<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pemungut PPN</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 09:24:05 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Teguh Santosa</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-2628</link>
		<dc:creator>Teguh Santosa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 04:49:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-2628</guid>
		<description>Apakah dengan demikian, selain Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN), seperti BUMN, Perusahaan Kontrak Karya Migas dan Tambang tidak lagi menjadi pemungut PPN?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah dengan demikian, selain Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN), seperti BUMN, Perusahaan Kontrak Karya Migas dan Tambang tidak lagi menjadi pemungut PPN?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ridwan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-2127</link>
		<dc:creator>ridwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 03:11:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-2127</guid>
		<description>Pagi Pak Dudi, mau tanya dunk...
untuk faktur PPN, apakah memang betul masa berlaku untuk pengkreditannya (bagi pembeli) adalah selama 3 bulan? (misal faktur tanggal 21 Januari, dapat dikreditkan paling lambat pada periode pelaporan Aprl). Jika salah/benar, peraturan perundangan nomor berapa yang mengatur hal ini?
Thx sebelumnya.
Ridwann.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi Pak Dudi, mau tanya dunk&#8230;<br />
untuk faktur PPN, apakah memang betul masa berlaku untuk pengkreditannya (bagi pembeli) adalah selama 3 bulan? (misal faktur tanggal 21 Januari, dapat dikreditkan paling lambat pada periode pelaporan Aprl). Jika salah/benar, peraturan perundangan nomor berapa yang mengatur hal ini?<br />
Thx sebelumnya.<br />
Ridwann.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eni</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-2037</link>
		<dc:creator>eni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 01:54:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-2037</guid>
		<description>Pagi P&#039; dudi, mengenai SPTPPN, sy mau tanya untuk pelaporan SPTPPN keluaran tenyata ada selisih Rp 5,-, dari Jumlah yang tertulis di Faktur Pajak Standart, hal tersebut karena konversi USD ke IDR dan pembulatan nilai desimal, yg sy tanyakan : Apakah perlu di buatkan SSP untuk pembayaran Rp.5,-
 dan dilakukan pembetulkan pelaporan SPTPPN ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi P&#8217; dudi, mengenai SPTPPN, sy mau tanya untuk pelaporan SPTPPN keluaran tenyata ada selisih Rp 5,-, dari Jumlah yang tertulis di Faktur Pajak Standart, hal tersebut karena konversi USD ke IDR dan pembulatan nilai desimal, yg sy tanyakan : Apakah perlu di buatkan SSP untuk pembayaran Rp.5,-<br />
 dan dilakukan pembetulkan pelaporan SPTPPN ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rijal</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-845</link>
		<dc:creator>rijal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 07:53:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-845</guid>
		<description>menyambung pertanyaannya mas bismo, brarti mekanisme pengenaan PPN seperti pembeli biasa ya? artinya sekolah gak perlu memungut PPh 22 dan PPN (krn memang bukan pemungut). Padahl dr sosialisasi yg pernah ada sekolah swasta tetap diminta menyetor PPh 22 dan PPN. Minta penjelasan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menyambung pertanyaannya mas bismo, brarti mekanisme pengenaan PPN seperti pembeli biasa ya? artinya sekolah gak perlu memungut PPh 22 dan PPN (krn memang bukan pemungut). Padahl dr sosialisasi yg pernah ada sekolah swasta tetap diminta menyetor PPh 22 dan PPN. Minta penjelasan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Novia</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-323</link>
		<dc:creator>Novia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 01:17:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-323</guid>
		<description>Baru2 ini perusahaan kami ada transaksi jasa dengan KBRI di LN yang meminta Faktur Pajak Standar. KBRI tsb tidak memiliki NPWP, dan memberikan contoh FPS dan SSP dari perusahaan lain yang pernah melakukan transaksi dengan mereka. NPWP di FPS dikosongkan dengan No Faktur 020.000.07.00000001
Apakah perlakuan ini sudah benar atau tidak?
Mohon sharing-nya klo ada rekans yang pernah berpengalaman mengenai masalah ini.
Soalnya klo memang harus begitu, berarti pengisian eSPT nya juga agak2 bermasalah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baru2 ini perusahaan kami ada transaksi jasa dengan KBRI di LN yang meminta Faktur Pajak Standar. KBRI tsb tidak memiliki NPWP, dan memberikan contoh FPS dan SSP dari perusahaan lain yang pernah melakukan transaksi dengan mereka. NPWP di FPS dikosongkan dengan No Faktur 020.000.07.00000001<br />
Apakah perlakuan ini sudah benar atau tidak?<br />
Mohon sharing-nya klo ada rekans yang pernah berpengalaman mengenai masalah ini.<br />
Soalnya klo memang harus begitu, berarti pengisian eSPT nya juga agak2 bermasalah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bismo</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-301</link>
		<dc:creator>bismo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 06:48:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-301</guid>
		<description>Terima kasih banyak atas informasinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih banyak atas informasinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dudi</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-292</link>
		<dc:creator>dudi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 09:23:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-292</guid>
		<description>@bismo
Saya merujuk kepada Surat Edaran Nomor 02/PJ./2006 tanggal 1 Pebruari 2006 di mana di SE tersebut ditegaskan bahwa untuk sekolah swasta, bendaharanya bukan pemungut PPh Pasal 22 dan PPN. Namun demikian, apabila terdapat objek PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 23, bendaharawan sekolah swasta harus memotongnya sesuai dengan ketentuan sehingga bendaharawan sekolah swasta harus memiliki NPWP.

@Deden
Terima kasih info dan masukannya. Saya tunggu masukan lainnya untuk menyempurnakan informasi tentang pajak di blog ini :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@bismo<br />
Saya merujuk kepada Surat Edaran Nomor 02/PJ./2006 tanggal 1 Pebruari 2006 di mana di SE tersebut ditegaskan bahwa untuk sekolah swasta, bendaharanya bukan pemungut PPh Pasal 22 dan PPN. Namun demikian, apabila terdapat objek PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 23, bendaharawan sekolah swasta harus memotongnya sesuai dengan ketentuan sehingga bendaharawan sekolah swasta harus memiliki NPWP.</p>
<p>@Deden<br />
Terima kasih info dan masukannya. Saya tunggu masukan lainnya untuk menyempurnakan informasi tentang pajak di blog ini <img src='http://dudiwahyudi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: deden</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-290</link>
		<dc:creator>deden</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 09:08:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-290</guid>
		<description>Maaf, Mas Dudi, Termasuk pula pihak yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN adalah Kontraktor yang terikat dalam kontrak perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia di bidang pengusahaan pertambangan minyak dan gas bumi (11/PMK.03/2005 tanggal 31 Januari 2005. 
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, Mas Dudi, Termasuk pula pihak yang ditunjuk sebagai Pemungut PPN adalah Kontraktor yang terikat dalam kontrak perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia di bidang pengusahaan pertambangan minyak dan gas bumi (11/PMK.03/2005 tanggal 31 Januari 2005.<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bismo</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-pertambahan-nilai/pemungut-ppn.html/comment-page-1#comment-287</link>
		<dc:creator>bismo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 08:05:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=135#comment-287</guid>
		<description>Kami adalah sekolah swasta yang mendapat bantuan/subsidi dari pemerintah untuk pengadaan fasilitas pembelajaran. Apakah kami wajib memungut pajak (PPN dan PPh) atas pembelanjaan bantuan pemerintah ini? Berdasarkan peraturan/Undang-undang PPN/Kepmenkeu yang memungut pajak itu apabila sebagai Bendaharawan Pemerintah atau KPKN, sedangkan kami adalah bendaharawan sekolah swasta. Apakah peraturan/undang-undang/kepmenkeu ini bisa dijadikan dasar/pegangan apabila ada pemeriksaan dari bawasda mengenai dasar kami tidak memungut pajak? terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kami adalah sekolah swasta yang mendapat bantuan/subsidi dari pemerintah untuk pengadaan fasilitas pembelajaran. Apakah kami wajib memungut pajak (PPN dan PPh) atas pembelanjaan bantuan pemerintah ini? Berdasarkan peraturan/Undang-undang PPN/Kepmenkeu yang memungut pajak itu apabila sebagai Bendaharawan Pemerintah atau KPKN, sedangkan kami adalah bendaharawan sekolah swasta. Apakah peraturan/undang-undang/kepmenkeu ini bisa dijadikan dasar/pegangan apabila ada pemeriksaan dari bawasda mengenai dasar kami tidak memungut pajak? terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
