salah/benar, peraturan perundangan nomor berapa yang mengatur hal ini?
Thx sebelumnya.
Ridwann.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi Pak Dudi, mau tanya dunk&#8230;<br />
untuk faktur PPN, apakah memang betul masa berlaku untuk pengkreditannya (bagi pembeli) adalah selama 3 bulan? (misal faktur tanggal 21 Januari, dapat dikreditkan paling lambat pada periode pelaporan Aprl). Jika salah/benar, peraturan perundangan nomor berapa yang mengatur hal ini?<br />
Thx sebelumnya.<br />
Ridwann.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eni</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-2037</link>
		<dc:creator>eni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 01:54:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-2037</guid>
		<description>Pagi P&#039; dudi, mengenai SPTPPN, sy mau tanya untuk pelaporan SPTPPN keluaran tenyata ada selisih Rp 5,-, dari Jumlah yang tertulis di Faktur Pajak Standart, hal tersebut karena konversi USD ke IDR dan pembulatan nilai desimal, yg sy tanyakan : Apakah perlu di buatkan SSP untuk pembayaran Rp.5,-
 dan dilakukan pembetulkan pelaporan SPTPPN ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi P&#8217; dudi, mengenai SPTPPN, sy mau tanya untuk pelaporan SPTPPN keluaran tenyata ada selisih Rp 5,-, dari Jumlah yang tertulis di Faktur Pajak Standart, hal tersebut karena konversi USD ke IDR dan pembulatan nilai desimal, yg sy tanyakan : Apakah perlu di buatkan SSP untuk pembayaran Rp.5,-<br />
 dan dilakukan pembetulkan pelaporan SPTPPN ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rijal</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-845</link>
		<dc:creator>rijal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 07:53:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-845</guid>
		<description>menyambung pertanyaannya mas bismo, brarti mekanisme pengenaan PPN seperti pembeli biasa ya? artinya sekolah gak perlu memungut PPh 22 dan PPN (krn memang bukan pemungut). Padahl dr sosialisasi yg pernah ada sekolah swasta tetap diminta menyetor PPh 22 dan PPN. Minta penjelasan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menyambung pertanyaannya mas bismo, brarti mekanisme pengenaan PPN seperti pembeli biasa ya? artinya sekolah gak perlu memungut PPh 22 dan PPN (krn memang bukan pemungut). Padahl dr sosialisasi yg pernah ada sekolah swasta tetap diminta menyetor PPh 22 dan PPN. Minta penjelasan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Novia</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-323</link>
		<dc:creator>Novia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 01:17:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-323</guid>
		<description>Baru2 ini perusahaan kami ada transaksi jasa dengan KBRI di LN yang meminta Faktur Pajak Standar. KBRI tsb tidak memiliki NPWP, dan memberikan contoh FPS dan SSP dari perusahaan lain yang pernah melakukan transaksi dengan mereka. NPWP di FPS dikosongkan dengan No Faktur 020.000.07.00000001
Apakah perlakuan ini sudah benar atau tidak?
Mohon sharing-nya klo ada rekans yang pernah berpengalaman mengenai masalah ini.
Soalnya klo memang harus begitu, berarti pengisian eSPT nya juga agak2 bermasalah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baru2 ini perusahaan kami ada transaksi jasa dengan KBRI di LN yang meminta Faktur Pajak Standar. KBRI tsb tidak memiliki NPWP, dan memberikan contoh FPS dan SSP dari perusahaan lain yang pernah melakukan transaksi dengan mereka. NPWP di FPS dikosongkan dengan No Faktur 020.000.07.00000001<br />
Apakah perlakuan ini sudah benar atau tidak?<br />
Mohon sharing-nya klo ada rekans yang pernah berpengalaman mengenai masalah ini.<br />
Soalnya klo memang harus begitu, berarti pengisian eSPT nya juga agak2 bermasalah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-05-23 16:53:09 -->
