Bagi Wajib Pajak Badan atau Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha, salah satu biaya yang pasti ada adalah biaya tenaga kerja atau biaya karyawan. Nah, kalau kita lihat dalam konteks Pajak Penghasilan, ada dua fihak yang terlibat terkait dengan kewajiban Pajak Penghasilan. Yang pertama aalah Wajib Pajak Badan atau Orang Pribadi sebagai pemberi kerja. Biaya tenaga kerja terkait langsung dengan Pajak Penghasilan terutang karena biaya tenaga kerja adalah salah satu unsur biaya yang menentukan jumlah pajak terutang.

Yang kedua, adalah karyawan sebagai penerima penghasilan. Biaya karyawan yang dibayarkan oleh pemberi kerja merupakan penghasilan yang bisa menjadi objek atau bukan objek pemotongan PPh Pasal 21. Nah, jika kita membagi biaya tenaga kerja dilihat dari kedua fihak ini, maka biaya tenaga kerja dapat digolongkan menjadi empat bagian.

I. Bagi Perusahaan Deductible Expense, Bagi Karyawan Taxable Income

 

Dalam kelompok ini, biaya tenaga kerja merupakan biaya yang dapat dikurangkan dalam penghitungan Pajak Penghasilan terutang (deductible) dan bagi karyawan, biaya tenaga kerja ini merupakan penghasilan yang merupakan objek PPh Pasal 21 (taxable income). Pada umumnya, biaya-biaya di sini adalah imbalan kepada karyawan dalam bentuk uang, yaitu  :

  • Gaji pokok, uang lembur, THR

  • Tunjangan : makan, transportasi, PPh 21, pengobatan, perumahan

  • Premi asuransi pegawai dibayar perusahaan

  • Penggantian pengobatan, pemberian uang sewa rumah, uang cuti

  • Pemberian uang, selain pembagian laba

 

II. Bagi Perusahaan Non Deductible Expense, Bagi Karyawan Non Taxable Income

 

Dalam kelompok ini, juga masih berlaku prinsip deductible taxable. Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah :

  • Pemberian dalam bentuk natura

  • Pemberian pakaiaan, kecuali berkaitan dengan keamanan atau keselamatan pekerjaan

  • Pengobatan cuma-cuma

  • Cuti ditanggung perusahaan

  • PPh 21 ditanggung perusahaan

  • Sebagian penyusutan, biaya perbaikan, biaya pemeliharaan serta bahan bakar atas kendaraan perusahaan yang dikuasai dan dibawa pulang pegawai tertentu.

 

III. Bagi Perusahaan Non Deductible Expense, Bagi Karyawan Taxable Income

 

Biaya dalam kelompok ini adalah pembagian laba perusahaan kepada pegawai dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti :

  • Jasa produksi

  • Jasa prestasi

  • Tantiem

  • Gatifikasi

  • Bonus

IV. Bagi Perusahaan Deductible Expense, Bagi Karyawan Non Taxable Income

 

Biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah berupa imbalan dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan di daerah tertentu seperti :

  • Tempat tinggal, termasuk perumahan bagi pegawai dan keluarganya, sepanjang di lokasi bekerja tiidak ada tempat tinggal yang dapat disewa

  • Makanan dan minuman bagi pegawai, sepanjang di lokasi bekerja tidak ada tempat penjualan makanan/minuman

  • Pelayanan kesehatan, sepanjang di lokasi bekerja tidak ada sarana kesehatan misalnya poliklinik atau rumah sakit

  • Pendidikan bagi pegawai dan keluarganya, sepanjang di lokasi bekerja tidak ada sarana pendidikan yang setara

  • Pengangkutan bagi pegawai di lokasi bekerja, pengangkutan anggota keluarga untuk pertama kali dan pengangkutan pegawai dan keluarganya sehubungan terhentinya hubungan kerja

  • Olah raga bagi pegawai  dan keluarganya  sepanjang di  lokasi bekerja tidak tersedia sarana tersebut, kecuali sarana olah raga golf, boating dan pacuan kuda

Termasuk pula dalam kelompok ini adalah pemberian natura dan kenikmatan sehubungan dengan keharusan dalam pelaksanaan pekerjaan dan kerkaitan dengan situasi lingkungan seperti :

  • pakaian dan peralatan pemadam kebakaran

  • pakaian dan peralatan proyek

  • pakaian seragam pabrik

  • pakaian seragam satpam

  • makanan, minuman, penginapan awak kapal/pesawat

  • antar jemput pegawai

  • pakaian seragam pegawai hotel

  • pakaian penyiar TV

  • makanan tambahan untuk operator komputer/pengetik

  • makan/minum cuma-cuma pegawai restoran