Mulai tahun 2009 ini pemotongan PPh Pasal 23 mengakami perubahan yang sangat signifikan. Perubahan tersebut adalah dengan menghilangkan istilah perkiraan penghasilan neto. Sebagai gantinya, ketentuan baru dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 memperkenalkan tarif baru 2% dari penghasilan bruto. 

Jenis-jenis penghasilan yang dikenakan tarif 2% dari penghasilan bruto ini adalah  
  • sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2),
  • jasa teknik,
  • jasa manajemen,
  • jasa konstruksi,
  • jasa konsultan, dan
  • jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21
Nah jenis-jenis jasa lain ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/2008 tanggal 31 Desember 2008. Berikut ini adalah jenis jasa-jasa tersebut :

 

  • Jasa penilai (appraisal)
  • Jasa aktuaris
  • Jasa akuntansi, pembukuan dan atestasi laporan keuangan
  • Jasa perancang (design)
  • Jasa pengeboran (drilling) di bidang pertambangan migas kecuali yang dilakukan oleh BUT
  • Jasa penunjang di bidang penambangan migas
  • Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas
  • Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandara
  • Jasa  penebangan hutan
  • Jasa pengolahan limbah
  • Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services)
  • Jasa perantara dan/atau keagenan
  • Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek, KSEI dan KPEI
  • Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan, kecuali yang dilakukan oleh KSEI
  • Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara
  • Jasa mixing film
  • Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan
  • Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan listrik, telpon, air, gas, AC dan/atau TV kabel selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang linkupnya di bidang konstruksi, dan mempunyai ijin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi
  • Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan mesin, peralatan listrik, telpon, air, gas, AC dan/atau TV kabel selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang linkupnya di bidang konstruksi, dan mempunyai ijin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi
  • Jasa maklon
  • Jasa penyelidikan dan keamanan
  • Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer
  • Jasa pengepakan
  • Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, media luar ruang, atau media lain untuk penyampaian informasi
  • Jasa pembasmian hama
  • Jasa kebersihan atau cleaning services
  • Jasa ketering atau tata boga

 

Nah, untuk lebih jelsnya silahkan download sumbernya yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/2008 tanggal 31 Desember 2008. 

Tulisan-tulisan mengenai PPh Pasal 23 sebelumnya :