<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apa Itu Pajak Penghasilan (PPh)?</title>
	<atom:link href="http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apa-itu-pajak-penghasilan-pph.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apa-itu-pajak-penghasilan-pph.html</link>
	<description>Memahami Pajak Melalui Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 12:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: jay</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apa-itu-pajak-penghasilan-pph.html/comment-page-1#comment-1090</link>
		<dc:creator>jay</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 04:14:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=293#comment-1090</guid>
		<description>assalamualaikum...
saya mau tanya pak,,karena terjadi krisis global sekarang ini, pemerintah menginstruksikan pembelian kembali saham BUMN (Shares buy back), lalu bagaimana pengenaan pajaknya, dikaitkan dengan UU Pph no 36 tahun 2008????
atas jawabannya saya ucapkan terima kasih....
wassalamialaikum

&lt;em&gt;Kalau bagi BUMN nya saya kira enggak ada masalah pajak karena dia membeli saham, sehingga tidak ada aspek penghasilan yang menjadi objek pajaknya.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;<br />
saya mau tanya pak,,karena terjadi krisis global sekarang ini, pemerintah menginstruksikan pembelian kembali saham BUMN (Shares buy back), lalu bagaimana pengenaan pajaknya, dikaitkan dengan UU Pph no 36 tahun 2008????<br />
atas jawabannya saya ucapkan terima kasih&#8230;.<br />
wassalamialaikum</p>
<p><em>Kalau bagi BUMN nya saya kira enggak ada masalah pajak karena dia membeli saham, sehingga tidak ada aspek penghasilan yang menjadi objek pajaknya.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budiman S.</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apa-itu-pajak-penghasilan-pph.html/comment-page-1#comment-873</link>
		<dc:creator>Budiman S.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 14:01:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=293#comment-873</guid>
		<description>Pak Dudi yth.
Mungkin ini artikel yg tepat bagi sy utk menanyakan hal-hal berikut yang sy kira menyangkut &quot;penghasilan&quot; saya:
Sejak 3 th lalu sy tdk mempunyai pekerjaan alias menganggur. Karena punya NPWP, SPT Tahunan selalu sy serahkan ke kantor pajak, dengan penghasilan nihil. Pada awal menganggur sy hidup dari sisa tabungan (bukan deposito), pesangon dan uang Jamsostek. Selain dari itu, utk biaya hidup saya dan keluarga, saya mendapat bantuan dari orangtua, mertua dan saudara2 saya dan saudara2 isteri. Sampai sewa rumahpun dibantu keluarga (sy blm punya rumah, dan kontrak lama habis tahun lalu). Tentu saya berhubungan dgn debt collector kartu kredit dan leasing mobil yg semuanya hrs saya lunasi dengan bantuan keluarga. Sy dan anak sempat masuk rumah sakit yg semua biayanya ditanggung bersama-sama oleh keluarga. Semua bantuan keluarga kepada sy tentu tdk ada tanda bukti terimanya. Selain itu sy menjual mobil dan perhiasan istri utk menambah &quot;penghasilan&quot;. Dalam daftar harta di SPT Tahunan, sy hanya memasukan mobil saja. Sy tdk pernah memasukan bahwa sy mempunyai hutang dari kredit mobil dan kartu kredit. Sy juga tidak memasukan pendapatan dari penjualan mobil (dari pengurangan harta sebenarnya bisa terlihat) dan penjualan perhiasan.
Yang ingin saya tanyakan adalah sbb:
1. apakah bantuan2 keluarga yg sy sebut diatas termasuk &quot;penghasilan&quot; yg harus ditulis di SPT tahunan?
2. kalau ya, apakah &quot;penghasilan&quot; tsb termasuk yg terkena pajak penghasilan?
3. kalau ya lagi, bagaimana sy membuktikannya bhw saya mendapat &quot;penghasilan&quot; tsb?
4. apakah hutang dari kartu kredit dan kredit mobil sebaiknya dimasukan kedalam SPT Tahunan?
Atas jawaban Pak Dudi sy sampaikan terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Dudi yth.<br />
Mungkin ini artikel yg tepat bagi sy utk menanyakan hal-hal berikut yang sy kira menyangkut &#8220;penghasilan&#8221; saya:<br />
Sejak 3 th lalu sy tdk mempunyai pekerjaan alias menganggur. Karena punya NPWP, SPT Tahunan selalu sy serahkan ke kantor pajak, dengan penghasilan nihil. Pada awal menganggur sy hidup dari sisa tabungan (bukan deposito), pesangon dan uang Jamsostek. Selain dari itu, utk biaya hidup saya dan keluarga, saya mendapat bantuan dari orangtua, mertua dan saudara2 saya dan saudara2 isteri. Sampai sewa rumahpun dibantu keluarga (sy blm punya rumah, dan kontrak lama habis tahun lalu). Tentu saya berhubungan dgn debt collector kartu kredit dan leasing mobil yg semuanya hrs saya lunasi dengan bantuan keluarga. Sy dan anak sempat masuk rumah sakit yg semua biayanya ditanggung bersama-sama oleh keluarga. Semua bantuan keluarga kepada sy tentu tdk ada tanda bukti terimanya. Selain itu sy menjual mobil dan perhiasan istri utk menambah &#8220;penghasilan&#8221;. Dalam daftar harta di SPT Tahunan, sy hanya memasukan mobil saja. Sy tdk pernah memasukan bahwa sy mempunyai hutang dari kredit mobil dan kartu kredit. Sy juga tidak memasukan pendapatan dari penjualan mobil (dari pengurangan harta sebenarnya bisa terlihat) dan penjualan perhiasan.<br />
Yang ingin saya tanyakan adalah sbb:<br />
1. apakah bantuan2 keluarga yg sy sebut diatas termasuk &#8220;penghasilan&#8221; yg harus ditulis di SPT tahunan?<br />
2. kalau ya, apakah &#8220;penghasilan&#8221; tsb termasuk yg terkena pajak penghasilan?<br />
3. kalau ya lagi, bagaimana sy membuktikannya bhw saya mendapat &#8220;penghasilan&#8221; tsb?<br />
4. apakah hutang dari kartu kredit dan kredit mobil sebaiknya dimasukan kedalam SPT Tahunan?<br />
Atas jawaban Pak Dudi sy sampaikan terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pajak Penghasilan Final Atas Tanah dan/atau Bangunan &#124; BLOG PAJAK INDONESIA</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apa-itu-pajak-penghasilan-pph.html/comment-page-1#comment-836</link>
		<dc:creator>Pajak Penghasilan Final Atas Tanah dan/atau Bangunan &#124; BLOG PAJAK INDONESIA</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 00:24:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=293#comment-836</guid>
		<description>[...] ·         Apa Itu Pajak Penghasilan? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ·         Apa Itu Pajak Penghasilan? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pemiliknpwp</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apa-itu-pajak-penghasilan-pph.html/comment-page-1#comment-766</link>
		<dc:creator>pemiliknpwp</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 12:45:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=293#comment-766</guid>
		<description>mungkin lebih baik untuk LAPAK - LAPAK, TOKO TOKO, MAL MAL dan lain lain boleh diwajibkan mencantumkan NPWP nya di PAPAN TOKOnya, melengkapi nomer blok, alamat, dan telpnya.

Jadinya gampang kan nertibinnya nantinya? Agar negara ini bisa mandiri gitu loh.. gak ngemis2 ke luar negri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin lebih baik untuk LAPAK &#8211; LAPAK, TOKO TOKO, MAL MAL dan lain lain boleh diwajibkan mencantumkan NPWP nya di PAPAN TOKOnya, melengkapi nomer blok, alamat, dan telpnya.</p>
<p>Jadinya gampang kan nertibinnya nantinya? Agar negara ini bisa mandiri gitu loh.. gak ngemis2 ke luar negri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pemiliknpwp</title>
		<link>http://dudiwahyudi.com/pajak/pajak-penghasilan/apa-itu-pajak-penghasilan-pph.html/comment-page-1#comment-765</link>
		<dc:creator>pemiliknpwp</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 12:38:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudiwahyudi.com/?p=293#comment-765</guid>
		<description>Dan nantinya PPh tersebut 80% utk pusat, dan 20%nya untuk daerah. PUSAT / JAKARTA semakin MAKMUR dan MENJULANG, Daerah2 semakin XXXXXXXX dan XXXXXXXX (silahkan diisi sendiri) hehehe...

Belum nanti ada pajak daerah lagi.. wah wah dobel triple quadruple .. belum pajak objeknya, pajak bumi bangunan, kendaraan.. 

Yah.. dipikir2 juga semua harta dunia ini adalah FANA dan SEMENTARA...

Tapi mengapa sulit sekali memaksa orang banyak dapet NPWP. Silahkan Dirjen pjk ke MALL MALL di kota besar, pasar2 di keramaian..

Banyak yg ga ada npwpnya.. kapan disidak secara MASSAL... (atau lebih baik pengganti KTP saja sekalian!)

Kapan yah???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dan nantinya PPh tersebut 80% utk pusat, dan 20%nya untuk daerah. PUSAT / JAKARTA semakin MAKMUR dan MENJULANG, Daerah2 semakin XXXXXXXX dan XXXXXXXX (silahkan diisi sendiri) hehehe&#8230;</p>
<p>Belum nanti ada pajak daerah lagi.. wah wah dobel triple quadruple .. belum pajak objeknya, pajak bumi bangunan, kendaraan.. </p>
<p>Yah.. dipikir2 juga semua harta dunia ini adalah FANA dan SEMENTARA&#8230;</p>
<p>Tapi mengapa sulit sekali memaksa orang banyak dapet NPWP. Silahkan Dirjen pjk ke MALL MALL di kota besar, pasar2 di keramaian..</p>
<p>Banyak yg ga ada npwpnya.. kapan disidak secara MASSAL&#8230; (atau lebih baik pengganti KTP saja sekalian!)</p>
<p>Kapan yah???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/


Served from: dudiwahyudi.com @ 2012-05-22 02:59:10 -->
