Nomor Pokok Wajib Pajak atau biasa disingkat NPWP ini sekarang sudah begitu populer di masyarakat luas. Hal ini tidak terlepas dari kampanye sunset policy pada tahun 2008 lalu serta iklan tentang NPWP di media massa yang cukup menyita perhatian masyarakat. Belum lagi adanya ketentuan insentif dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 terhadap Wajib Pajak yang ber NPWP dan disinsentif bagi Wajib Pajak yang tidak berNPWP.

Namun demikian, kepopuleran istilah NPWP ini ternyata belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang seluk-beluk NPWP seperti bagaimana cara daftar NPWP, di mana mendapatkan NPWP, apakah membuat NPWP itu bayar?, siapa yang wajib ber NPWP dan lain sebagainya. Beberapa pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah saya tuangkan dalam bentuk tulisan-tulisan di bawah ini :

Salah satu pertanyaan yang kerap ditanyakan adalah bagaimana sih cara mendaftarkan NPWP terutama bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Sebagai rujukan adalah Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-40/PJ/2008. Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, ketentuan tentang pendaftaran NPWP ini adalah sebagai berikut :

  • Wajib Pajak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Wajib Pajak tersebut. Bisa juga pendaftaran ini dilakukan di KP2KP jika di suatu daerah tidak terdapat KPP tetapi adanya KP2KP
  • Wajib Pajak harus mengisi Formulir Permohonan Pendaftaran Wajib Pajak secara lengkap dan jelas
  • Wajib Pajak menyerahkan Formulir Permohonan Pendaftaran Wajib Pajak yang telah diisi secara lengkap dan jelas serta ditandatangani Wajib Pajak atau kuasanya kepada Petugas Pendaftaran Wajib Pajak
  • Wajib Pajak menerima Bukti Penerimaan Surat (BPS) yang telah di ditandatangani oleh petugas pendaftaran setelah Formulir Permohonan Pendaftaran Wajib Pajak dilengkapi
  • Jangka waktu penyelesaian permohonan pendaftaran NPWP paling lama 1 (satu) hari kerja terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap
  • Pengisian alamat tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha pada formulir didasarkan pada kenyataan atau menurut keadaan sebenarnya, tidak pada pertimbangan yang bersifat formal
  • Wajib Pajak tidak perlu menyampaikan hardcopy data pendukung pada saat menyampaikan formulir permohonan pendaftaran Wajib Pajak
  • Pendaftaran NPWP tidak dipungut biaya alias gratis

Nah, dengan demikian bisa saya ringkaskan bahwa proses mendapatkan NPWP sebenarnya mudah, murah dan sederhana karena Wajib Pajak hanya cukup mengisi formulir pendaftaran tanpa perlu dilampiri apapun (seperti KTP, KK, dll) dengan proses yang cepat dan gratis.

Ada cara lain yang lebih mudah untuk mendapatkan NPWP yaitu dengan e-registration yang diatur dalam PER-24/PJ/2009. Nah, untuk yang ini saya akan tulsikan dalam kesempatan berikutnya.