Setelah kita membahas cara pengisian SPT PPh Tahunan untuk aryawan dengan menggunakan formulir 1770 S di mana dalam kasus tersebut penghasilannya hanya dari satu pemberi kerja, di tulisan ini saya melanjutkan bagaimana cara pengisian SPT PPh Tahunan untuk karyawan yang penghasilannya dari dua pemberi kerja. Dengan demikian, di masing-masing tempat kerjanya orang ini  dipotong PPh Pasal 21 dan dia memiliki dua bukti potong 1721 A1. Ringkasan dua bukti potong 1721 A1 tersebut disajikan dalam tabel berikut.

PT A PT B

Penghasilan neto                                       55.704.000          38.439.000
PTKP                                                          16.800.000          16.800.000
PKP                                                             38.904.000          21.639.000
PPh 21 Terutang                                         2.640.000            1.081.950
PPh 21 Dipotong                                          2.640.000            1.081.950
PPh 21 Kurang Bayar                                  nihil                          nihil

Dalam tabel nampak orang ini (katakanlah namanya Ahmad) ekerja di dua perusahaan, misalnya PT A dan PT B. Di PT A, Ahmad dipotong PPh Pasal 21 sebesar Rp2.640.000,- dan di PT B Ahmad dipotong PPh Pasal 21 sebesar Rp1.081.950,-. Nah, berbeda dengan kasus sebelumnya di mana kita tidak perlu menghitung lagi PPh terutang dan hanya memindahkan angka-angka di 1721 A1 ke formulir 1770 S, pada kasus ini kita harus menghitung lagi PPh terutang untuk si Ahmad selama setahun. Mengapa ini dilakukan? karena pada hakikatnya PPh terutang dihitung atas seluruh penghasilan dengan mengenakan tarif Pasal 17 untuk satu tahun sementara perhitungan di perusahaan hanya berdasarkan penghasilan dari perusahaan tersebut saja.

Dengan demikian, PPh terutang selama setahun dan perhitungan kurang (lebih) bayarnya yang akan kita isikan dalam formulir 1770 S adalah sebagai berikut :

Penghasilan neto                                       94.143.000
PTKP                                                          16.800.000
PKP                                                             77.343.000
PPh Terutang                                              7.851.450
PPh 21 Dipotong                                          3.722.350
PPh Kurang Bayar                                      4.129.100

Jumlah penghasilan neto adalah jumlah penghasilan neto dari PT A dan PT B. PTKP tidak dijumlahkan karena memang PTKP sebenarnya adalah Rp.16.800.000,- sesuai dengan keadaan sebenarnya (K/2). PPh terutang adalah sebesar Penghasilan Kena Pajak dikalikan tarif Pasal 17. PPh Pasal 21 yang dipotong adalah jumlah PPh Pasal 21 yang telah dipotong dari PT A dan PT B. Dengan demikian, terdapat PPh yang kurang bayar sebesar Rp4.129.100,-. Kekurangan ini biasa disebut PPh Pasal 29. Si Ahmad harus menyetorkan kekurangan ini paling lambat tanggal 25 Maret 2008 dengan menggunakan SSP di bank-bank yang menerima pembayaran pajak atau di kantor pos.

Adapun pengisian SPT 1770 S untuk Ahmad berdasarkan data-data di atas adalah sebagai berikut :

Lihat juga :

- Cara pengisian SPT PPh Tahunan untuk karyawan bagian satu

- Cara pengisian SPT PPh Tahunan untuk karyawan bagian dua

- Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

- Tarif Pajak Penghasilan

- 1770, 1770 S Atau 1770 SS?

- Cara Mudah Menyampaikan SPT Tahunan

- Biaya Jabatan 2009