<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: PPh  Atas Penghasilan Dokter</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 02:12:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Yan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-3071</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 13:54:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-3071</guid>
		<description>Mohon maaf, maksud saya: Komisi yg diterima dokter dari perusahaan farmasi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf, maksud saya: Komisi yg diterima dokter dari perusahaan farmasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yan</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-3070</link>
		<dc:creator>Yan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 13:52:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-3070</guid>
		<description>Pak Dudy,
Mau tanya.
Apakah komisi yg diterima dr dokter dapat dihitung menggunakan norma mengingat komisi tsb dalam rangka keahliannya.

Mohon penjelasan beserta referensi regulasinya.

Terima kasih.
Yan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Dudy,<br />
Mau tanya.<br />
Apakah komisi yg diterima dr dokter dapat dihitung menggunakan norma mengingat komisi tsb dalam rangka keahliannya.</p>
<p>Mohon penjelasan beserta referensi regulasinya.</p>
<p>Terima kasih.<br />
Yan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tias</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-3030</link>
		<dc:creator>Tias</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 04:17:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-3030</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,, salam kenal pak dudi,, pak, saya mu minta tolong bapak untuk memecahkan kasus yang saya alami,,kasusnya begini pak,, di kantor saya ada dokter koordinator sekaligus dokter langganan.Untuk perannya sebagai dokter koordinator,di dalam perjanjian,dokter tsb mendapatkan honorarium. Besarnya honorarium tsb tetap setiap bulan dan di dalam perjanjian, honorarium itu sudah termasuk pajak2 yang dikenakan.Pajak apa saja yang terkait dengan kasus itu?Bagaimana cara perhitungan pajaknya? Sedangkan untuk perannya sebagai dokter langganan,dalam perjanjian,dokter itu mendapatkan uang sebesar Rp25.000 per pasien yang berasal dari karyawan yang mengunjunginya.Nah, apakah prosedur itu sudah sesuai dengan aturan? menyangkut dokter itu kan sudah dapat penghasilan tapi beliau masih dapat penghasilan dari perannya sebagai dokter langganan. Itu kan dapat menyebabkan penambahan beban biaya perusahaan. Kalau sudah sesuai, bagaimana perlakuan dan perhitungan pajak yang harus dipotong atas pendapatan dokter itu? terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,, salam kenal pak dudi,, pak, saya mu minta tolong bapak untuk memecahkan kasus yang saya alami,,kasusnya begini pak,, di kantor saya ada dokter koordinator sekaligus dokter langganan.Untuk perannya sebagai dokter koordinator,di dalam perjanjian,dokter tsb mendapatkan honorarium. Besarnya honorarium tsb tetap setiap bulan dan di dalam perjanjian, honorarium itu sudah termasuk pajak2 yang dikenakan.Pajak apa saja yang terkait dengan kasus itu?Bagaimana cara perhitungan pajaknya? Sedangkan untuk perannya sebagai dokter langganan,dalam perjanjian,dokter itu mendapatkan uang sebesar Rp25.000 per pasien yang berasal dari karyawan yang mengunjunginya.Nah, apakah prosedur itu sudah sesuai dengan aturan? menyangkut dokter itu kan sudah dapat penghasilan tapi beliau masih dapat penghasilan dari perannya sebagai dokter langganan. Itu kan dapat menyebabkan penambahan beban biaya perusahaan. Kalau sudah sesuai, bagaimana perlakuan dan perhitungan pajak yang harus dipotong atas pendapatan dokter itu? terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Arif</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-2856</link>
		<dc:creator>Muhammad Arif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 08:07:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-2856</guid>
		<description>jika suami-istri (istri seorang dokter &amp; suami pedagang eceran) memperoleh penghasilan dari:
1. (ISTRI) PNS di Universitas Negeri --&gt;  dipotong PPh.21 &amp; terima formulir 1721-A2 [tdk terima bukti potong sama sekali]
2. (ISTRI) Dokter Praktek di RS. Swasta &amp; bukan pegawai --&gt; dipotong PPh.21 &amp; terima bukti potong tiap bulan [5% x (50% x honor dokter)]
3. (ISTRI) Buka Praktek Pribadi --&gt; PPh.25 [NORMA 45%]
4. (SUAMI)Hasil Dagang --&gt; PPh.25 [NORMA 25%]

apa benar apa yang saya lakukan utk laporan tahunan Formulir 1770 adalah sbb:
1.FORMULIR 1770-I HALAMAN 2 BAGIAN B:
1.1. [ISTRI] utk penghasilan  no.2 (penghasilan bruto) digabung dengan penghasilan no.3 (penghasilan bruto) --&gt; dikali norma 45% --&gt; penghasilan netto istri [sementara bukti potong dari RS. Swasta masuk FORMULIR 1770-II BAG.A --&gt; FORMULIR 1770 angka 15]
1.2. [SUAMI] utk penghasilan no.4 penghasilan bruto dikali norma 45% --&gt; penghasilan netto suami
1.3. jumlah penghasilan netto suami+istri --&gt; masuk FORMULIR 1770 angka no.1

2.FORMULIR 1770-I HALAMAN 2 BAGIAN C:
[ISTRI] penghasilan sebagai PNS (krn kerja di lebih dari 1 pemberi kerja)
2.1. pd kolom 3 penghasilan bruto (gaji+tunjangan+ honor) data diperoleh dari FORMULIR 1721-A2 
2.2. pd kolom 4 pengurang penghasilan (biaya jabatan+ iuran pensiun) data diperoleh dari FORMULIR 1721-A2
2.3. pd kolom 5 (kolom 3 - kolom 4) hasilnya dimasukan FORMULIR 1770 angka no.2

???PERTANYAAN??? ===&gt;&gt; apakah PTKP (WP Rp.15.840.000 + kawin Rp.1.320.000)yg ada di FORMULIR 1721-A2 (istri) tidak dpt digunakan sbg pengurang penghasilan (krn nanti di FORMULIR 1770 angka 10 jg ada shg dobel)?? --&gt; krn kl tdk dimasukan berarti ada krg byr banyak (pd FORMULIR 1770) padahal di FORMULIR 1721-A2 sdh ada potongan pajak PPh.21

???PERTANYAAN ke 2??? ===&gt;&gt; dari Universitas Negri tdk diberi bukti potongan pajak PPh.21 cuma diberi FORMULIR 1721-A2. Apakah bisa Formulir 1721-A2 dimasukan bersama bukti potongan pajak PPh.21 RS.Swasta di FORMULIR 1770-II ???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jika suami-istri (istri seorang dokter &amp; suami pedagang eceran) memperoleh penghasilan dari:<br />
1. (ISTRI) PNS di Universitas Negeri &#8211;&gt;  dipotong PPh.21 &amp; terima formulir 1721-A2 [tdk terima bukti potong sama sekali]<br />
2. (ISTRI) Dokter Praktek di RS. Swasta &amp; bukan pegawai &#8211;&gt; dipotong PPh.21 &amp; terima bukti potong tiap bulan [5% x (50% x honor dokter)]<br />
3. (ISTRI) Buka Praktek Pribadi &#8211;&gt; PPh.25 [NORMA 45%]<br />
4. (SUAMI)Hasil Dagang &#8211;&gt; PPh.25 [NORMA 25%]</p>
<p>apa benar apa yang saya lakukan utk laporan tahunan Formulir 1770 adalah sbb:<br />
1.FORMULIR 1770-I HALAMAN 2 BAGIAN B:<br />
1.1. [ISTRI] utk penghasilan  no.2 (penghasilan bruto) digabung dengan penghasilan no.3 (penghasilan bruto) &#8211;&gt; dikali norma 45% &#8211;&gt; penghasilan netto istri [sementara bukti potong dari RS. Swasta masuk FORMULIR 1770-II BAG.A --&gt; FORMULIR 1770 angka 15]<br />
1.2. [SUAMI] utk penghasilan no.4 penghasilan bruto dikali norma 45% &#8211;&gt; penghasilan netto suami<br />
1.3. jumlah penghasilan netto suami+istri &#8211;&gt; masuk FORMULIR 1770 angka no.1</p>
<p>2.FORMULIR 1770-I HALAMAN 2 BAGIAN C:<br />
[ISTRI] penghasilan sebagai PNS (krn kerja di lebih dari 1 pemberi kerja)<br />
2.1. pd kolom 3 penghasilan bruto (gaji+tunjangan+ honor) data diperoleh dari FORMULIR 1721-A2<br />
2.2. pd kolom 4 pengurang penghasilan (biaya jabatan+ iuran pensiun) data diperoleh dari FORMULIR 1721-A2<br />
2.3. pd kolom 5 (kolom 3 &#8211; kolom 4) hasilnya dimasukan FORMULIR 1770 angka no.2</p>
<p>???PERTANYAAN??? ===&gt;&gt; apakah PTKP (WP Rp.15.840.000 + kawin Rp.1.320.000)yg ada di FORMULIR 1721-A2 (istri) tidak dpt digunakan sbg pengurang penghasilan (krn nanti di FORMULIR 1770 angka 10 jg ada shg dobel)?? &#8211;&gt; krn kl tdk dimasukan berarti ada krg byr banyak (pd FORMULIR 1770) padahal di FORMULIR 1721-A2 sdh ada potongan pajak PPh.21</p>
<p>???PERTANYAAN ke 2??? ===&gt;&gt; dari Universitas Negri tdk diberi bukti potongan pajak PPh.21 cuma diberi FORMULIR 1721-A2. Apakah bisa Formulir 1721-A2 dimasukan bersama bukti potongan pajak PPh.21 RS.Swasta di FORMULIR 1770-II ???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pramesemara</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-2760</link>
		<dc:creator>pramesemara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 03:18:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-2760</guid>
		<description>Salam Kenal Mas,

Terimakasih atas informasinya, berguna bgt bgi Sy n kebetulan bakal Sy pake jadi bahan siaran radio ya.

&lt;em&gt;Salam kenal juga, sekalian blognya dipromosikan juga ya, hehehe...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Kenal Mas,</p>
<p>Terimakasih atas informasinya, berguna bgt bgi Sy n kebetulan bakal Sy pake jadi bahan siaran radio ya.</p>
<p><em>Salam kenal juga, sekalian blognya dipromosikan juga ya, hehehe&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joeli</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-2609</link>
		<dc:creator>Joeli</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 08:13:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-2609</guid>
		<description>Ass.wr
Pak, bagaimana dalam penghitungan SPT Tahunan OP bagi dokter? ketika dokter mendapat bukti potong dari RS, apakah penghasilan tersebut dimasukkan kedalam no 1.penghasilan netto dalam negeri dari usaha atau pekerjaan bebas, sehingga penghasilan brutonya dimasukkan dikalikan dengan norma? ato ke no 3. penghasilan dalam negeri lainnya, yang penghasilan nettonya diperoleh dari penjumlahan seluruh penghasilan setelah dikurangi pajak? ..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.wr<br />
Pak, bagaimana dalam penghitungan SPT Tahunan OP bagi dokter? ketika dokter mendapat bukti potong dari RS, apakah penghasilan tersebut dimasukkan kedalam no 1.penghasilan netto dalam negeri dari usaha atau pekerjaan bebas, sehingga penghasilan brutonya dimasukkan dikalikan dengan norma? ato ke no 3. penghasilan dalam negeri lainnya, yang penghasilan nettonya diperoleh dari penjumlahan seluruh penghasilan setelah dikurangi pajak? ..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nanang</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-2453</link>
		<dc:creator>nanang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 03:13:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-2453</guid>
		<description>saya sependapat dengan pipit diatas, sesuai Per-31 2009 Pasal 10 (6) memang sudah disebutkan dengan jelas bahwa dasar pengenaan pajak termasuk jumlah bagi hasil bagi rumah sakit. Kenapa demikian, karena sebenarnya jumlah bagi hasil yang 20% itu sudah terakomodasi dalam perkiraan penghasilan neto bagi tenaga ahli sebesar 50%. Dalam hal dokter, 20% bagi hasil untuk rumah sakit merupakan biaya bagi dirinya untuk menagih, memelihara, dan memperoleh penghasilan yang merupakan salah satu unsur/komponen di dalam penghasilan bruto dokter.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sependapat dengan pipit diatas, sesuai Per-31 2009 Pasal 10 (6) memang sudah disebutkan dengan jelas bahwa dasar pengenaan pajak termasuk jumlah bagi hasil bagi rumah sakit. Kenapa demikian, karena sebenarnya jumlah bagi hasil yang 20% itu sudah terakomodasi dalam perkiraan penghasilan neto bagi tenaga ahli sebesar 50%. Dalam hal dokter, 20% bagi hasil untuk rumah sakit merupakan biaya bagi dirinya untuk menagih, memelihara, dan memperoleh penghasilan yang merupakan salah satu unsur/komponen di dalam penghasilan bruto dokter.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pipit</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-2374</link>
		<dc:creator>pipit</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 08:04:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-2374</guid>
		<description>mau tanya dong pak, kok jawaban buat MARTIN kaya gitu y, bukannya berdasarkan PER-31 tahun 2009 pasal 10 ayat 6 dinyatakan&quot;dalam hal jumlah penghasilan bruto sebagaimana pada ayat 1 dibayarkan kepada dokter yg melakukan praktik dirumah sakit dan atau klinik maka besarnya jumlah penghasilan bruto adalah sebesar jasa dokter yg dibayar pasien melalui rumah sakit sebelum dipotong biaya-biaya atau bagi hasil oleh rumahsakit&quot;
jadi menurut saya rumah sakit tersebut benar berdasarkan peraturan tersebut tapi knapa jawabannya bapak seperti ini y?

PPh Pasal 21 dipotong atas penghasilan yang menjadi hak dokter sajanya saja atas jasa pasien. Tarif 7,5% sudah tidak berlaku lagi sejak 1 Januari 2009 diganti dengan tarif Pasal 17

mohon penjelasan, terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau tanya dong pak, kok jawaban buat MARTIN kaya gitu y, bukannya berdasarkan PER-31 tahun 2009 pasal 10 ayat 6 dinyatakan&#8221;dalam hal jumlah penghasilan bruto sebagaimana pada ayat 1 dibayarkan kepada dokter yg melakukan praktik dirumah sakit dan atau klinik maka besarnya jumlah penghasilan bruto adalah sebesar jasa dokter yg dibayar pasien melalui rumah sakit sebelum dipotong biaya-biaya atau bagi hasil oleh rumahsakit&#8221;<br />
jadi menurut saya rumah sakit tersebut benar berdasarkan peraturan tersebut tapi knapa jawabannya bapak seperti ini y?</p>
<p>PPh Pasal 21 dipotong atas penghasilan yang menjadi hak dokter sajanya saja atas jasa pasien. Tarif 7,5% sudah tidak berlaku lagi sejak 1 Januari 2009 diganti dengan tarif Pasal 17</p>
<p>mohon penjelasan, terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sad</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-2327</link>
		<dc:creator>Sad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 09:29:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-2327</guid>
		<description>kalau uang jaga dokter (uang duduk), diluar jasa medis/ tindakan dikenakan pajak atau tidak trus yang mana, tarif pph 21 tenaga ahli atau pasal 17

&lt;em&gt;Tidak begitu jelas kalau kita merujuk ke PER-31 mas. Tapi menurut saya sih dikenakan PPh Pasal 21 sebagai tenaga ahli juga karena status jaga dia itu karena dia dokter (tidak bisa selain dokter)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau uang jaga dokter (uang duduk), diluar jasa medis/ tindakan dikenakan pajak atau tidak trus yang mana, tarif pph 21 tenaga ahli atau pasal 17</p>
<p><em>Tidak begitu jelas kalau kita merujuk ke PER-31 mas. Tapi menurut saya sih dikenakan PPh Pasal 21 sebagai tenaga ahli juga karena status jaga dia itu karena dia dokter (tidak bisa selain dokter)</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andri</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/pph-atas-penghasilan-dokter.html/comment-page-1#comment-2319</link>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:39:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=37#comment-2319</guid>
		<description>Pak,mohon pencerahannya. jk ada tenaga paramedis di RS pemerintah, atas gaji bulanannya di bayar&amp;dipotong oleh bendahara A. tenaga paramedis ini jg memperoleh penghasilan dari pasien yg berobat ke RS tsb, dibayar&amp;dipotong oleh bendahara B (jd di RS ada 2 bendahara). atas tenaga paramedis ini, status kepegawaian&amp;pemotongan pajaknya bagaimina?
terimakasih sebelumnya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak,mohon pencerahannya. jk ada tenaga paramedis di RS pemerintah, atas gaji bulanannya di bayar&amp;dipotong oleh bendahara A. tenaga paramedis ini jg memperoleh penghasilan dari pasien yg berobat ke RS tsb, dibayar&amp;dipotong oleh bendahara B (jd di RS ada 2 bendahara). atas tenaga paramedis ini, status kepegawaian&amp;pemotongan pajaknya bagaimina?<br />
terimakasih sebelumnya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
